Kamis, Maret 26, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Internasional

Teleskop Webb Dekati Ruang Parkir di Orbit Matahari

redaksi by redaksi
2022-01-25
in Internasional, Teknologi
0
Teleskop Webb Dekati Ruang Parkir di Orbit Matahari
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Teleskop ruang angkasa James Webb milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Senin mendekati ruang parkir gravitasinya di orbit yang mengelilingi matahari sejauh hampir 1,6 juta km dari bumi.

Teleskop itu dirancang untuk memberi pandangan baru bagi dunia tentang tahap awal terciptanya alam semesta.

Related posts

Prabowo Harus Menjaga Jarak dari Strategi Politik Wag the Dog

Prabowo Harus Menjaga Jarak dari Strategi Politik Wag the Dog

2026-03-10
Mengantisipasi Nuklir Rusia

SBY Khawatir Rasionalitas Pemimpin Dunia tak Cukup Bendung Ancaman Nuklir

2026-03-06

Pendorong roket akan melakukan manuver terakhir untuk mengoreksi arah pada pukul 19 GMT (Selasa, pukul 2 WIB).

Setelah itu, Webb diharapkan tiba di posisi orbital yang stabil antara bumi dan matahari yang dikenal sebagai Lagrange Point Two, atau L2, satu bulan setelah diluncurkan.

Pendorong tersebut akan diaktifkan oleh para teknisi kendali misi di Space Telescope Science Institute di Baltimore.

Tim darat akan menggunakan sinyal radio untuk memastikan apakah Webb berhasil “disisipkan” ke orbit, kata Eric Smith, ilmuwan program Webb NASA.

Dari titik pandangnya di ruang angkasa, Webb akan melintasi jalur khusus sehingga teleskop itu dan bumi selalu sejajar ketika mengelilingi matahari agar kontak radio tidak terganggu.

Sebagai perbandingan, pendahulu Webb yang kini berusia 30 tahun, teleskop Hubble, mengorbit bumi dari jarak sejauh 547 km, mengitari planet biru itu setiap 90 menit.

Kombinasi tarikan matahari dan bumi di L2 membuat Webb tetap berada di posisinya sehingga hanya sedikit dorongan roket diperlukan untuk mencegah teleskop itu keluar dari orbit.

Posisi L2 telah digunakan oleh sejumlah satelit selama bertahun-tahun karena memungkinkan “pemakaian bahan bakar paling sedikit agar tetap berada di orbit”, kata Smith.

Pusat operasi juga telah memulai menyesuaikan arah cermin utama Webb.

Cermin itu tersusun dari 18 segmen heksagonal yang terbuat dari logam berilium berlapis emas berukuran 6,5 meter, lebih besar dari cermin utama Hubble.

Ukuran dan bentuknya, yang dirancang agar bisa dioperasikan dalam spektrum inframerah, membuat Webb mampu melihat dari balik awan gas dan debu, serta dapat mengamati objek di kejauhan, sehingga mampu meneropong lebih jauh ke “masa lalu” daripada Hubble atau teleskop lainnya.

Fitur-fitur ini diharapkan dapat membawa revolusi di bidang astronomi, memberikan pandangan pertama dari galaksi-galaksi bayi yang berusia 100 juta tahun setelah Dentuman Besar.

Dentuman Besar atau Big Bang adalah titik teoritis yang menjadi awal lahirnya alam semesta sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu.

Instrumen-instrumen Webb juga membuatnya ideal untuk mencari tanda-tanda atmosfer yang menopang kehidupan di sejumlah eksoplanet –planet yang mengitari bintang yang jauh – dan untuk mengamati dunia lain yang lebih dekat dengan bumi, seperti Mars dan bulan es Saturnus, Titan.

Langkah Berikutnya

Diperlukan beberapa bulan lagi untuk mempersiapkan Webb agar bisa melakukan debutnya.

Segmen-segmen cermin utamanya – dilipat dan dimuat ke dalam kargo roket saat dibawa ke ruang angkasa – dibentangkan bersama komponen lain selama dua minggu sejak diluncurkan pada 25 Desember.

Segmen-segmen tersebut belum lama ini dilepas dari pengikatnya dan pelan-pelan bergerak maju setengah inci dari konfigurasi awal, sehingga mereka bisa dibentangkan menjadi satu bidang pengumpul cahaya yang utuh.

Ke-18 segmen tersebut kini harus diselaraskan agar cermin memiliki fokus yang tepat. Proses itu akan menghabiskan waktu tiga bulan.

Selama proses penyelarasan, tim darat akan mulai mengaktifkan spektograf, kamera dan instrumen lain di observatorium, lalu diikuti dengan proses kalibrasi instrumen selama dua bulan, kata Smith.

Jika semuanya lancar, Webb akan siap untuk memulai pengamatannya pada awal musim panas, dan mengirimkan gambar-gambar awal untuk memeriksa apakah instrumen-instrumen telah berfungsi dengan baik.

Namun Smith mengatakan tugas paling ambisius dari Webb, termasuk rencana melatih cerminnya agar bisa menangkap objek terjauh dari bumi, akan memerlukan waktu lebih lama sampai dunia bisa melihat gambar-gambar yang ditangkap oleh teleskop itu.

Teleskop Webb adalah kolaborasi internasional badan-badan ruang angkasa di Eropa dan Kanada yang dipimpin oleh NASA. Northrop Grumman Corp adalah kontraktor utamanya.

*Sumber: Antara

Tags: #Internasional#Teknologi#Teleskop#Webb
Previous Post

Satgas: 10.375 Kasus Aktif Covid-19 Ada di DKI Jakarta

Next Post

Pemkab Lombok Siap Sukseskan Even Tour D France L’Etape Indonesia

Next Post
Pemkab Lombok Siap Sukseskan Even Tour D France L’Etape Indonesia

Pemkab Lombok Siap Sukseskan Even Tour D France L'Etape Indonesia

JK Ramal Keos Juli-Agustus jika Prabowo Salah Langkah, Kata Didu

JK Ramal Keos Juli-Agustus jika Prabowo Salah Langkah, Kata Didu

2026-03-25

Blak-blakan Prabowo: ABS hingga Teror Aktivis Tanggung Jawab Negara

2026-03-20
Hilal tak Terlihat di 117 Titik, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 Sabtu

Hilal tak Terlihat di 117 Titik, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 Sabtu

2026-03-19

Serangan terhadap Andrie Yunus tak Akan buat Kelompok Sipil Bungkam

2026-03-16
LMND: Pasal 33 Belum Ditegakkan di Tanah Papua

LMND: Pasal 33 Belum Ditegakkan di Tanah Papua

2026-03-14
Pimpinan DPR Sahkan RUU PPRT Menjadi RUU Inisiatif DPR

Pimpinan DPR Sahkan RUU PPRT Menjadi RUU Inisiatif DPR

2026-03-13

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Hilal tak Terlihat di 117 Titik, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 Sabtu

    Hilal tak Terlihat di 117 Titik, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 Sabtu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JK Ramal Keos Juli-Agustus jika Prabowo Salah Langkah, Kata Didu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Blak-blakan Prabowo: ABS hingga Teror Aktivis Tanggung Jawab Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT BAT Instrumen Bank Internasional Diduga Beroperasi tanpa Lisensi, CBA Imbau Waspada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Cek dan Pihak Ketiga yang Terkoneksi dengan Akun Twitter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In