Minggu, Oktober 18, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Teknologi

Data Pengguna E-Commerce Bocor, Ini Bukti RI Rawan Cybercrime

redaksi by redaksi
2020-07-07
in Teknologi
0
Data Pengguna E-Commerce Bocor, Ini Bukti RI Rawan Cybercrime
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Jagad dunia maya Tanah Air kembali dihebohkan oleh pemberitaan yang menyebutkan bahwa data pelanggan e-commerce RI berhasil dibobol oleh hacker. Kejahatan siber (cybercrime) memang jadi ancaman semua negara, tak terkecuali RI yang masuk golongan ‘rawan’.

Mei lalu, sebuah insiden pencurian data pelanggan terjadi. Targetnya adalah pengguna Tokopedia. Sebanyak 91 juta data pengguna dijual US$ 5.000 di dark web. Kini data tersebut sudah bisa diunduh bebas di internet.
Upaya pencurian data serupa juga pernah menimpa pelaku e-commerce lain seperti Bukalapak, Lazada hingga Bhinneka. Pada 2019 seorang hacker asal Pakistan mengklaim telah mencuri jutaan data pengguna e-Commerce yang didirikan oleh Ahmad Zaky dan Fajrin Rasyid ini.

Related posts

Ancaman Deepfake dan Malware AI, Regulasi Indonesia Dinilai Tertinggal

Ancaman Deepfake dan Malware AI, Regulasi Indonesia Dinilai Tertinggal

2026-10-01
Presiden Hargai Riset BRIN

Presiden Hargai Riset BRIN

2026-08-08

Bukalapak sendiri mengakui sempat ada aksi hacker di platform mereka namun mereka menampik adanya pencurian data, tidak ada data pengguna yang berhasil dicuri.

Hacker juga pernah berupaya curi data pengguna Lazada. Aksi tersebut terjadi pada 2015 di mana sekelompok hacker yang menamai dirinya ‘Gantengers Crew’.

Pada halaman promo Lazada muncul warna hitam bertuliskan “Gantengers Crew pwnz u”. Atas aksi ini Lazada menyatakan melakukan investigasi dan tidak semudah itu mengambil data-data konsumen.

Kasus yang terjadi dalam kurun waktu berdekatan dengan jumlah data yang banyak tentunya mencerminkan bahwa penerapan keamanan siber (cybersecurity) di Tanah Air masih terbilang lemah.

Jika mengacu pada kajian Global Cybersecurity Index (GCI) dari International Telecommunication Union (ITU) pada 2018 lalu, Indonesia berada di peringkat 9 secara regional dan 41 secara global dengan skor 0,776.

Peringkat Indonesia masih berada di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand. Aspek yang dinilai dalam GCI meliputi legal, teknikal, organisasi, pembangunan kapasitas melalui kegiatan riset, pengembangan dan training hingga kooperasi.

Studi lain yang juga masih menggunakan sumber data dari ITU dilakukan oleh sebuah perusahaan pengelola password bernama PasswordManagers.co.

Selain menggunakan data dari ITU, perusahaan tersebut juga menggunakan data lain yang bersumber dari Microsoft seperti Malware Encounter Rate, Ransomware Encounter Rate, Cryptocurrency Mining Encounter Rate, Drive-by Download Page Encounter Rate, Cloud Provider Related Incoming Attacks.

PasswordManagers.co kemudian menggabungkan, mengolah dan menganalisa kedua data tersebut hingga menyajikannya menjadi Cybersecurity Exposure Index (CEI) yang mengukur eksposur suatu negara terhadap cybercrime.

Eksposur yang rendah memiliki indeks di bawah 0,4. Sementara untuk indeks yang berada di 0,4-0,6 menunjukkan adanya eksposur yang sedang. Di atas 0,6 berarti eksposurnya tinggi.

Dari lima negara kawasan Asia Tenggara yang dievaluasi yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia dan Filipina, RI berada di peringkat 4 masih kalah dengan Negeri Singa, Negeri Jiran dan Negeri Gajah Putih.

Skor Indonesia pun berada di 0,617. Itu artinya eksposur Indonesia terhadap kejahatan siber memang tergolong tinggi. Dalam kajian tersebut Indonesia masih lebih baik peringkatnya dibandingkan dengan Filipina.

Namun di tengah semaraknya ekonomi digital Tanah Air, seharusnya fokus pada pembangunan keamanan siber lebih ditingkatkan lagi. Meski kue ekonomi digital masih di tergolong kecil karena kurang dari 5%, tetapi pertumbuhannya hampir 8 kali lipat pertumbuhan PDB nasional per tahunnya.

Ekonomi digital yang ditopang oleh transaksi melalui on-demand apps hingga e-commerce dengan pertumbuhan dobel digit seharusnya membuat setiap pemangku kepentingan lebih sadar untuk bersama-sama mewujudkan cybersecurity.

Bagaimanapun juga perang siber alias perang di awang-awang merupakan ancaman yang serius bukan hanya bagi konsumen yang datanya bisa dibobol, tapi ini isu strategis yang juga menyangkut pertahanan suatu negara. Sehingga kita tidak bisa tutup mata akan hal ini.

(cnbcindonesia/PARADE.ID)

Tags: #Hacker#Siber
Previous Post

Golkar-Nasdem Potensial Berkoalisi pada Pilkada Kepri 2020

Next Post

Raker dengan Mentan, DPR singgung Kalung Eucalytpus Atasi Corona

Next Post
Raker dengan Mentan, DPR singgung Kalung Eucalytpus Atasi Corona

Raker dengan Mentan, DPR singgung Kalung Eucalytpus Atasi Corona

Pakar Hukum Tara Negara Prediksi Nasib Gibran di Putusan MK

Zainal Arifin Mochtar: Rocky Gerung di Wantimpres Sulit Ubah Struktur

2026-10-17
Politisi Demokrat Sebut Ini ke Pihak yang Mewacanakan Kembali Pemilu Ditunda

Desak Komisi XI Panggil BEI dan OJK, Jansen Sitindaon: IHSG Anjlok

2026-10-17
DAD DKI Desak RUU Masyarakat Adat Disahkan

DAD DKI Desak RUU Masyarakat Adat Disahkan

2026-10-17
BerbagiLink Besutan Putra Aceh Raih Best Startup II HSDD 2026

BerbagiLink Besutan Putra Aceh Raih Best Startup II HSDD 2026

2026-10-17
Tandyo Budi Revita Jadi KSAD, Gantikan Maruli Simanjuntak

Tandyo Budi Revita Jadi KSAD, Gantikan Maruli Simanjuntak

2026-10-16
Surat BKP Viral, Instansi Diminta Unggah Capaian 2 Tahun Pemerintah

Surat BKP Viral, Instansi Diminta Unggah Capaian 2 Tahun Pemerintah

2026-10-16

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

    Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putusan MK Ijazah Gibran Bukan Pengesahan, Jalur Hukum Masih Terbuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bendera Bintang Bulan di Acara Maulid Pidie Picu Bentrokan Warga dan TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi Digital dan UMKM 2 Tahun Prabowo-Gibran: Pertumbuhan Rapuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tumbler Defect Snapy Mulai Rp5.000 Diburu Ratusan Pengunjung Blok M

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2026 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2026 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In