Senin, Februari 16, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Akademisi: Media Massa Sarana Edukasi Penggunaan Bahasa Indonesia

redaksi by redaksi
2021-10-26
in Nasional, Pendidikan
0
Akademisi: Media Massa Sarana Edukasi Penggunaan Bahasa Indonesia
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Purwokerto (PARADE.ID)- Akademisi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Blanyumas, Jawa Tengah, Eko Sri Israhayu mengharapkan media massa dapat menjadi sarana edukasi dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Saat dihubungi di Purwokerto, Selasa, pengajar Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP itu menilai media massa daring terutama yang sebelumnya berbasis pada media cetak cukup tertib dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Related posts

Sekjen KPCDI: Pemblokiran BPJS PBI Pasien Cuci Darah Langgar HAM

2026-02-15
Presiden Prabowo Tekankan Integrasi Program Strategis untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Presiden Prabowo Tekankan Integrasi Program Strategis untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

2026-02-14

“Saya masih bisa melihatnya itu sebagai satu bentuk upaya menjaga bagaimana menjaga bahasa Indonesia karena berita itu juga termasuk sebagai penggunaan bahasa Indonesia ilmiah, seperti bahasa Indonesia yang baik dan benar,” katanya.

Menurut dia, hal itu tidak lepas dari redaktur pelaksana yang selama ini tetap menjaga penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar seperti halnya dalam pemberitaan media cetak.

Sementara dalam media daring yang baru bermunculan, kata dia, banyak yang tidak menghiraukan struktur berita yang baik dan lebih menonjolkan sensasinya lebih dahulu.

Bahkan, lanjut dia, hal itu juga dijumpai pada salah satu media daring yang sebenarnya juga berasal dari sebuah media massa cetak.

“Mereka sudah tidak terlalu hirau berkaitan dengan struktur berita yang baik, istilahnya yang penting sensasi dulu, kadang-kadang dicari intinya di mana, nanti diulangi lagi, diulangi lagi, seperti itu. Menurut saya, itu tidak efektif, padahal sebetulnya yang selama ini kita pegang, kaitannya dengan bahasa jurnalistik sebagai suatu media penyampaian berita tentu saja digunakan bahasa yang efektif,” kata dosen yang akrab disapa Yayu itu.

Menurut dia, penggunaan bahasa yang tidak efektif itu banyak dijumpai dalam media-media daring yang belum mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Lebih lanjut, dia mengakui hingga saat ini masih banyak dijumpai pejabat yang belum menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar karena saat sekarang begitu terbuka dalam kaitannya dengan komunikasi dan berbahasa, sehingga dari apa yang terucapkan dimasukkan begitu saja dalam bahasa tulis.

“Padahal, tentu saja berbeda, antara bahasa tulis dan bahasa lisan. Mestinya ketika wartawan memasukkan itu menjadi suatu berita, tentu saja pembahasannya berbeda, kecuali itu merupakan kalimat langsung yang merupakan semacam inti atau kalimat kunci yang memang dijadikan andalan pemberitaan, barangkali memang berbeda, enggak apa-apa,” katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan pengolahan bahasa setelah melalui tangan redaktur akan berbeda dengan berita yang dibuat wartawan.

Yayu mengakui kadang-kadang orang menganggap gampang terhadap penggunaan bahasa Indonesia dan cenderung menyepelekan.

“Sebetulnya tidak demikian. Bahkan sampai saat ini pun kadang-kadang sampai tingkat pendidikan lebih tinggi, menuliskan ‘di’ yang dirangkai (sebagai awalan, red.) dan ‘di’ yang dipisah (sebagai kata penghubung, red.) suka bingung. Jadi, saya kira mesti ditumbuhkan sebagai orang Indonesia, bagaimana kita punya gerakan supaya cinta bahasa dan sastra Indonesia,” katanya.

Apalagi saat sekarang, kata dia, bahasa Indonesia juga diajarkan di banyak negara seperti Rusia dan Australia. Oleh karena itu ketika mengajar mahasiswa reguler, pihaknya memutarkan video tentang orang-orang di luar negeri yang belajar bahasa Indonesia.

Menurut dia, hal itu dilakukan agar jangan sampai bangsa Indonesia belajar bahasa negaranya sendiri justru dari orang Rusia atau Australia.

Selain itu, dia mengharapkan media massa juga bisa memberikan edukasi dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Ia mengharapkan momentum Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober dapat menumbuhkan rasa cinta dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar bagi semua kalangan.

*Sumber: Antara

Tags: #Akademisi#Nasional#Pendidikan#Purwokerto
Previous Post

Panglima TNI Mutasi 108 Perwira Tinggi TNI

Next Post

Wamenkes: Tarif PCR Rp300 Ribu Masuk Akal untuk Dilaksanakan

Next Post
Wamenkes: Tarif PCR Rp300 Ribu Masuk Akal untuk Dilaksanakan

Wamenkes: Tarif PCR Rp300 Ribu Masuk Akal untuk Dilaksanakan

Sekjen KPCDI: Pemblokiran BPJS PBI Pasien Cuci Darah Langgar HAM

2026-02-15
Presiden Prabowo Tekankan Integrasi Program Strategis untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Presiden Prabowo Tekankan Integrasi Program Strategis untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

2026-02-14
Dua Pilot Ditembak Mati di Papua: IPI Desak Negara Lindungi Keamanan Penerbangan

Dua Pilot Ditembak Mati di Papua: IPI Desak Negara Lindungi Keamanan Penerbangan

2026-02-13
Menko Airlangga Klaim Penyaluran KUR pada Sektor Pertanian Meningkat Pesat

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,39 Persen di Kuartal IV, Tertinggi di G20

2026-02-13
Netty Aher Angkat Suara soal Meningkatnya Kasus Diabetes pada Anak

Penghapusan Tunggakan Iuran PBPU Harus Berpihak pada Rakyat Miskin

2026-02-12
Dana Umat Bisa Capai Rp500 Triliun Setahun jika Dikelola Baik

Dana Umat Bisa Capai Rp500 Triliun Setahun jika Dikelola Baik

2026-02-09

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Senat Hukum Universitas Jayabaya Tolak Penundaan Pemilu 2024, Ini Alasannya

    Terobosan pada Sidang Etik Polri Diapresiasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CBA Desak Kejagung Panggil Presdir Astra Internasional, Menyoal Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GMKR Deklarasikan Perang terhadap Oligarki: Gibran dan Jokowi Jadi Target Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dedi Hardianto Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Diumumkan Komisi IX

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana Umat Bisa Capai Rp500 Triliun Setahun jika Dikelola Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In