Penang (parade.id)- Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menyatakan integritas bersumber dari hati nurani yang tertanam kuat, bukan dari ketakutan pada aparat penegak hukum. Penegasan itu ia sampaikan saat sesi tanya jawab usai syarahan di Universiti Sains Malaysia (USM), Penang, yang diunggah di YouTube-nya, Rabu (7/10/2026).
Menjawab moderator yang menyinggung godaan suap terhadap pejabat, Yusril mengatakan integritas adalah internalisasi nilai yang diyakini, bukan sekadar pemahaman intelektual. “Kalau kita punya integritas, kita tidak memerlukan banyak polisi dan jaksa. Kita tidak perlu pengadilan karena kita tahu ini boleh, ini tidak boleh,” ujarnya.
Ia mengutip Ali bin Abi Thalib: “Jangan meminta fatwa kepadaku, mintalah fatwa kepada hati nuranimu sendiri.” Menurut Yusril, orang bisa membohongi banyak orang, tetapi tidak bisa membohongi hati nuraninya.
Kesempatan ada, tapi menolak
Yusril mengakui pejabat publik mudah tergoda karena banyak pihak datang membawa uang. “Kesempatan itu ada. Saya bisa melakukan, tetapi saya mengatakan saya tidak mau melakukan itu karena bertentangan dengan kesadaran hati saya,” katanya.
Ia menilai kedua negara sebenarnya tidak kekurangan sistem. Indonesia punya lembaga antikorupsi, begitu pula Malaysia dengan badan pencegahan rasuah. Namun korupsi tak kunjung hilang karena etika belum menjadi fondasi.
“Orang yang salat lima waktu bertambah banyak, salat Jumat ramai, haji dan umrah ramai. Tetapi beragama baru pada level ibadah ritual, belum menyentuh kesadaran hati nurani,” ujarnya.
Karena itu, Yusril yakin jika moralitas baik, integritas pemimpin akan baik pula. Ia menyebut bagi bangsa yang sama-sama beriman kepada Tuhan, filsafat moral yang berbasis agama semestinya menjadi rujukan.







