Rabu, September 30, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Teknologi

Empat Jenis Threat Intelligence Menurut Kaspersky

redaksi by redaksi
2020-06-30
in Teknologi
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong, mengatakan intelijen ancaman (threat intelligence) adalah komponen kunci dari setiap ekosistem keamanan siber (cybersecurity). Threat Intelligence, kata dia, adalah sebuah tindakan selangkah lebih maju bagi organisasi/perusahaan untuk menjaga keamanan siber sekaligus mendukung operasional.

“Threat Intelligence adalah komponen kunci dari setiap ekosistem cybersecurity,” kata Yeo Siang Tiong dalam siaran pers, Senin (29 Juni 2020).

Related posts

Presiden Hargai Riset BRIN

Presiden Hargai Riset BRIN

2026-08-08
Pembelajaran Online Melalui YukBelajar.com: Solusi Edukasi Digital di Era Modern

Pembelajaran Online Melalui YukBelajar.com: Solusi Edukasi Digital di Era Modern

2026-01-06

Tidak mudah melakukan threat intelligence dengan baik. Gartner – perusahaan riset teknologi informasi – mendefinisikan intelijen ancaman sebagai pengetahuan berbasis bukti, termasuk konteks, mekanisme, indikator, implikasi, dan rekomendasi yang berorientasi pada tindakan mengenai ancaman atau potensi bahaya yang dapat atau muncul terhadap aset.

Saat ini, banyak penyedia layanan yang menawarkan solusi threat intelligence. Sehingga, memiliki pemahaman terkait fungsi dari masing-masing solusi intelijen ancaman sangat penting karena akan memberikan gambaran sebelum sebuah organisasi mengimplementasi suatu solusi intelijen ancaman.

Tiong mengatakan terdapat empat jenis utama intelijen ancaman. Ke-empat jenis itu antara lain strategis, taktis, teknis, dan operasional:

1. Strategic Threat Intelligence.

Jenis strategic threat intelligence biasanya berisi analisis tingkat tinggi yang berisi tren secara luas dan umum dari waktu ke waktu tentang bagaimana ancaman siber dapat memengaruhi bisnis kepada para petinggi yang merupakan pengambil kebijakan dalam organisasi. Singkatnya, jenis ini ditujukan kepada para audiens non-teknis.

“Mereka berbeda dari jenis intelijen ancaman lainnya yang biasanya dari sumber terbuka seperti laporan dan sejenisnya,” tambah Tiong.

2. Tactical Threat Intelligence.

Jenis ini dikhususkan kepada para pegawai/staf teknis di organisasi. Tactical threat intelligence, kata Tiong, mengacu pada informasi tentang taktik, teknik dan prosedur (TTP) dari para penjahat cyber atau aktor ancaman.

“Informasi semacam itu memiliki kecenderungan untuk fokus pada keadaan saat ini, karena pihak yang bertanggung jawab atas keamanan infrastruktur IT organisasi perlu memahami penyebab mereka diserang demi mendapatkan strategi untuk melawan kembali,” ujarnya.

3. Technical Threat Intelligence.

Technical threat intelligence sangat berfokus pada indikator peretasan/indicator of compromise (IoC) seperti URL yang mencurigakan atau kumpulan malware-malware yang pernah diidentifikasi sebelumnya.

Technical threat intelligence ini penting karena dapat memberikan penjaga keamanan siber di sebuah perusahaan tentang gagasan apa yang harus dicari sehingga berguna untuk menganalisis serangan. Misalnya serangan rekayasa sosial (social engineering).

4. Operational Threat Intelligence.

Operational Threat Intelligence bertujuan untuk menjawab pertanyaan siapa, apa, dan bagaimana serangan yang terjadi di ruang siber. Faktor-faktor yang relevan, seperti sifat, maksud, waktu, dan kecanggihan kelompok peretasan juga menjadi ranah operational threat intelligence.

Meski demikian, Operational Threat Intelligence memiliki beberapa tumpang tindih dengan intelijen ancaman teknis. Penyebabnya karena Operational Threat Intelligence tidak berisikan sejumlah elemen informasi teknis mengenai vektor serangan atau jenis domain perintah/kontrol yang digunakan.

“Namun, sumber lain dari Operational Threat Intelligence juga dapat diperoleh dari masuknya saluran komunikasi aktor ancaman, memungkinkan seseorang mendapatkan wawasan khusus untuk memahami kemampuan para pelaku kejahatan siber,” kata Tiong.

Lebih lanjut, intelijen ancaman dapat menjadi hal yang luar biasa kompleks. Bahkan bagi seorang profesional IT berpengalaman sekalipun. Tetapi, memiliki kemampuan intelijen ancaman bagi sebuah perusahaan, terutama yang sudah tergolong (enterprise) raksasa merupakan keharusan mutlak untuk menjaga keamanan di ruang siber.

(Cyberthreat/PARADE.ID)

Tags: #Kaspersky#Siber
Previous Post

Wasiat Nabi Nuh Menjelang Wafatnya

Next Post

Paparkan Langkah Pemerintah, Sri Mulyani: Krisis Kali Ini Beda Sekali

Next Post

Paparkan Langkah Pemerintah, Sri Mulyani: Krisis Kali Ini Beda Sekali

Presiden ASPIRASI: Gaji Dipotong Kantong Buruh Kosong

Prabowo Dua Tahun: Pekerja Informal Masih Jauh Mendominasi

2026-09-30
Buruh Tagih DPR: Jangan Sekadar Kejar Target RUU Ketenagakerjaan

Buruh Tagih DPR: Jangan Sekadar Kejar Target RUU Ketenagakerjaan

2026-09-30
Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

2026-09-29
Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

2026-09-28
Akar Kabut Asap Kalteng: LSM Progress Tuntut Status Darurat Nasional

Akar Kabut Asap Kalteng: LSM Progress Tuntut Status Darurat Nasional

2026-09-28

Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong: Penolakan, Temuan Hunian Mewah hingga Respons Yusril

2026-09-25

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APPI Desak DPR Coret Nyoman Adhi Suryadnyana Calon Anggota BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lepi Ali Firmansyah Kembali Terpilih Menjadi Ketua PKB Cianjur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risiko Masih Pakai Windows 7

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong: Penolakan, Temuan Hunian Mewah hingga Respons Yusril

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In