Jumat, Februari 20, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Opini

Hari Pahlawan Jangan Sekadar Perayaan

redaksi by redaksi
2020-11-07
in Opini
0

Dok: Ketum GMPN Sulawesi Tenggara Muh Rifki Syaiful Rasyid, dok. istimewa

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Kendari (PARADE.ID)- Tepat pada tanggal 10 Nopember nanti, bangsa Indonesia akan memperingati Hari Pahlawan. Hampir setiap tahun masyarakat atau pejabat Negara ikut merayakan sebagai bentuk hormat kepada para pahlawan.

Namun, mungkin banyak yang belum tahu mengapa pada tanggal tersebut ada salah satu rangkaiannya, yakni Hari Mengheningkan Cipta untuk mengingat para pahlawan.

Related posts

Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

2026-01-20
Pembagian Peran yang Jelas di Dalam Sistem Transportasi Nasional Perkeretaapian sesuai UU

Pembagian Peran yang Jelas di Dalam Sistem Transportasi Nasional Perkeretaapian sesuai UU

2024-12-30

Perlu kita pahami. Bahwa Momentum tersebut menurut saya tentunya bukan hanya sekadar hadiah bagi kita saja, melainkan juga  untuk mengenang jasa para pahalawan yang sudah rela mengorbankan jiwa, raga dan hartanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Maka dari itu kita semua wajib menundukkan kepala Mengheningkan Cipta untuk mengenang jasa-jasa mereka di Hari Pahlawan setiap pertanggal 10 Nopember.

Momen 10 November ini dilatarbelakangi dengan pertempuran yang terjadi di Kota Surabaya. Saat itu pertempuran terbesar dalam sejarah revolusi Nasional Indonesia dan akhirnya menjadi simbol perjuangan pahlawan Indonesia terhadap aksi kolonialisme.

Akhirnya, Pemerintah Indonesia pada tanggal 31 Agustus 1945 mengeluarkan maklumat yang menetapkan mulai 1 September 1945 bendera Merah Putih harus dikibarkan di seluruh wilayah Indonesia. Aksi pengibaran bendera sang saka merah putih pun sampai ke seluruh pelosok di kota Surabaya.

Maka kita mestinya melakukan hal tersebut, karena saya merasa lebih mengenang Hari Pahlawan dari Hari Kemerdekaan, karena tanpa mereka hari ini kita belum merdeka.

Aksi heroik pengibaran bendera di Surabaya tersebut terjadi saat pejuang beraksi melakukan perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato atau Hotel Oranye pada zaman kolonial, dan menggantinya dengan Merah Putih. Peristiwa ini banyak diabadikan dalam buku-buku sejarah Nasional.

Hingga sekarang, peristiwa pertempuran Surabaya itu diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peringatan tersebut tidak juga hanya sekadar untuk mengajak seluruh rakyat Indonesia mengingat peristiwa heroik arek-arek Surabaya, melainkan juga merenungi kembali pengorbanan mereka kepada Tanah Air yang mereka cintai.

Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda hanya bentrokan-bentrokan kecil saja.

Namun bentrokan-bentrokan senjata di Surabaya memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby. Pada tanggal 10 November 1945 subuh pasukan Inggris melakukan aksi yang di sebut Ricklef sebagai “pembersihan berdarah” di suluruh sudut kota.

Serangan mengerikan itu dibalas dengan pertahanan rakyat yang galang oleh ribuan warga kota. Daripada mengikuti ultimatum meletakan senjata dan meninggalkan kota, arek Surabaya justru memilih tetap bertahan meskipun konsekuensi pilihan tersebut berarti adalah jatuhnya korban jiwa. Begitu komitmennya mereka untuk bangsa.

Pihak Inggris dalam waktu tiga hari telah berhasil merebut kota. Akan tetapi, pertempuran baru benar-benar reda setelah tiga Minggu. Hal ini menandakan betapa gigihnya perlawanan arek Surabaya. Dari pertempuran itu, 6000 rakyat Indonesia gugur dan ribuan lainnya meninggalkan kota.

Memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang di Surabaya kala itu. akan tetapi tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman.

Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, para pahlawan telah mengorbankan nyawanya.

Oleh karena itu, mari kita tiru semangat juang para pahlawan yang telah gugur dengan berkontrobusi terhadap setiap perkembangan bangsa Indonesia.

Selamat Hari Pahlawan.

*Kader PMII Kendari, Muh Rifky Syaiful Rasyid

Previous Post

Mahfud MD Pun Ikut Membully Habib

Next Post

Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah

Next Post
Pasien Positif Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet Tambah 55 Orang

Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah

KPK Diminta Dikembalikan ke UU Lama

2026-02-20
Laporan KPF: 13 Tewas dan 703 Tahanan Politik dalam Demonstrasi Agustus 2025

Laporan KPF: 13 Tewas dan 703 Tahanan Politik dalam Demonstrasi Agustus 2025

2026-02-19
Fadli Zon: Jokowi Sudah Selesai

Fadli Zon: Jokowi Sudah Selesai

2026-02-19

Sekjen KPCDI: Pemblokiran BPJS PBI Pasien Cuci Darah Langgar HAM

2026-02-15
Presiden Prabowo Tekankan Integrasi Program Strategis untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Presiden Prabowo Tekankan Integrasi Program Strategis untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

2026-02-14
Dua Pilot Ditembak Mati di Papua: IPI Desak Negara Lindungi Keamanan Penerbangan

Dua Pilot Ditembak Mati di Papua: IPI Desak Negara Lindungi Keamanan Penerbangan

2026-02-13

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Laporan KPF: 13 Tewas dan 703 Tahanan Politik dalam Demonstrasi Agustus 2025

    Laporan KPF: 13 Tewas dan 703 Tahanan Politik dalam Demonstrasi Agustus 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Tekankan Integrasi Program Strategis untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CBA Desak Kejagung Panggil Presdir Astra Internasional, Menyoal Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GMKR Deklarasikan Perang terhadap Oligarki: Gibran dan Jokowi Jadi Target Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekjen KPCDI: Pemblokiran BPJS PBI Pasien Cuci Darah Langgar HAM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In