Jakarta (parade.id)-Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara negara-negara G20 dengan angka 5,39% pada kuartal keempat tahun lalu. Pencapaian ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat dengan Presiden, Rabu (11/2).
“Pertumbuhan ekonomi kita di kuartal keempat 5,39 persen, itu yang tertinggi di negara-negara G20. Secara year on year juga sangat baik di 5,11 persen,” ujar Airlangga di Istana Kepresidenan.
Menko Perekonomian melaporkan bahwa berbagai indikator makroekonomi menunjukkan tren positif. Sektor manufaktur masih berada di level ekspansi 52,6, sementara indeks keyakinan konsumen pada Januari naik menjadi 127 dibanding Desember. Mandiri Belanja Indeks bahkan mencapai 372,5.
Neraca Perdagangan Surplus 68 Bulan Berturut-turut
Kabar menggembirakan juga datang dari sektor perdagangan. Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut hingga Desember dengan nilai US$ 2,51 miliar. Penjualan ritel tumbuh signifikan 7,9 persen secara tahunan, melonjak dari pertumbuhan 3,5 persen pada Desember.
Cadangan devisa tetap kuat di angka US$ 154,6 miliar, dengan pertumbuhan kredit mencapai 9,69 persen. Realisasi investasi PMA dan PMDN tercatat Rp 1.931,2 triliun.
Outlook Negatif Moody’s Perlu Penjelasan
Meski masih mendapat predikat investment grade dari tiga lembaga pemeringkat (Moody’s, Fitch, dan S&P), Indonesia mendapat outlook negatif dari Moody’s. Hal ini mendorong pemerintah untuk memberikan klarifikasi komprehensif.
“Bapak Presiden minta agar kita membuat penjelasan yang lebih lengkap dalam bentuk Indonesia Economic Outlook yang akan diselenggarakan pada hari Jumat nanti,” kata Airlangga.
Dalam forum tersebut, pemerintah akan menjelaskan potensi peningkatan penerimaan negara dan rencana pembentukan Danantara.
Paket Stimulus Rp 60 Triliun dan Diskon Transportasi
Pemerintah meluncurkan berbagai stimulus ekonomi untuk mendorong daya beli masyarakat. Untuk kuartal pertama 2026, direncanakan realisasi anggaran stimulus mencapai Rp 60 triliun.
Beberapa program stimulus yang telah diumumkan meliputi:
- Diskon kereta api 30 persen
- Diskon angkutan laut 30 persen
- Gratis biaya penyeberangan 100 persen
- Diskon tiket pesawat 17-18 persen (naik dari 11% tahun lalu)
- Diskon tarif tol
Total estimasi anggaran untuk program diskon transportasi mencapai Rp 911,16 miliar, dengan Rp 639,86 miliar dari APBN dan Rp 271,5 miliar dari non-APBN.
Bantuan Pangan untuk 35 Juta Keluarga
Pada Februari ini, pemerintah akan mendistribusikan bantuan pangan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat (desil 1-4) dengan anggaran Rp 11,92 triliun. Setiap keluarga akan menerima 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng.
Pemerintah juga menerapkan kebijakan work from anywhere pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Februari untuk melancarkan arus mudik dan distribusi logistik.
Kesepakatan Tarif Resiprokal dengan AS
Airlangga juga melaporkan perkembangan perundingan Indonesia-Amerika Serikat. Presiden dijadwalkan menghadiri acara pada 19 Februari dan direncanakan akan menandatangani ART (Agreement on Reciprocal Tariff) di sekitar tanggal tersebut.
Selain itu, pemerintah tengah mengembangkan teknologi pengolahan sampah dan terus meningkatkan produksi beras hingga Maret untuk memastikan kecukupan stok pangan nasional.









