Selasa, Oktober 20, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional Ekonomi

Target Ambisius 5.200 MW Panas Bumi Terkendala Tarif tak Atraktif

redaksi by redaksi
2026-05-21
in Ekonomi, Politik
0

Foto: dok. istimewa

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (parade.id)- Sekretaris Jenderal Asosiasi Panas Bumi Indonesia (Sekjen API) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Sarulla Operation Limited, Riza Pasikki, mengungkapkan bahwa dari total potensi panas bumi Indonesia yang mencapai 24.000 megawatt (MW), baru sekitar 2.740 MW atau 12 persen yang telah dimanfaatkan menjadi energi listrik. Hal itu disampaikannya saat diwawancarai Pemimpin Redaksi INAnews TV Helmi Romdhoni, dalam Prime Time, Rabu (20/5/2026).

“Masih ada 88 persen yang belum dimanfaatkan. Masih sangat besar opportunity-nya,” ujar Riza.

Related posts

Promo Cashback QRIS BRImo

Promo Cashback QRIS BRImo

2026-10-20
Temuan Kasus Keracunan MBG Momentum Perbaikan oleh BGN

Survei INDEF: Hanya 5 Persen UMKM Formal Bermitra dengan MBG

2026-10-20

Ia menjelaskan, panas bumi merupakan energi yang benar-benar terbarukan karena sistem pengelolaannya bersifat siklikal, fluida yang diproduksi dari perut bumi untuk menghasilkan listrik diinjeksikan kembali, dipanaskan ulang oleh magma, dan terus berputar tanpa henti. Selain itu, emisi karbon yang dihasilkan hanya sekitar 0,1 persen dibandingkan pembangkit listrik tenaga batu bara untuk kapasitas yang sama.

Panas bumi Indonesia pertama kali dioperasikan di Kamojang, Garut, pada 1983, dan kini telah berusia lebih dari empat dekade. Potensi terbesar berada di sepanjang Bukit Barisan, Sumatera.

Target Ambisius 2025–2034

Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas panas bumi sebesar 5.200 MW dalam Rencana Umum Pembangunan Ketenagalistrikan (RUPTL) 2025–2034, hampir dua kali lipat dari total kapasitas yang dibangun sejak Indonesia merdeka hingga saat ini.

Target itu sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement, yakni mencapai net zero emission pada 2060.

“Antara 2025 sampai 2034 ditargetkan penambahan 5.200 MW. Secara target, pemerintah punya ambisi yang besar,” kata Riza.

Tantangan: Tarif Tak Atraktif

Namun, Riza menegaskan bahwa akselerasi pengembangan panas bumi masih terbentur sejumlah kendala, terutama soal komersialisasi. Industri ini padat modal, padat teknologi, dan memiliki risiko eksplorasi yang tinggi. Ironisnya, harga jual listrik panas bumi ke PLN sepenuhnya diatur pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022.

“Proyek IRR-nya sangat tidak atraktif, di bawah 5 persen. Jadi kita butuh insentif dari pemerintah,” tegasnya.

API mendorong pemerintah memberikan insentif fiskal, revisi tarif, dan kepastian regulasi yang konsisten. Kabar baiknya, pemerintah tengah mengkaji revisi Perpres 112 tersebut.

Luruskan Mitos, Tegakkan Standar

Riza juga meluruskan berbagai kekhawatiran masyarakat seputar pengembangan panas bumi. Ia menegaskan, cadangan air tanah tidak akan terganggu karena reservoir panas bumi berada di kedalaman 2.000–3.000 meter, jauh lebih dalam dari sumur air biasa yang hanya sekitar 100 meter.

Soal luas lahan, ia menjelaskan bahwa konsesi panas bumi yang tampak besar di atas kertas, bisa puluhan ribu hektare, hanya merujuk pada wilayah bawah tanah. Lahan permukaan yang benar-benar dibuka tidak lebih dari 300 hektare, berbeda jauh dengan tambang batu bara terbuka.

Kendati demikian, ia mengakui adanya insiden paparan gas H2S di Sorik Merapi pada 2021 yang menewaskan lima warga. “Itu adalah kelemahan yang harus kita akui dan perbaiki. Sejak kejadian itu, tidak ada lagi fatality akibat paparan H2S,” ujarnya.

Dorong Ekonomi Daerah

Di wilayah seperti Maluku yang masih kekurangan pasokan listrik, Riza melihat panas bumi sebagai pemantik pertumbuhan ekonomi. Star Energy, misalnya, baru saja berhasil menemukan potensi 60 MW di lapangan Hamidin, Maluku.

“Kalau ketahanan listrik di Maluku bisa naik, investor lebih tertarik membangun cold storage atau smelter di sana. Geotermal bisa men-trigger kegiatan ekonomi yang pada ujungnya menghasilkan ekspor,” pungkasnya.*

Tags: Panas Bumi TerkendalaTarget Ambisius 5.200Tarif tak Atraktif
Previous Post

Pentingnya Rawat Data Wilayah Demi Cegah Sengketa

Next Post

Hari Arafah Momentum Terbesar Pembebasan dari Api Neraka

Next Post
Hari Arafah Momentum Terbesar Pembebasan dari Api Neraka

Hari Arafah Momentum Terbesar Pembebasan dari Api Neraka

Promo Cashback QRIS BRImo

Promo Cashback QRIS BRImo

2026-10-20
Muhammadiyah Tidak Pernah Ajukan Permintaan Fatwa ke MUI

Muhammadiyah: Karhutla tak Boleh Dinormalisasi sebagai Bencana Tahunan

2026-10-20
Temuan Kasus Keracunan MBG Momentum Perbaikan oleh BGN

Survei INDEF: Hanya 5 Persen UMKM Formal Bermitra dengan MBG

2026-10-20
Mantan KSAD Subagyo HS Wafat, Dimakamkan di TMP Kalibata

Mantan KSAD Subagyo HS Wafat, Dimakamkan di TMP Kalibata

2026-10-20
Kabar Kim Jong Un Meninggal Belum Terverifikasi, Ini Faktanya

Kabar Kim Jong Un Meninggal Belum Terverifikasi, Ini Faktanya

2026-10-20
Belanja Negara Kuartal IV 2026 Rp1.300 Triliun, Ekonomi Stabil

Belanja Negara Kuartal IV 2026 Rp1.300 Triliun, Ekonomi Stabil

2026-10-20

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Bendera Bintang Bulan di Acara Maulid Pidie Picu Bentrokan Warga dan TNI

    Bendera Bintang Bulan di Acara Maulid Pidie Picu Bentrokan Warga dan TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putusan MK Ijazah Gibran Bukan Pengesahan, Jalur Hukum Masih Terbuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolri Ajak MUI Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas lewat “Polisi Bersama Masyarakat”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DBH Migas Riau Anjlok 77,9 Persen, Tokoh Riau Satukan Sikap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KASBI Desak TIPTOP Hentikan Intimidasi dan PHK Sepihak Buruh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2026 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2026 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In