Minggu, Oktober 11, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional Politik

Sejarah Dijadikan “Permainan” Survei [KedaiKOPI] dalam Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

redaksi by redaksi
2025-11-11
in Politik
0
Sejarah Dijadikan “Permainan” Survei [KedaiKOPI] dalam Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

Foto: Rocky Gerung/tangkapan layar

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (parade.id)- Dalam unggahan di kanal YouTube-nya Senin (10/11/2025), pengamat politik Rocky Gerung menyoroti kontroversi penetapan mantan Presiden Soeharto sebagai pahlawan nasional yang dijustifikasi dengan hasil survei dari lembaga KedaiKOPI pimpinan Hendri Satrio. Survei tersebut menyatakan 80,7 persen responden menyetujui pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto.

“Politik akhirnya hanya ditentukan oleh hasil survei. Kita mulai menduga bahwa ada semacam upaya untuk bukan sekadar memalsukan sejarah, tapi membuat sejarah itu berubah menjadi permainan survei. Sejarah menjadi permainan statistik,” ujar Rocky Gerung.

Related posts

Wantimpres Rocky Gerung: Aktivis di Istana Era Jokowi Gagal Total

Wantimpres Rocky Gerung: Aktivis di Istana Era Jokowi Gagal Total

2026-10-10
Pakar Hukum Sebut Karantina Berbeda dengan PSBB

MK Buktikan Gibran tak Punya Ijazah SMA, DPR Bisa Ajukan Pemberhentian

2026-10-10

Rocky mengkritisi sikap diam para menteri yang berasal dari kalangan kiri yang mengiyakan hasil survei tersebut tanpa memberikan kontranarasi. Menurutnya, politik Indonesia kini ditentukan oleh algoritma lembaga survei, bukan oleh imperatif moral dan determinasi etis.

“Sekarang kita dituntun oleh semacam algoritma lembaga survei bahwa apa yang kita sebut matematika itu sebetulnya hanyalah upaya untuk memberi pembenaran pada satu nilai politik,” jelasnya.

Ia menyebut terdapat orkestrasi yang terlihat jelas, di mana aktivis dan organisasi kemasyarakatan (OKP) kompak mendukung penetapan tersebut. “Jadi kita mulai lihat ada orkestrasi tepatnya yang akan membrukkan negeri ini karena nilai atau etika dalam politik itu terabaikan atau terjual oleh hasil lembaga survei,” kritik Rocky.

Rocky melihat adanya operasi pengiringan opini publik melalui lembaga survei, mirip dengan pola yang terjadi selama satu dekade pemerintahan Jokowi. Ia menilai kebimbangan dan ketidakpahaman publik tentang sejarah dimanfaatkan, kemudian “dibenamkan di dalam statistik.”

“Politik itu bukan jumlah responden atau margin of error yang bisa dipermainkan. Tapi politik adalah soal imperatif moral. Politik adalah soal determinasi etis,” tegasnya.

Pengamat politik ini menekankan bahwa sejarah yang baik bukanlah sejarah yang mengingat para pahlawan, melainkan sejarah yang mengingat para pengkhianat. “Sejarah yang bagus, sejarah yang benar itu sejarah yang etis bukan mengingat para pahlawan, tapi mengingat para pengkhianat,” ujarnya.

Rocky mengakui bahwa Soeharto memiliki catatan prestasi dalam pembangunan, bahkan menyebutnya melampaui semua mantan presiden dalam soal infrastruktur. Indonesia tumbuh 7-8 persen di era Orde Baru dengan keberhasilan ekstraktif industri yang dialihkan menjadi sekolah, jalan, dan irigasi.

Namun, ia mengingatkan bahwa pada masa itu juga tumbuh kritik dari gerakan kiri yang menganggap Indonesia berada dalam bahaya militarisme dan kapitalisme birokrat. Catatan buruk rezim Orde Baru, termasuk pengendalian politik otoritarian, tidak bisa diabaikan.

Rocky juga menyoroti paradoks antara penetapan Soeharto sebagai pahlawan dengan visi sosialisme Indonesia yang diusung Presiden Prabowo. “Sistem Orde Baru tentu bukan sistem sosialis,” katanya.

Ia menilai bahwa selama 10 tahun pemerintahan Jokowi, perdebatan intelektual menjadi pundah dan lumpuh, tidak ada diskursus deliberatif yang menghasilkan konsep bermutu. Euforia pada Jokowi menjadi “grammar politik Indonesia” yang dimanfaatkan lembaga survei.

“Negeri ini punya banyak kesempatan untuk tumbuh tetapi dikendalikan oleh kaum oportunis,” pungkas Rocky Gerung sambil mengajak untuk mengenang bukan kepahlawanan, tetapi para pengkhianat di balik isu-isu kepahlawanan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah atau lembaga survei KedaiKOPI terkait kritik Rocky Gerung tersebut.*

Tags: KedaiKOPI Rocky Gerungsurvei KedaiKOPI
Previous Post

YLBHI Kecam Penganugerahan Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Next Post

Kompolnas Partai Buruh Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Next Post
Kompolnas Partai Buruh Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Kompolnas Partai Buruh Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Wantimpres Rocky Gerung: Aktivis di Istana Era Jokowi Gagal Total

Wantimpres Rocky Gerung: Aktivis di Istana Era Jokowi Gagal Total

2026-10-10
Pakar Hukum Sebut Karantina Berbeda dengan PSBB

MK Buktikan Gibran tak Punya Ijazah SMA, DPR Bisa Ajukan Pemberhentian

2026-10-10

Keadilan Harus Didahulukan atas Kepastian Hukum

2026-10-09
Integritas Lahir dari Hati Nurani, Bukan Pengawasan Polisi

Integritas Lahir dari Hati Nurani, Bukan Pengawasan Polisi

2026-10-09
Pesan Sekum PP Muhammadiyah Jelang Tahun Politik: Mengedepankan Rasionalitas-Objektif, Hindari Fanatisme

Siswa tak Lagi Otomatis Naik Kelas 2027, Ini Penjelasan Mendikdasmen

2026-10-08
Indonesia Bakal Gabung OECD, Dorong Kerja Sama Malaysia

Indonesia Bakal Gabung OECD, Dorong Kerja Sama Malaysia

2026-10-08

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makasar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makasar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ormawa Unpam: Aksi Merusak Fasum hingga Penjarahan Mencederai Nilai Perjuangan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecelakaan Kerja Fatal di Lingkar Tambang Harita, AP3LT Ungkap Dugaan Kelalaian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wisata Ramah Muslim Indonesia Tertinggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Ini Isi dan Respons Buruh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2026 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2026 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In