Senin, Oktober 19, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Opini

Penjarahan Aya Sofya

redaksi by redaksi
2020-07-14
in Opini
0
Penjarahan Aya Sofya
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Ketika Paus Fransiskus menyatakan sedih atas kembalinya Aya Sofya menjadi Masjid, saya jadi teringat peristiwa pada April 1204; ‘The Sack Of Constantinople’.

Penjarahan tehadap Konstantinopel dan khususnya Aya Sofya dilakukan oleh Pasukan Salib IV dan koalisi Venesia-nya yang dipimpin oleh Enrico Dandolo. Ribuan penduduk Konstantinopel dibunuh, perempuan-perempuannya diperkosa, harta benda dijarah serta dirampok. Jumlah jarahan Konstantinopel oleh Pasukan Salib IV kala itu mencapai 900.000 mark perak (1 mark = 234 gram).

Related posts

Dasco dan Politik Mendengar di Tengah Demokrasi

Dasco dan Politik Mendengar di Tengah Demokrasi

2026-09-14
AS Paksa China Tutup Konsulat Houston Dalam 72 Jam

Hormuz, Trump, dan Manuver Sunyi China

2026-05-08

Bagaimana nasib Aya Sofya? Gereja Agung itu pelat-pelat emasnya dipreteli, tiang lilin dan nekarupa perabot perak diambili, patung-patung perunggunya dilebur, relik-relik sucinya diangkut ke Venesia. Pada malam hari, Aya Sofya digunakan berpesta dan mabuk-mabukan lalu dijadikan kandang kuda dan babi.

Tunggu sebentar, bukankah Pasukan Salib IV dan Kekaisaran Bizantium sesama Kristen?

Masalahnya adalah Skhisma atau perpecahan Gereja yang terjadi sejak tahun 1054. Paus Leo IX di Roma menyatakan supremasinya atas seluruh dunia Kristen, namun Patriark Konstantinopel, Michael Cerularios menolaknya. Konflik ajaran yang bermula dari klausa filioque yang disisipkan ke dalam Kredo Nicea oleh Gereja Barat memuncak. Patriak Konstantinopel menyatakan kepemimpinannya atas seluruh Kristen Ortodoks yang liturginya berbahasa Yunani dan menyatakan bahwa Gereja Roma yang berbahasa Latin adalah bidah dan sesat. Demikian pula sebaliknya.

Jika Pasukan Salib IV di bawah titah suci Paus di Roma demikian menista perlakuannya pada Aya Sofya; sebaliknya dengan Al Fatih. Begitu tiba, Sang Pembebas segera bersujud ke arah kiblat di dekat Aya Sofya dan menaburkan tanah ke kepalanya untuk membunuh kesombongannya. Dia umumkan Aya Sofya dalam kuasa pribadinya dan tak boleh seorangpun menyentuhnya, lalu dia muliakan tempat itu menjadi Masjid. Semoga Allah merahmatinya.

*Penulis, Salim A Fillah

Tags: #AyaSofya#Kolom#Religi#SalimAFillah
Previous Post

Artis Hana Hanifah Tak Berpakain saat Digerebek Bersama Pengusaha

Next Post

New Normal Diganti, Istilah ODP Dan PDP Covid-19 Dihapus

Next Post
New Normal Diganti, Istilah ODP Dan PDP Covid-19 Dihapus

New Normal Diganti, Istilah ODP Dan PDP Covid-19 Dihapus

MUI Minta Presiden Beri Perhatian Lebih atas Karhutla Berstatus Darurat

MUI Minta Presiden Beri Perhatian Lebih atas Karhutla Berstatus Darurat

2026-10-18
Duka di Bawah Kibaran Bulan Bintang: Ketika Janji Politik Bertukar Kekerasan di Sagoe

Duka di Bawah Kibaran Bulan Bintang: Ketika Janji Politik Bertukar Kekerasan di Sagoe

2026-10-18
Pakar Hukum Tara Negara Prediksi Nasib Gibran di Putusan MK

Zainal Arifin Mochtar: Rocky Gerung di Wantimpres Sulit Ubah Struktur

2026-10-18
Politisi Demokrat Sebut Ini ke Pihak yang Mewacanakan Kembali Pemilu Ditunda

Desak Komisi XI Panggil BEI dan OJK, Jansen Sitindaon: IHSG Anjlok

2026-10-17
DAD DKI Desak RUU Masyarakat Adat Disahkan

DAD DKI Desak RUU Masyarakat Adat Disahkan

2026-10-17
BerbagiLink Besutan Putra Aceh Raih Best Startup II HSDD 2026

BerbagiLink Besutan Putra Aceh Raih Best Startup II HSDD 2026

2026-10-17

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

    Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bendera Bintang Bulan di Acara Maulid Pidie Picu Bentrokan Warga dan TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putusan MK Ijazah Gibran Bukan Pengesahan, Jalur Hukum Masih Terbuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecerdasan Buatan Harus Tetap di Bawah Hukum dan Konstitusi Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tumbler Defect Snapy Mulai Rp5.000 Diburu Ratusan Pengunjung Blok M

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2026 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2026 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In