Minggu, Oktober 11, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional Politik

Koalisi Gerakan Papua Desak Penghentian Militerisme dan Kembalikan Hak Rakyat Papua

redaksi by redaksi
2025-12-01
in Politik
0
Koalisi Gerakan Papua Desak Penghentian Militerisme dan Kembalikan Hak Rakyat Papua

Foto: massa aksi koalisi gerakan Papua

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (parade.id)- Sejumlah organisasi mahasiswa dan aktivis Papua yang tergabung dalam koalisi mendesak pemerintah Indonesia untuk menghentikan praktik militerisme di Papua dan mengembalikan hak-hak dasar rakyat Papua. Tuntutan ini disampaikan dalam pernyataan politik bertepatan dengan peringatan 64 tahun deklarasi kemerdekaan West Papua, 1 Desember 2025.

Koalisi yang terdiri dari AMP, FRI-WP, IPMAPA-JADETABEK, KMP2, COMRADE, AMPTPI, dan JKP2-JAKARTA menyebutkan bahwa operasi militer di Papua sejak era 1960-an hingga 2025 telah mengakibatkan 85-100 ribu warga sipil Papua tewas di tangan militer. Catatan ini merujuk pada data dari berbagai sumber termasuk OSINT (Open Source Intelligence).

Related posts

Wantimpres Rocky Gerung: Aktivis di Istana Era Jokowi Gagal Total

Wantimpres Rocky Gerung: Aktivis di Istana Era Jokowi Gagal Total

2026-10-10
Pakar Hukum Sebut Karantina Berbeda dengan PSBB

MK Buktikan Gibran tak Punya Ijazah SMA, DPR Bisa Ajukan Pemberhentian

2026-10-10

“Perjuangan rakyat Papua untuk merdeka dari penjajahan Indonesia dan imperialisme global sejak Desember 1961 hingga kini masih terus berlanjut,” demikian pernyataan sikap yang dibacakan, di sekitar Monas, Jakarta Pusat.

Koalisi mengkritisi berbagai operasi militer yang dilakukan Indonesia di Papua, mulai dari Operasi Trikora (1961-1962), Operasi Damai Cartenz 2 (2020-sekarang/2025), hingga catatan pelanggaran HAM seperti pembunuhan warga sipil, pemerkosaan, dan penangkapan. Mereka menyebut Papua sebagai memoria passionis (ingatan penderitaan) yang terus berlanjut.

Kritik terhadap Eksploitasi Sumber Daya Alam

Selain operasi militer, koalisi juga menyoroti eksploitasi masif sumber daya alam Papua melalui Proyek Strategis Nasional (PSN). Data menunjukkan deforestasi Papua mencapai 765,71 hektar dengan berbagai perusahaan tambang dan perkebunan beroperasi di wilayah tersebut, termasuk PT Freeport Indonesia, PT SDIC Indonesia, dan berbagai perusahaan kelapa sawit.

“Hal ini tentu sangat menggangu dan merusak masa depan rakyat Papua yang ribuan tahun hidup bergantung pada hutan,” seraya menyoroti bahwa 20 kabupaten di Papua mengalami deforestasi sepanjang 2011-2020.

Koalisi juga mengkritisi pertemuan COP 30 di Belem, Brazil (10-21 November 2025) yang dihadiri delegasi Indonesia, termasuk Hashim Sumitro Djojohadikusumo dan Presiden Prabowo. Mereka menilai pemerintah hanya berfokus mendukung investor tanpa upaya nyata menyelamatkan hutan atau masyarakat adat Papua.

14 Tuntutan Politik

Dalam pernyataan politiknya, koalisi mengajukan 14 tuntutan, antara lain:

  1. Berikan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa West Papua
  2. Tarik seluruh militer organik dan non-organik dari tanah Papua
  3. Tutup PT Freeport, BP LNG Tangguh, serta seluruh perusahaan di tanah Papua
  4. Buka akses bagi jurnalis lokal maupun internasional ke Papua
  5. Usut dan tuntaskan seluruh kasus pelanggaran HAM di Papua
  6. Tangkap dan adili jenderal pelanggar HAM
  7. Bebaskan seluruh tahanan politik Papua tanpa syarat
  8. Hentikan kekerasan terhadap perempuan
  9. Stop diskriminasi rasial terhadap orang Papua
  10. Cabut UU OTSUS Jilid II
  11. Hentikan pemekaran DOB di Papua
  12. Hentikan program transmigrasi
  13. Hentikan Proyek Strategi Nasional
  14. Mendukung penuh kemerdekaan Palestina, West Sahara, Kanaky, dan Catalonia

Koalisi menekankan bahwa operasi militer di Papua bukan upaya merebutkan wilayah, melainkan untuk kepentingan kapitalisme yang mengeksploitasi sumber daya alam Papua.

“Menghadapi rezim berwatak kolonialis, militeristik, dan kapitalistik yang masih dan tersistematis ini, membuat kami menyaksikan lanjunya kerusakan hutan, pembunuhan warga sipil, dan pembungkaman terus dipraktekkan di Papua,” tutup pernyataan tersebut, seraya mendesak persatuan nasional antara rakyat tertindas untuk mengakhiri rezim yang dianggap menindas rakyat Papua.

Tags: #Papuagerakan Papua
Previous Post

MUI Dorong Jakarta Jadi Pusat Ekonomi Syariah

Next Post

Dari Konflik Sosial hingga Illegal Logging: Catatan Kelam Perusahaan-Perusahaan Sukanto Tanoto

Next Post
Dari Konflik Sosial hingga Illegal Logging: Catatan Kelam Perusahaan-Perusahaan Sukanto Tanoto

Dari Konflik Sosial hingga Illegal Logging: Catatan Kelam Perusahaan-Perusahaan Sukanto Tanoto

Ekonomi Digital dan UMKM 2 Tahun Prabowo-Gibran: Pertumbuhan Rapuh

Ekonomi Digital dan UMKM 2 Tahun Prabowo-Gibran: Pertumbuhan Rapuh

2026-10-11
Mahasiswa Muhammadiyah Kalbar Kecam Dugaan Teror terhadap Ketum IMM Pontianak

Mahasiswa Muhammadiyah Kalbar Kecam Dugaan Teror terhadap Ketum IMM Pontianak

2026-10-11
Wantimpres Rocky Gerung: Aktivis di Istana Era Jokowi Gagal Total

Wantimpres Rocky Gerung: Aktivis di Istana Era Jokowi Gagal Total

2026-10-10
Pakar Hukum Sebut Karantina Berbeda dengan PSBB

MK Buktikan Gibran tak Punya Ijazah SMA, DPR Bisa Ajukan Pemberhentian

2026-10-10

Keadilan Harus Didahulukan atas Kepastian Hukum

2026-10-09
Integritas Lahir dari Hati Nurani, Bukan Pengawasan Polisi

Integritas Lahir dari Hati Nurani, Bukan Pengawasan Polisi

2026-10-09

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makasar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makasar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Ini Isi dan Respons Buruh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wisata Ramah Muslim Indonesia Tertinggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Drama Sidang MK dan Shadow Politics Jokowi: Ancam Demokrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yusril Tegaskan Pemerintah Tolak Konser Israel Houghton di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2026 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2026 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In