Kamis, Januari 1, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional Ekonomi

Exco Partai Buruh Bidang Anggaran dan Kebijakan Menyoal Resesi Global

redaksi by redaksi
2022-11-03
in Ekonomi, Nasional, Politik
0
Exco Partai Buruh Bidang Anggaran dan Kebijakan Menyoal Resesi Global
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (parade.id)- Pengurus Executive Commite Partai Buruh Bidang Anggaran dan Kebijakan Gede Sandra menyoal resesi global yang dirasa olehnya menjadi ancaman perekonomian Indonesia. Bahkan kata dia, Indonesia telah mengalami resesi—dalam pusaran awan gelap resesi global 2023.

“Hari ini resesi stagflasi kita dengar sebagai bentuk ancaman resesi global 2023. Setelah itu, banyak bermuncalan resesi atau krisis-krisis yang lainnya, seperti di tahun 1998 (krisis moneter), 2008 (The Great Resesoin), 2020 Pandemi Covid, dan ancaman tahun 2023 akibat perang Ukraina dan Rusia, karena dua negara tersebut merupakan penghasil energi dan gandum terbesar, sehingga akibat perang tersebut menimbulkan inflasi ekonomi dan mecetnya pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya, kepada parade.id, baru-baru ini.

Related posts

Mempertanyakan Urgensi Wacana Pilkada Melalui DPRD di Tengah Bencana Sumatra

Mempertanyakan Urgensi Wacana Pilkada Melalui DPRD di Tengah Bencana Sumatra

2025-12-31
PMII Makassar Tolak Keras Wacana Pilkada Lewat DPRD: Perampasan Hak Rakyat

PMII Makassar Tolak Keras Wacana Pilkada Lewat DPRD: Perampasan Hak Rakyat

2025-12-31

“Para ekonom di Indonesia sudah mengatakan bahwa sekarang ini negara kita sudah mengalami resesi. Sekarang ini, harga-harga asset property seperti perumahan dan apartemen harganya sudah jatuh, 20-30 persen. Dan di berbagai negara sudah mengalami kejatuhan harga asset,” ia melanjutkan.

Kalau di ekonomi rakyat, kata dia, resesi ekonomi sudah mulai terjadi. Dinana hari ini, rakyat miskin mengalami kenaikan jumlahnya—dilihat dari inflasi yang naik hingga 15 persen.

Artinya rakyat misiin sudah mengalami tekor akibat krisis atau resesi global. Rakyat miskin perkotaan yang paling tidak aman dari situasi resesi seperti ini. Sebab, mereka semua tidak terserap dari lapangan pekerjaan atau bisa di sebut sebagai pengangguran. Dan mereka semua yang paling sensitive atas kenaikan harga pangan.

“Jawaban saya atas pertanyaan tersebut, adalah Indonesia sudah mengalami resesi global, walau masih di level kecil dan level yang besar akan dating pada awal tahun 2023,” katanya.

Menyoal peran pemerintah, Sandra mengatakan bahwa paling penting itu pemerintah harus menjamin perekonomian rakyat kecil pada saat resesi dan diberikan subsidi secara langsung dengan nilai yang besar, serta pemerintah juga harus membantu para industri agar tidak melakukan PHK kepada para pekerja.

Selain itu, kata dia, Pemerintah harus mulai melakukan re-negoisiasi terhadap jumlah utang kita, karena jumlah utang yang kita bayar tiap tahunnya terlalu besar. Pemerintah juga harus menegosiasikan mengenai pemotongan bunga utang.

“Hal yang selanjutnya dilakukan negara adalah membuat kebijakan politik, mengenai penurunan harga bahan pokok dan BBM, yang tentu saja kemudian akan membantu pemerintah dalam menghadapi resesi global,” tambahnya.

Agar rakyat dapat bertahan di tengah resesi global, hal yang setidaknya perlu dilakukan oleh rakyat adalah harus lebih kritis akan situasi, karena rakyat adalah korban.

“Rakyat harus mengawasi peran pemerintah dalam pengelolaan keuangan dan menuntut pemerintah ketika pemerintah lepas tangan dari situasi resesi seperti ini,” pungkasnya.

Resesi seacara teknis artinya pertumbuhan ekonominya cendrung ke arah negatif. Kalau dalam ekonomi politik, resesi global ini merupakan buah hasil dari sistem ekonomi kapitalisme. Resesi global pertama kali dialami dunia dan paling parah terjadi, pada tahun 1930 yang dinamakan Depresi Ekonomi, yang terjadi di negara Amerika dan Eropa.

Dampak dari situasi tersebut, output di negara industri, sekitar 40 persen menghilang, dan itu terjadi deflasi atau harg barang jatuh. Kemudian, ditahun 1970-an, yang kemudian dinamakan stagflasi. Resesi stagflasi pernah terjadi di Amerika dan Eropa.

(Verry/parade.id)

Tags: #Buruh#Partai#Resesipolitik
Previous Post

ASPEK Indonesia Meminta Pengusaha Tidak Memanfaatkan Isu Resesi Global

Next Post

Kerja Sama Indonesia dengan PEA Promosikan Islam Moderat

Next Post
Kerja Sama Indonesia dengan PEA Promosikan Islam Moderat

Kerja Sama Indonesia dengan PEA Promosikan Islam Moderat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penyu Ditemukan di Danau Moko, Perairan Campuran Laut dan Tawar di Desa Oempu

2025-12-31
Mempertanyakan Urgensi Wacana Pilkada Melalui DPRD di Tengah Bencana Sumatra

Mempertanyakan Urgensi Wacana Pilkada Melalui DPRD di Tengah Bencana Sumatra

2025-12-31
Pantai Pajala dengan Pasir Merah Unik Minim Perhatian Pemerintah Kabupaten Muna

Pantai Pajala dengan Pasir Merah Unik Minim Perhatian Pemerintah Kabupaten Muna

2025-12-31
PMII Makassar Tolak Keras Wacana Pilkada Lewat DPRD: Perampasan Hak Rakyat

PMII Makassar Tolak Keras Wacana Pilkada Lewat DPRD: Perampasan Hak Rakyat

2025-12-31
Difitnah atas Isu Ijazah Palsu Jokowi, SBY Pertimbangkan Somasi

Difitnah atas Isu Ijazah Palsu Jokowi, SBY Pertimbangkan Somasi

2025-12-31
Aksi Unjuk Rasa Buruh Jabar Tolak UMSK di Jakarta

Aksi Unjuk Rasa Buruh Jabar Tolak UMSK di Jakarta

2025-12-31

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Buruh Jabar Ancam Mogok Massal Protes SK UMSK 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daya Beli Masih Terancam di Tengah Kenaikan UMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecelakaan Kerja Fatal di Lingkar Tambang Harita, AP3LT Ungkap Dugaan Kelalaian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua KKSS Papua Barat Dipertanyakan Nasionalismenya oleh Ketua BMI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Serial Bahasa Indonesia: Apa Itu “Nyali”?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In