Jumat, Februari 20, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional Ekonomi

PSBB Mampu Landaikan Kurva Kasus Harian Covid-19

redaksi by redaksi
2020-10-14
in Ekonomi, Nasional
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Peneliti Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Meli Triana menilai intervensi non farmasi seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mampu menurunkan angka penyebaran kasus Covid-19.

Dia melihat adanya pelandaian kurva kasus harian setelah diterapkannya PSBB terutama di DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Related posts

KPK Diminta Dikembalikan ke UU Lama

2026-02-20
Laporan KPF: 13 Tewas dan 703 Tahanan Politik dalam Demonstrasi Agustus 2025

Laporan KPF: 13 Tewas dan 703 Tahanan Politik dalam Demonstrasi Agustus 2025

2026-02-19

Berdasarkan data persentase perubahan durasi waktu penduduk berada di rumah dari google mobility report dari tanggal 15 Fabruari hingga 25 September 2020, IDEAS melihat PSBB sangat berdampak pada lamanya masyarakat untuk tetap berada di rumah.

“Di DKI Jakarta, persentase perubahan durasi penduduk di rumah sudah meningkat bahkan sebelum pemerintah menetapkan kebijakan untuk sekolah jarak jauh dan work from home (WFH) pada 16 Maret 2020. Kemudian semakin meningkat hingga sekitar 20 persen dan persentase perubahan tertinggi terjadi di masa PSBB pertama yaitu 34 persen,” kata Meli Triana, dalam diskusi hasil riset #IDEASTalk yang bertajuk ‘Evaluasi 7 Bulan Pandemi, Urgensi Intervensi Non Farmasi’ di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Setelah masa diterapkannya PSBB transisi  persentase perubahan durasi waktu penduduk berada di rumah terus menurun karena masyarakat sudah mulai berkegiatan kembali di luar rumah. Durasi penduduk berada di rumah kembali meningkat setelah diterapkannya kembali PSBB pada 14 September 2020.

“Dampak dari peningkatan durasi penduduk berada di rumah dapat terlihat setelah beberapa minggu kemudian. Pada bulan April (masa PSBB) masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah selama dalam sehari, terlihat data kasus positif harian cukup landai di bulan Mei sampai Juni,” ujar Meli.

Dia menambahkan, ketika PSBB pertama dicabut dan PSBB trasnsisi diterapkan, data kasus harian terkonfirmasi covid-19 semakin meningkat tajam hingga awal Oktober.

Sama seperti DKI Jakarta, di Jawa Timur perubahan durasi penduduk di rumah sudah meningkat tajam setelah 16 Maret 2020. Persentase perubahan durasi masyarakat berada di rumah di Jawa Timur lebih kecil dibandingkan DKI Jakarta karena tidak semua kab/kota melakukan PSBB. Puncak tertinggi yaitu 23 persen terjadi pada masa PSBB.

“Setelah diterapkan new normal, durasi masyarakat berada di rumah semakin menurun. Satu bulan setelah berakhirnya masa PSBB terjadi penurunan kasus harian di bulan juli tetapi kemudian meningkat kembali setelah adaptasi new normal,” ucap Meli.

(Robi/PARADE.ID)

Previous Post

HRS Pulang, Mau Pimpin Revolusi?

Next Post

Pesan Wapres di Hadapan Peserta ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2020

Next Post
Wapres: Pemerintah Terus Lakukan Akselerasi Atasi Covid-19

Pesan Wapres di Hadapan Peserta ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2020

KPK Diminta Dikembalikan ke UU Lama

2026-02-20
Laporan KPF: 13 Tewas dan 703 Tahanan Politik dalam Demonstrasi Agustus 2025

Laporan KPF: 13 Tewas dan 703 Tahanan Politik dalam Demonstrasi Agustus 2025

2026-02-19
Fadli Zon: Jokowi Sudah Selesai

Fadli Zon: Jokowi Sudah Selesai

2026-02-19

Sekjen KPCDI: Pemblokiran BPJS PBI Pasien Cuci Darah Langgar HAM

2026-02-15
Presiden Prabowo Tekankan Integrasi Program Strategis untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Presiden Prabowo Tekankan Integrasi Program Strategis untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

2026-02-14
Dua Pilot Ditembak Mati di Papua: IPI Desak Negara Lindungi Keamanan Penerbangan

Dua Pilot Ditembak Mati di Papua: IPI Desak Negara Lindungi Keamanan Penerbangan

2026-02-13

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Laporan KPF: 13 Tewas dan 703 Tahanan Politik dalam Demonstrasi Agustus 2025

    Laporan KPF: 13 Tewas dan 703 Tahanan Politik dalam Demonstrasi Agustus 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Tekankan Integrasi Program Strategis untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CBA Desak Kejagung Panggil Presdir Astra Internasional, Menyoal Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GMKR Deklarasikan Perang terhadap Oligarki: Gibran dan Jokowi Jadi Target Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekjen KPCDI: Pemblokiran BPJS PBI Pasien Cuci Darah Langgar HAM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In