Jakarta (parade.id)- Pengamat politik Adi Prayitno mengingatkan Indonesia harus segera membangun kemandirian di tiga sektor strategis: energi, pangan, dan air, sebagai antisipasi dampak konflik global yang kian tak terprediksi.
Peringatan itu disampaikan Adi melalui kanal YouTube pribadinya, Ahad (29/3/2026), menyikapi perang yang tengah berkecamuk di Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel—yang kini telah memasuki minggu kelima.
“Perang itu sangat mungkin terjadi kapan pun, bahkan tanpa ada angin dan tanpa ada hujan,” ujar Adi.
Ia menilai konflik di Timur Tengah telah berdampak langsung pada siklus ekonomi global, termasuk ancaman krisis energi akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang menghambat distribusi BBM antarnegara. Indonesia, kata Adi, sudah merasakan imbasnya karena sejumlah tanker tertahan di jalur tersebut.
Untuk jangka panjang, Adi mendorong Indonesia beralih ke energi terbarukan—seperti geothermal, surya, dan sumber daya alam lainnya—agar tidak lagi bergantung pada energi fosil impor.
Adi juga mengajak Indonesia belajar dari Iran. Meski diembargo hampir 40 tahun, Iran mampu mengembangkan teknologi rudal dan drone yang dinilai menandingi kekuatan militer Amerika dan Israel. Bahkan setelah kehilangan sejumlah pemimpin puncak militer dan negaranya, Iran tidak menunjukkan tanda-tanda surut.
“Indonesia perlu mempersiapkan industri rudal dan drone sebagai langkah antisipasi, meski saat ini tidak memiliki ketegangan dengan negara mana pun,” tegasnya.
Ia menutup dengan menekankan pentingnya sikap sedia payung sebelum hujan bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global.







