Rabu, September 30, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional Ekonomi

Aksi Mahasiswa BEM SI Kerakyatan di Silang Monas, Jakarta, Hari Ini

redaksi by redaksi
2022-04-21
in Ekonomi, Hukum, Nasional, Pendidikan, Politik, Sosial dan Budaya
0
Aksi Mahasiswa BEM SI Kerakyatan di Silang Monas, Jakarta, Hari Ini

Foto: aksi mahasiswa di sekitar Monas, 21 April 2022

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Abdul Kholik mengatakan bahwa rezim saat ini semakim di luar jalur (konstitusi). Hal itu ia sampaikan ketika menjadi salah satu orator di aksi hari ini, Kamis (21/4/2022), di silang Monas atau patung kuda, Jakarta.

“Maka kita sebagai mahasiswa sudah wajib dan mengingatkan atas kegagalan rezim ini. Rezim yang sudah tak mau mendengar ini, maka kita tuntaskan dan menuntut Jokowi agar menolak tiga periode,” demikian salah sat isu atau tuntutan yang dibawa.

Related posts

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

2026-09-29
Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

2026-09-28

Untuk hal itu, ia mengajak seluruh mahasiswa bergandengan tangan merespons isu-isu yang ada saat ini selain itu. Hal itu, katanya, sampai rezim Jokowi-Ma’ruf mendengarnya, seperti pengusutan dugaan pelanggaran HAM.

“Hentikan represifitas terhadap warga, seperti di warga Wadas. Maan itu HAM yang sudah dijawab oleh Jokowi? Malah yang ada ditambah,” pintanya tegas.

Perwakilan mahasiswa dari UBK, Beta juga mengajak kepada massa atau mahasiswa dalam aksi tadi hal yang hampir senada. Ia mengajak agar mahasiswa menyampaikan protes kepada pemerintah, karena kondisi saat ini tidak sedang baik-baik saja.

“Saat ini tengah terjadi krisis ekonomi. Rakyat tidak diperhatikan dan tidak diakomodir kepentingannya,” katanya.

“Jika hari ini misal BBM tidak mampu turunkan harganya, maka revolusi akan terjadi pada hari ini. Sikap mahasiswa tetap sama: membela kaum yang lemah dan tertindas,” sambungnya.

Mestinya, kata dia, Negara adalah (hadir) untuk rakyat. Gunakan sebagaimana mestinya (konstitusi yang ada).

Negara/pemerintah juga adalah pelayan rakyat. Maka kata dia harusnya taat konstitusi.

“Di situasi ekonomi yang belum membaik, muncul penundaan pemilu dan perpanjangan presiden, dan dia telah melecehkan konstitusi sendiri. Jokowi-Ma’ruf tidak taat konstitusi,” katanya berapi-api.

Bukan hanya itu saja, katanya. Tapi juga ada ruang demokrasi yang dibungkam oleh pemerintah dan juga oleh kampus.

“Apa kita hanya diam saja? Sampaikan bahwa mereka gagal,” tekannya.

Massa aksi ingin bertemu Jokowi. Tapi, jalan ke istana diblokade oleh aparat kepolisian. Niha, Wapres Mahasiswa dari Trisaksi yang mengatakan demikian.

“Kami ingin bertemu Presiden. Maka dari itu kami ingin ke istana. Tapi kami malah disambut kawat berduri. Mau sampai kapan aspirasi kami dibatasi. Ini adalah kritisi kita, sebagaimana yang diinginkan oleh pemerintah,” katanya, di hadapan ratusan mahasiswa.

“Aksi kami damai. Di mana hak kita (mahasiswa) sebagai penyambung aspirasi? Ini bukan pengamanan. Ini pembatasan,” ia melanjutkan.

Padahal kita, kata dia, hari ini membawa tuntutan kepada pemimpin tertinggi di negeri ini, kepada Jokowi.

“Kita takkan menarik mundur barisan jika kita tidak bertemu dengan petinggi negeri ini. Sebagai informasi, Presiden sedang ada di luar kota,” ia menekan.

Ada tujuh tuntutan yang dibawa oleh aksi massa mahasiswa. Pertama, menuntut penindakan tegas para penjahat konstitusi dan tolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

Kedia, menuntut agar diturunkannya harga kebutuhan pokok dan atasi ketimpangan ekonomi. Ketida, menindaktegas segala tindakan represif terhadap masyrakat sipil dengan mekanisme yang ketat dan tidak diskriminatif.

Keempat, massa aksi meminta agar diwujudkan pendidikan ilmiah, gratis, dan demokratis. Kelima, menuntut agar disahkannya RUU pro rakyat, menolak RUU pro oligarki.

Keenam, menuntut agar mewujudkan reforma agraria sejati. Dan terakhir, menuntut agar diuntaskannya seluruh pelanggaran HAM.

(Rob/PARADE.ID)

Tags: #BEMSIKerakyatan#Mahasiswa#Nasional#Pendidikan
Previous Post

Qwords Cloud Connectivity, Internet Broadband Cepat untuk Rumah dan Bisnis

Next Post

Khotbah Jumat UBN: Al-Aqsa Memanggil Kita

Next Post
Intisari Khotbah Jumat UBN: Syukuri 10 Hari Kedua Ramadan

Khotbah Jumat UBN: Al-Aqsa Memanggil Kita

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

2026-09-29
Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

2026-09-28
Akar Kabut Asap Kalteng: LSM Progress Tuntut Status Darurat Nasional

Akar Kabut Asap Kalteng: LSM Progress Tuntut Status Darurat Nasional

2026-09-28

Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong: Penolakan, Temuan Hunian Mewah hingga Respons Yusril

2026-09-25

APPI Desak DPR Coret Nyoman Adhi Suryadnyana Calon Anggota BPK

2026-09-24
Herdman Diuji, Timnas Indonesia Buka FIFA ASEAN Cup 2026

Herdman Diuji, Timnas Indonesia Buka FIFA ASEAN Cup 2026

2026-09-24

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APPI Desak DPR Coret Nyoman Adhi Suryadnyana Calon Anggota BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lepi Ali Firmansyah Kembali Terpilih Menjadi Ketua PKB Cianjur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soal Pemimpin Dibiayai Cukong Direspon Politisi: Tunjuk Hidung Saja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong: Penolakan, Temuan Hunian Mewah hingga Respons Yusril

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In