Jakarta (PARADE.ID)- Di zaman demokrasi ini semua orang punya hak Politik yang sama. Mau mendukung salah satu Partai Polituk BOLEH. Mau menolaknya juga BOLEH.
Hebohnya pernyataan ketua DPR RI, Puan Maharani tentang mendukung negara Pancasila yang menyinggung perasaan orang Minang, saat PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) mencalonkan pasangan Gubernur Sumatera Barat baru-baru di negeri Minangkabau, membuat masyarakat Minang bertambah solid untuk menolak PDIP.
Terbukti pasangan yang diusung PDIP itu, akhirnya mengembalikan mandat
dukungan itu kepada PDIP dan mencukupkan dengan dukungan Demokrat dan PAN saja.
Bahkan kabar terakhir PKB Sumatera Barat juga meninggalkan koalisi dengan PDIP di Pilgub Sumbar. Nasib.
Apakah sikap masyarakat Aceh Nangroe Darussalam yang telah lebih dahulu tidak memberikan jatah satu kursi pun pada PDIP untuk duduk di Gedung DPRD dan DPR RI ke depan akan diikuti oleh masyarakat Minang dengan memboikot Partai PDIP? Kita tunggu.
Ingat, oramg Minang itu manusia pejuang yang tidak mau ditekan oleh siapa pun dan di manapun
*Pendakwah, Ustaz Tengku Zulkarnain