Jakarta (parade.id)- BerbagiLink, startup infrastruktur digital commerce yang didirikan dua putra Aceh, meraih penghargaan Best Startup II dalam Halal Startup Demo Day (HSDD) 2026. Ajang ini digelar sebagai bagian dari International Halal Startup Summit (IHSS) dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Startup tersebut didirikan Muammar Khadafi asal Lhokseumawe dan Firmansyah Asnawi asal Banda Aceh. Penghargaan diraih setelah BerbagiLink melewati rangkaian kurasi dan pitching bersama startup dari berbagai daerah di Indonesia. HSDD 2026 sendiri menghimpun 152 startup yang dijaring melalui jalur kurasi KNEKS, kementerian/lembaga, venture capital, inkubator, akselerator, hingga perguruan tinggi.
“Ini pertama kalinya kami mengikuti ajang pitching seperti HSDD. Alhamdulillah, atas izin Allah BerbagiLink diberikan hasil yang sangat baik dengan meraih Best Startup II. Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya tentang juara, tetapi juga validasi bahwa produk teknologi yang dibangun dari Indonesia, bahkan dirintis oleh putra-putra Aceh, memiliki peluang untuk berkembang lebih luas,” ujar Co-Founder sekaligus COO PT Amanah Karya Indonesia, Firmansyah Asnawi.
Proses Seleksi hingga Final
Keikutsertaan BerbagiLink bermula dari rekomendasi HIPMI Syariah Aceh, yang diketuai Aris Munandar, dengan Firmansyah Asnawi sebagai Wakil Ketua Umum. Startup ini kemudian diusulkan ke HIPMI Syariah Pusat untuk menjalani seleksi dan kurasi tingkat nasional.
Pada tahap awal, BerbagiLink mempresentasikan pitch deck pada Senin, 28 September 2026, di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, di hadapan dewan juri dan calon investor. Setelah lolos ke final, pitching dilanjutkan pada Rabu, 14 Oktober 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, dalam rangkaian International Halal Startup Summit 2026, yang merupakan bagian dari ISEF 2026 pada 14–18 Oktober 2026. Para finalis tampil di hadapan dewan juri, pelaku industri, dan jejaring investor, termasuk dari Belanda, Singapura, dan Arab Saudi.
Firmansyah menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang membuka jalan bagi BerbagiLink. “Kami berterima kasih kepada HIPMI Syariah Aceh dan HIPMI Syariah Pusat yang telah membuka jalan sehingga BerbagiLink dapat mengikuti proses ini, juga kepada KNEKS dan seluruh pihak yang telah menghadirkan ruang pertemuan antara startup, pemerintah, industri dan investor. Mudah-mudahan ini menjadi awal bagi BerbagiLink untuk tumbuh lebih besar dan memberi manfaat lebih luas,” katanya.
Infrastruktur Digital Commerce dalam Satu Ekosistem
BerbagiLink dikembangkan oleh PT Amanah Karya Indonesia (AmanahCorp), perusahaan teknologi yang berfokus pada pengembangan perangkat lunak dan solusi digital. Platform ini memungkinkan bisnis, kreator, komunitas, lembaga, dan penyelenggara kegiatan memiliki kanal digital sendiri dalam satu ekosistem.
Fitur utamanya meliputi mini website atau link in bio, event ticketing, online shop, donasi dan dukungan (support), kelas online, pembayaran, serta pengelolaan data dan engagement pengguna.
Menurut Firmansyah, fitur-fitur tersebut berkembang dari kebutuhan nyata pengguna. “Awalnya kebutuhan pengguna berbeda-beda. Ada yang membutuhkan halaman digital, ada yang membutuhkan sistem ticketing, penjualan produk, donasi hingga kelas online. Dari kebutuhan customer itulah BerbagiLink terus berkembang menjadi platform dengan beberapa kanal transaksi dalam satu ekosistem,” jelasnya.
BerbagiLink telah digunakan berbagai ekosistem, antara lain Halal Fair, Muslim Life Fest, Halal Kulture Market, BAZNAS, LAZISMU, BMH, Rumah Yatim, komunitas dan figur dakwah, serta kegiatan expo, pendidikan, dan bisnis umum. Meski tumbuh dari ekosistem Muslim dan ekonomi halal, platform ini dirancang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Latar Belakang Pendiri
Muammar Khadafi dan Firmansyah Asnawi sama-sama menyelesaikan Magister Teknologi Informasi (MTI) di Universitas Indonesia. Muammar berfokus pada pengembangan teknologi, produk, dan engineering, sementara Firmansyah menangani pengembangan bisnis, pertumbuhan, dan kemitraan strategis. Firmansyah sebelumnya berkarier sebagai IT Auditor di perbankan syariah.
Keduanya pernah menjadi Super Mentor Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022, program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. BerbagiLink juga tercatat sebagai finalis AKI 2024.
HSDD dan International Halal Startup Summit merupakan bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional dalam ISEF 2026, yang mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.







