Minggu, Oktober 18, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Teknologi

Peneliti Ungkap Cara China Mata-matai Muslim Uighur Lewat Aplikasi Ponsel

redaksi by redaksi
2020-07-03
in Teknologi
0
Peneliti Ungkap Cara China Mata-matai Muslim Uighur Lewat Aplikasi Ponsel
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Perusahaan keamanan siber asal San Fransisco, Lookout, pada Rabu (1 Juli 2020) merilis hasil penelitian yang mengungkap cara pemerintah China memata-matai muslim Uighur di wilayah Xinjiang.

Dilansir dari The New York Times, dalam laporannya Lookout mengatakan sebelum polisi menggantung kamera pengintai, para peretas Tiongkok telah bekerja untuk membangun malware untuk meretas ponsel warga Uighur dan diam-diam menyedot datanya.

Related posts

Ancaman Deepfake dan Malware AI, Regulasi Indonesia Dinilai Tertinggal

Ancaman Deepfake dan Malware AI, Regulasi Indonesia Dinilai Tertinggal

2026-10-01
Presiden Hargai Riset BRIN

Presiden Hargai Riset BRIN

2026-08-08

Menurut Lookout, upaya itu telah dilakukan sejak 2013 dan berlanjut hingga hari ini.

Disebutkan, Lookout menemukan keterkaitan pada 8 jenis software berbahaya yang menunjukkan bagaimana kelompok yang terhubung dengan pemerintah China meretas ponsel Android yang digunakan oleh sebagian besar penduduk muslim Uighur dalam skala yang jauh lebih besar daripada yag disadari.

Kampanye peretasan adalah landasan awal dalam upaya mengawasi muslim Uihgur yang kemudian akan diperluas untuk mengumpulkan sampel darah, suara, pemindaian wajah dan data pribadi lainnya.

Alat yang dirakit peretas bersembunyi di papan ketik khusus yang digunakan oleh warga Uighur dan menyamar sebagai aplikasi yang biasa digunakan di situs web pihak ketiga.

Beberapa dapat menyalakan ponsel, merekam panggilan atau mengekspor foto, lokasi telepon, dan percakapan pada aplikasi obrolan. Beberapa lainnya ditanam dalam aplikasi berita berbahasa Uighur, kiat kecantikan yang ditargetkan untuk muslim Uighur, teks Al-Quran digital dan lainnya.

“Kemana pun orang Uighur pergi, sejauh apa pun mereka pergi, apakah itu ke Turki, India, atau Suriah, malware mengikuti mereka ke sana,” kata Apurva Kumar, seorang insinyur intelijen keamanan di Lookout.

“Rasanya seperti menonton predator mengintai mangsanya di seluruh dunia,” tambah  Kumar.

Sebelumnya, peneliti Google menemukan bahwa peretas telah menginfeksi situs web yang sering dikunjungi warga Uighur -di China dan negara lain– dengan alat yang dapat meretas iPhone mereka dan menyedot datanya.

Temuan terbaru dari Lookout menunjukkan bahwa kampanye peretasan seluler oleh China lebih luas dan agresif daripada yang disadari oleh pakar keamanan, aktivis hak asasi manusia, dan korban spyware. Namun, para ahli pengawasan China mengatakan hal itu seharusnya tidak mengejutkan mengingat Beijing sudah lama diketahui memantau Xinjiang.

“Kita harus berpikir tentang pengawasan ponsel cerdas yang digunakan sebagai cara untuk melacak kehidupan batin orang, perilaku sehari-sehari mereka, kepercayaan mereka,” kata Darren Byler, yang mempelajari pengawasan populasi minoritas di University of Colorado.

Pada 2015, ketika Beijing mendorong untuk menindak kekerasan etnis sporadis di Xinjiang, pihak berwenang menjadi “putus asa” melacak komunikasi orang Uighur yang tumbuh cepat secara online.

“Orang Uighur mulai takut kalau percakapan online mereka yang  membahas Islam atau politik berisiko. Sebagian mereka lalu menggunakan ponsel kedua yang dianggap lebih aman,” kata Byler yang tinggal di Xinjiang pada 2015.

Di jalan-jalan Xinjiang, polisi mulai menyita telepon orang Uighur. Terkadang, ponsel itu baru dikembalikan berbulan-bulan kemudian setelah ditanam aplikasi spyware untuk memata-matai pergerakan mereka. Di lain waktu, orang-orang diberikan telepon lain yang berbeda.

Pejabat yang mengunjungi desa-desa di Uighur secara teratur mencatat nomor seri yang digunakan untuk mengidentifikasi ponsel mereka

(Cyberthreat/PARADE.ID)

Tags: #Cina#Siber#Uighur #Aplikasi
Previous Post

Panglima TNI Hadiri Pelepasan Jenazah Prajurit yang Gugur di Kongo

Next Post

Kekhawatiran Erick: Miliaran Dana Pensiun BUMN Raib

Next Post
Kekhawatiran Erick: Miliaran Dana Pensiun BUMN Raib

Kekhawatiran Erick: Miliaran Dana Pensiun BUMN Raib

Pakar Hukum Tara Negara Prediksi Nasib Gibran di Putusan MK

Zainal Arifin Mochtar: Rocky Gerung di Wantimpres Sulit Ubah Struktur

2026-10-17
Politisi Demokrat Sebut Ini ke Pihak yang Mewacanakan Kembali Pemilu Ditunda

Desak Komisi XI Panggil BEI dan OJK, Jansen Sitindaon: IHSG Anjlok

2026-10-17
DAD DKI Desak RUU Masyarakat Adat Disahkan

DAD DKI Desak RUU Masyarakat Adat Disahkan

2026-10-17
BerbagiLink Besutan Putra Aceh Raih Best Startup II HSDD 2026

BerbagiLink Besutan Putra Aceh Raih Best Startup II HSDD 2026

2026-10-17
Tandyo Budi Revita Jadi KSAD, Gantikan Maruli Simanjuntak

Tandyo Budi Revita Jadi KSAD, Gantikan Maruli Simanjuntak

2026-10-16
Surat BKP Viral, Instansi Diminta Unggah Capaian 2 Tahun Pemerintah

Surat BKP Viral, Instansi Diminta Unggah Capaian 2 Tahun Pemerintah

2026-10-16

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

    Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putusan MK Ijazah Gibran Bukan Pengesahan, Jalur Hukum Masih Terbuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bendera Bintang Bulan di Acara Maulid Pidie Picu Bentrokan Warga dan TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi Digital dan UMKM 2 Tahun Prabowo-Gibran: Pertumbuhan Rapuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tumbler Defect Snapy Mulai Rp5.000 Diburu Ratusan Pengunjung Blok M

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2026 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2026 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In