Kamis, Januari 22, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Teknologi

Jupyter, Malware Pencuri Informasi Pengguna di Browser Chromium, Firefox, dan Chrome

redaksi by redaksi
2020-11-30
in Teknologi
0
Jupyter, Malware Pencuri Informasi Pengguna di Browser Chromium, Firefox, dan Chrome
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Perusahaan keamanan siber asal Amerika Serikat, Morphisec, menemukan distribusi perangkat lunak jahat (malware) berjuluk “Jupyter” yang memiliki kemampuan mencuri data browser di Chromium, Firefox, dan Chrome.

Morphisec mengatakan, Jupyter sejauh ini beroperasi dengan menargetkan entitas bisnis dan pendidikan tinggi. Malware ini membidik informasi seperti  nama pengguna, kata sandi, cookies, detail kartu kredit, dan informasi pribadi lainnya.

Related posts

Pembelajaran Online Melalui YukBelajar.com: Solusi Edukasi Digital di Era Modern

Pembelajaran Online Melalui YukBelajar.com: Solusi Edukasi Digital di Era Modern

2026-01-06

Onno W Purbo Luncurkan Roadmap AI Gotong Royong: Lawan AI Mahal

2025-10-10

Selain mencuri informasi pribadi pengguna, operator di balik Jupyter  juga serta membuat backdoor ke sistem yang disusupi atau malwarelain seperti ransomware, penambang cryptocurrency, jenis Trojan, dan lain-lain. Bahkan, malware ini dapat digunakan untuk menjalankan skrip dan perintah PowerShell dengan menggunakan kemampuan backdoor-nya, demikian seperti dikutip dari PC Risk, diakses Senin (30 November 2020).

Jupyter pertama kali ditemukan pada jaringan sebuah lembaga pendidikan tinggi yang tidak disebutkan namanya di AS. Jupyter diperkirakan sudah aktif sejak Mei 2020 dengan menargetkan data di pengguna browserChromium, Firefox, dan Chrome.

Operator Jupiter memulai kampanye serangan dengan membuat targetnya mengunduh penginstal “Inno Setup” dalam arsip ZIP yang berfungsi sebagai software yang sah. Beberapa penginstal ini tidak terdeteksi sepenuhnya pada platform pemindaian VirusTotal selama enam bulan terakhir. Penginstal kemudian akan memanfaatkan teknik proses hollowing untuk memasukkannya ke dalam memori proses sebuah .NET loader yang bertindak sebagai client untuk server perintah dan kontrol.

“Client kemudian mengunduh tahap berikutnya, perintah PowerShell yang menjalankan modul Jupyter .NET dalam memori,” jelas Morphisec seperti dikutip dari ZDNet.

Untuk mengelabuhi pemilik perangkat, Jupyter disamarkan dalam file ZIP atau menggunakan ikon Microsoft Word dan nama file yang sepertinya harus segera dibuka—cenderung berkedok dokumen penting, detail perjalanan, atau soal penggajian.

File yang dikirimkan ke email bisa berbentuk dokumen Microsoft Office, PDF, RAR, file yang dapat dijalankan (seperti .exe), dan file JavaScript.

Dari pengamatan Morphisec, penginstal awal yang memulai rantai serangan berpura-pura sebagai dokumen Microsoft Word dan menggunakan nama berikut:

  • The-Electoral-Process-Worksheet-Key.exe
  • Mathematical-Concepts-Precalculus-With-Applications-Solutions.exe
  • Excel-Pay-Increase-Spreadsheet-Turotial-Bennett.exe
  • Sample-Letter-For-Emergency-Travel-Document

Selanjutnya, penginstal akan menjalankan perangkat yang sah seperti “Docx2Rtf” dan “Magix Photo Manager” untuk membuat pengalihan sambil meletakkan dua skrip PowerShell di latar belakang, yang satu dikodekan dan didekodekan oleh yang lain, tulis BleepingComputer.

Sedangkan, pada versi terbaru dari penginstal awal juga mengandalkan kerangka kerja PoshC2 yang digunakan dalam pengujian penetrasi untuk menetapkan persistensi pada mesin dengan membuat file LNK pintasan dan menempatkannya di folder startup.

Setelah terinstal sepenuhnya pada sistem, Jupyter mencuri informasi termasuk nama pengguna, sandi, pelengkapan otomatis, riwayat penelusuran, dan cookie, dan mengirimkannya ke server perintah dan kontrol.

Tidak jelas apa motif sebenarnya untuk mencuri informasi tersebut, tetapi penjahat siber dapat menggunakannya untuk mendapatkan akses tambahan ke jaringan untuk serangan lebih lanjut.

Serangan ini juga berpotensi untuk mencuri data yang sangat sensitif, menjual kredensial login dan akses backdoor sistem ke penjahat lain.

Terkait peretas Rusia

Morphisec menduga kuat Jupyter merupakan malware yang digunakan oleh peretas Rusia.

Perusahaan mengatakan bahwa banyak dari server C2 Jupyter berada di Rusia. Meskipun banyak dari server tersebut yang saat ini tidak aktif. Selain itu, dalam penelusuran lagi, untuk panel administrasi Jupyter, menunjukkan hasil dari forum berbahasa Rusia juga memperkuat dugaan tersebut.

Morphisec juga melihat kesalahan ketik yang konsisten dengan nama Jupyter yang dikonversi dari bahasa Rusia.

(Cyberthreat.id/PARADE.ID)

Previous Post

Kasus Covid-19 Bertambah

Next Post

Kasus Covid-19 India Capai 9,4 juta

Next Post

Kasus Covid-19 India Capai 9,4 juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serikat Buruh Tuntut Nike dan Adidas Terapkan Upah Sama di Seluruh Rantai Pasok Indonesia

2026-01-22
Forjim dan Pusat Kebudayaan Turki Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Budaya

Forjim dan Pusat Kebudayaan Turki Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Budaya

2026-01-22

Aksi Buruh TGSL Akan Digelar 21 Januari di Nike dan Adidas

2026-01-20
Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

2026-01-20
Netty Aher Angkat Suara soal Meningkatnya Kasus Diabetes pada Anak

DPR Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu dan Tepat Sasaran

2026-01-19
Warga Tamalanrea Tolak Proyek PLTSa, Gelar Nobar Film “Tumbal Sampah”

Warga Tamalanrea Tolak Proyek PLTSa, Gelar Nobar Film “Tumbal Sampah”

2026-01-12

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

    Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aksi Buruh TGSL Akan Digelar 21 Januari di Nike dan Adidas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CBA Desak Kejagung Panggil Presdir Astra Internasional, Menyoal Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Roy Suryo Ungkap Temuan Lima Ijazah Asli UGM Angkatan 1985

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Serial Bahasa Indonesia: Apa Itu “Nyali”?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In