Denpasar (parade.id)- Pasangan Tarmizi dan Afriansyah resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang Saiyo (IKMS) Daerah Bali untuk periode 2026–2031. Penetapan tersebut dilakukan secara mufakat dalam Musyawarah Besar (Mubes) VI IKMS Bali yang digelar Ahad, 4 Januari 2025.
Pemilihan yang berlangsung secara aklamasi ini menjadi agenda utama dalam forum tertinggi organisasi tersebut. Seluruh peserta Mubes memberikan kepercayaan kolektif kepada duet Tarmizi-Afriansyah untuk memimpin organisasi perantau Minang di Pulau Dewata selama lima tahun ke depan.
Sesuai dengan falsafah Minangkabau “bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mufakat“, proses pemilihan berjalan tertib dan penuh kekeluargaan. Forum ini dihadiri oleh unsur pengurus, perwakilan nagari, tokoh adat, serta anggota IKMS Bali yang menjunjung tinggi semangat badunsanak (bersaudara).
“Mubes VI ini merupakan amanah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, sekaligus menjadi ruang evaluasi dan konsolidasi agar IKMS tetap kokoh,” ungkap salah satu panitia dalam keterangan tertulisnya.
Kepemimpinan Tarmizi dan Afriansyah diharapkan mampu membawa IKMS Bali menjadi organisasi yang lebih solid dan inklusif. Dengan memegang prinsip “nan tuo dihormati, nan mudo disayangi”, pasangan ini memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian adat sekaligus memperkuat kontribusi sosial di tanah rantaun.
Selain sebagai wadah pemersatu warga perantau, IKMS Bali di bawah kepemimpinan baru diharapkan terus bersinergi dengan masyarakat lokal serta berkontribusi aktif dalam kegiatan sosial dan budaya di Provinsi Bali.
Sepanjang rangkaian acara, nilai-nilai adat “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” tetap menjadi kompas utama. Suasana demokratis yang mengedepankan etika adat “duduak samo randah, tagak samo tinggi” tercermin dalam setiap sesi penyampaian pendapat oleh para peserta.
Dengan berakhirnya Mubes VI, IKMS Daerah Bali kini memasuki babak baru. Organisasi ini diharapkan terus tumbuh sebagai lembaga yang kuat secara persatuan dan luas dalam pengabdian kepada masyarakat, baik bagi internal warga Minang maupun masyarakat Bali secara umum.









