Kamis, Juni 4, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Opini

Penjarahan Aya Sofya

redaksi by redaksi
2020-07-14
in Opini
0
Penjarahan Aya Sofya
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Ketika Paus Fransiskus menyatakan sedih atas kembalinya Aya Sofya menjadi Masjid, saya jadi teringat peristiwa pada April 1204; ‘The Sack Of Constantinople’.

Penjarahan tehadap Konstantinopel dan khususnya Aya Sofya dilakukan oleh Pasukan Salib IV dan koalisi Venesia-nya yang dipimpin oleh Enrico Dandolo. Ribuan penduduk Konstantinopel dibunuh, perempuan-perempuannya diperkosa, harta benda dijarah serta dirampok. Jumlah jarahan Konstantinopel oleh Pasukan Salib IV kala itu mencapai 900.000 mark perak (1 mark = 234 gram).

Related posts

AS Paksa China Tutup Konsulat Houston Dalam 72 Jam

Hormuz, Trump, dan Manuver Sunyi China

2026-05-08
Emas, Maritim, dan Jalan Kebangkitan Umat

Emas, Maritim, dan Jalan Kebangkitan Umat

2026-04-29

Bagaimana nasib Aya Sofya? Gereja Agung itu pelat-pelat emasnya dipreteli, tiang lilin dan nekarupa perabot perak diambili, patung-patung perunggunya dilebur, relik-relik sucinya diangkut ke Venesia. Pada malam hari, Aya Sofya digunakan berpesta dan mabuk-mabukan lalu dijadikan kandang kuda dan babi.

Tunggu sebentar, bukankah Pasukan Salib IV dan Kekaisaran Bizantium sesama Kristen?

Masalahnya adalah Skhisma atau perpecahan Gereja yang terjadi sejak tahun 1054. Paus Leo IX di Roma menyatakan supremasinya atas seluruh dunia Kristen, namun Patriark Konstantinopel, Michael Cerularios menolaknya. Konflik ajaran yang bermula dari klausa filioque yang disisipkan ke dalam Kredo Nicea oleh Gereja Barat memuncak. Patriak Konstantinopel menyatakan kepemimpinannya atas seluruh Kristen Ortodoks yang liturginya berbahasa Yunani dan menyatakan bahwa Gereja Roma yang berbahasa Latin adalah bidah dan sesat. Demikian pula sebaliknya.

Jika Pasukan Salib IV di bawah titah suci Paus di Roma demikian menista perlakuannya pada Aya Sofya; sebaliknya dengan Al Fatih. Begitu tiba, Sang Pembebas segera bersujud ke arah kiblat di dekat Aya Sofya dan menaburkan tanah ke kepalanya untuk membunuh kesombongannya. Dia umumkan Aya Sofya dalam kuasa pribadinya dan tak boleh seorangpun menyentuhnya, lalu dia muliakan tempat itu menjadi Masjid. Semoga Allah merahmatinya.

*Penulis, Salim A Fillah

Tags: #AyaSofya#Kolom#Religi#SalimAFillah
Previous Post

Artis Hana Hanifah Tak Berpakain saat Digerebek Bersama Pengusaha

Next Post

New Normal Diganti, Istilah ODP Dan PDP Covid-19 Dihapus

Next Post
New Normal Diganti, Istilah ODP Dan PDP Covid-19 Dihapus

New Normal Diganti, Istilah ODP Dan PDP Covid-19 Dihapus

Anggota Dewan Minta Pemerintah Pastikan Ketersediaan dan Keterjangkauan Obat

2026-06-03
Anggaran Operasional Presiden Habis sehingga Prabowo Pakai Dana Pribadi?

Anggaran Operasional Presiden Habis sehingga Prabowo Pakai Dana Pribadi?

2026-06-02

Peran Palang Merah Indonesia di Majalengka

2026-06-01
Diplomasi Cerdik Prabowo Amankan Energi Nasional

Diplomasi Cerdik Prabowo Amankan Energi Nasional

2026-06-01

Warga Aceh Tolak Tambang Emas Beutong Ateuh

2026-05-31
Pesta Rakyat Kritik PSN Rugikan Rakyat Papua

Pesta Rakyat Kritik PSN Rugikan Rakyat Papua

2026-05-31

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • FSBPI Kawal Mediasi PHI Pekerja dengan Amos Indah Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Aceh Tolak Tambang Emas Beutong Ateuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WALHI Region Sumatra Deklarasikan Andalas: Agenda Menyelamatkan Ruang Hidup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FOBA ber-Qurban 2026 Digelar Wisma Mahasiswa Aceh FOBA Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Serial Bahasa Indonesia: Apa Itu “Nyali”?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In