Selasa, September 29, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Akademisi: Media Massa Sarana Edukasi Penggunaan Bahasa Indonesia

redaksi by redaksi
2021-10-26
in Nasional, Pendidikan
0
Akademisi: Media Massa Sarana Edukasi Penggunaan Bahasa Indonesia
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Purwokerto (PARADE.ID)- Akademisi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Blanyumas, Jawa Tengah, Eko Sri Israhayu mengharapkan media massa dapat menjadi sarana edukasi dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Saat dihubungi di Purwokerto, Selasa, pengajar Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP itu menilai media massa daring terutama yang sebelumnya berbasis pada media cetak cukup tertib dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Related posts

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

2026-09-29
Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

2026-09-28

“Saya masih bisa melihatnya itu sebagai satu bentuk upaya menjaga bagaimana menjaga bahasa Indonesia karena berita itu juga termasuk sebagai penggunaan bahasa Indonesia ilmiah, seperti bahasa Indonesia yang baik dan benar,” katanya.

Menurut dia, hal itu tidak lepas dari redaktur pelaksana yang selama ini tetap menjaga penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar seperti halnya dalam pemberitaan media cetak.

Sementara dalam media daring yang baru bermunculan, kata dia, banyak yang tidak menghiraukan struktur berita yang baik dan lebih menonjolkan sensasinya lebih dahulu.

Bahkan, lanjut dia, hal itu juga dijumpai pada salah satu media daring yang sebenarnya juga berasal dari sebuah media massa cetak.

“Mereka sudah tidak terlalu hirau berkaitan dengan struktur berita yang baik, istilahnya yang penting sensasi dulu, kadang-kadang dicari intinya di mana, nanti diulangi lagi, diulangi lagi, seperti itu. Menurut saya, itu tidak efektif, padahal sebetulnya yang selama ini kita pegang, kaitannya dengan bahasa jurnalistik sebagai suatu media penyampaian berita tentu saja digunakan bahasa yang efektif,” kata dosen yang akrab disapa Yayu itu.

Menurut dia, penggunaan bahasa yang tidak efektif itu banyak dijumpai dalam media-media daring yang belum mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Lebih lanjut, dia mengakui hingga saat ini masih banyak dijumpai pejabat yang belum menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar karena saat sekarang begitu terbuka dalam kaitannya dengan komunikasi dan berbahasa, sehingga dari apa yang terucapkan dimasukkan begitu saja dalam bahasa tulis.

“Padahal, tentu saja berbeda, antara bahasa tulis dan bahasa lisan. Mestinya ketika wartawan memasukkan itu menjadi suatu berita, tentu saja pembahasannya berbeda, kecuali itu merupakan kalimat langsung yang merupakan semacam inti atau kalimat kunci yang memang dijadikan andalan pemberitaan, barangkali memang berbeda, enggak apa-apa,” katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan pengolahan bahasa setelah melalui tangan redaktur akan berbeda dengan berita yang dibuat wartawan.

Yayu mengakui kadang-kadang orang menganggap gampang terhadap penggunaan bahasa Indonesia dan cenderung menyepelekan.

“Sebetulnya tidak demikian. Bahkan sampai saat ini pun kadang-kadang sampai tingkat pendidikan lebih tinggi, menuliskan ‘di’ yang dirangkai (sebagai awalan, red.) dan ‘di’ yang dipisah (sebagai kata penghubung, red.) suka bingung. Jadi, saya kira mesti ditumbuhkan sebagai orang Indonesia, bagaimana kita punya gerakan supaya cinta bahasa dan sastra Indonesia,” katanya.

Apalagi saat sekarang, kata dia, bahasa Indonesia juga diajarkan di banyak negara seperti Rusia dan Australia. Oleh karena itu ketika mengajar mahasiswa reguler, pihaknya memutarkan video tentang orang-orang di luar negeri yang belajar bahasa Indonesia.

Menurut dia, hal itu dilakukan agar jangan sampai bangsa Indonesia belajar bahasa negaranya sendiri justru dari orang Rusia atau Australia.

Selain itu, dia mengharapkan media massa juga bisa memberikan edukasi dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Ia mengharapkan momentum Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober dapat menumbuhkan rasa cinta dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar bagi semua kalangan.

*Sumber: Antara

Tags: #Akademisi#Nasional#Pendidikan#Purwokerto
Previous Post

Panglima TNI Mutasi 108 Perwira Tinggi TNI

Next Post

Wamenkes: Tarif PCR Rp300 Ribu Masuk Akal untuk Dilaksanakan

Next Post
Wamenkes: Tarif PCR Rp300 Ribu Masuk Akal untuk Dilaksanakan

Wamenkes: Tarif PCR Rp300 Ribu Masuk Akal untuk Dilaksanakan

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

2026-09-29
Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

2026-09-28
Akar Kabut Asap Kalteng: LSM Progress Tuntut Status Darurat Nasional

Akar Kabut Asap Kalteng: LSM Progress Tuntut Status Darurat Nasional

2026-09-28

Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong: Penolakan, Temuan Hunian Mewah hingga Respons Yusril

2026-09-25

APPI Desak DPR Coret Nyoman Adhi Suryadnyana Calon Anggota BPK

2026-09-24
Herdman Diuji, Timnas Indonesia Buka FIFA ASEAN Cup 2026

Herdman Diuji, Timnas Indonesia Buka FIFA ASEAN Cup 2026

2026-09-24

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APPI Desak DPR Coret Nyoman Adhi Suryadnyana Calon Anggota BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lepi Ali Firmansyah Kembali Terpilih Menjadi Ketua PKB Cianjur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Asal Mula Berdirinya Kesultanan Utsmani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soal Pemimpin Dibiayai Cukong Direspon Politisi: Tunjuk Hidung Saja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In