Senin, Agustus 17, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Isu Dialog Papua Jangan Ditumpangi Kepentingan Evaluasi Otsus Papua

redaksi by redaksi
2020-07-02
in Nasional, Sosial dan Budaya
0
Isu Dialog Papua Jangan Ditumpangi Kepentingan Evaluasi Otsus Papua
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jayapura (PARADE.ID)- Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Papua Barat, Yan Christian Warinussy menilai banyak pihak yang menumpangi isu Dialog Papua untuk membicarakan evaluasi Otonomi Khusus Papua. Ia meminta Pemerintah Indonesia berani membuka ruang dialog untuk menyelesaikan akar persoalan Papua secara menyeluruh.

Warinussy menyatakan gagasan Dialog Papua adalah wacana untuk membangun solusi mendasar atas akar persoalan di Papua. Gagasan Dialog Papua yang dikampanyekan Jaringan Damai Papua (JDP) adalah agenda yang jauh lebih besar dan mendasar ketimbang kebutuhan mengevaluasi Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Related posts

Aparat Bersenjata Halangi Peringatan 21 Tahun Damai Aceh

Aparat Bersenjata Halangi Peringatan 21 Tahun Damai Aceh

2026-08-17
Peringatan Hari Damai Aceh Ricuh, Bendera Bulan Bintang Berkibar di Masjid Raya

Peringatan Hari Damai Aceh Ricuh, Bendera Bulan Bintang Berkibar di Masjid Raya

2026-08-16

“Dialog diperjuangkan untuk membicarakan hal yang lebih luas, mengenai penyelesaian akar masalah Papua. [Akar masalah itu adalah] soal perbadaan pemahaman mengenai sejarah integrasi Papua serta soal penyelesaian dugaan pelanggaran hak asasi manusia,” kata Warinussy kepada Jubi, saat dihubungi melalui panggilan telepon pada Rabu (1/7/2020).

Terkait wacana evalusi Otsus Papua, Warinussy menegaskan evaluasi dan perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua (UU Otsus Papua) harus mengikuti ketentuan Pasal 77 dan Pasal 78 UU Otsus Papua.

“Di dalam Pasal 77 disebutkan, perubahan atas UU Otsus Papua dapat diajukan oleh rakyat Provinsi Papua melalui Majelis Rakyat Papua dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua kepada DPR RI atau pemerintah. Dalam Pasal 78 dikatakan, pelaksanaan UU Otsus Papua dievaluasi setiap tahun, dan untuk pertama kalinya dilakukan pada tahun ketiga sesudah UU Otsus Papua berlaku,” katanya.

Warinussy mengatakan, dari sisi hukum terkandung makna bahwa rakyat Papua berhak mendesak dilakukannya evaluasi terhadap pelaksanaan undang-undang tersebut. “Ini penting agar merancang langkah perubahannya secara hukum dan demokrasi. Namun, evaluasi dalam rangka perubahan kebijakan negara dalam UU Otsus tidak boleh secara sempit diarahkan kepada rencana pelaksanaan Dialog Jakarta-Papua yang sudah lebih dari 10 tahun digagas dan dijalankan,”  tegas Warinussy.

Menurutnya, sejak awal proses integrasi Papua ke dalam Indonesia pada 1963, rakyat Papua ingin diberi kesempatan untuk menentukan nasibnya sendiri. Persoalan itu terus mengemuka, hingga mencapai puncaknya pada bulan Februari 1999, ketika wakil-wakil rakyat Papua dalam Tim 100 bertemu Presiden BJ Habibie di Istana Negara.

Peristiwa itu disusul Musyawarah Besar (Mubes) Rakyat Papua tahun 1999 dan Kongres Papua II Mei-Juni 2000. “Ketiga momen itulah yang menjadi tonggak penting yang mempengaruhi Negara mengambil keputusan politik untuk mengeluarkan UU Otsus Papua yang disahkan pada tanggal 21 November 2001 di Jakarta,” kata Warinussy.

Warinussy mengatakan, sudah saatnya Presiden menyikapi serius masalah Papua yang kian mengemuka di forum internasional, dengan mengambil langkah politik untuk menyelenggarakan Dialog Jakarta-Papua. “Saya menawarkan Jaringan Damai Papua (JDP) sebagai salah satu wadah konsultasi dan fasilitasi bagi Presiden RI Joko Widodo dalam memulai persiapan penyelenggaraan Dialog Jakarta-Papua. Saya kira Presiden dapat menentukan lembaga lain di tingkat lokal Indoensia, maupun internasional, untuk menjadi lembaga konsultasi dan fasilitasi dialog,” katanya.

Secara terpisah aktivis pemuda Bayam Keroman mengatakan pemerintah Indonesia harus melakukan dialog bersama dengan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, dan Komite Nasional Papua Barat, dengan difasilitasi pihak ketiga. “Organisasi itu adalah representasi rakyat Papua. Organisasi itulah yang dipercaya masyarakat Papua. Kalau pemerintah tidak membuka diri, tidak akan pernah menyelesaikan persoalan Papua,” katanya.

(jubi/PARADE.ID)

Tags: #Jayapura#Nasional#Sosbud
Previous Post

92 Kabupaten/Kota Tak Pernah Perbarui Data Kemiskinan

Next Post

Microsoft: Serangan Crypto-Centric Jadi Pukulan Keras untuk Indonesia

Next Post
Microsoft: Serangan Crypto-Centric Jadi Pukulan Keras untuk Indonesia

Microsoft: Serangan Crypto-Centric Jadi Pukulan Keras untuk Indonesia

Aparat Bersenjata Halangi Peringatan 21 Tahun Damai Aceh

Aparat Bersenjata Halangi Peringatan 21 Tahun Damai Aceh

2026-08-17
Peringatan Hari Damai Aceh Ricuh, Bendera Bulan Bintang Berkibar di Masjid Raya

Peringatan Hari Damai Aceh Ricuh, Bendera Bulan Bintang Berkibar di Masjid Raya

2026-08-16
Solidaritas Aceh Desak DPR Sahkan Revisi UUPA Agustus 2026

Solidaritas Aceh Desak DPR Sahkan Revisi UUPA Agustus 2026

2026-08-16
Hari Damai Aceh 2026: Rafsanjani Ajak Kibarkan Alam Peudeung

Hari Damai Aceh 2026: Rafsanjani Ajak Kibarkan Alam Peudeung

2026-08-14
Hadiah Miras Penghafal Quran Disorot Menko Yusril

Hadiah Miras Penghafal Quran Disorot Menko Yusril

2026-08-13
Kericuhan di Ilaga, Kantor Pemda Puncak Dibakar Massa

Kericuhan di Ilaga, Kantor Pemda Puncak Dibakar Massa

2026-08-12

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Hari Damai Aceh 2026: Rafsanjani Ajak Kibarkan Alam Peudeung

    Hari Damai Aceh 2026: Rafsanjani Ajak Kibarkan Alam Peudeung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Buruh SBNI Sumut Tuntut Hapus Outsourcing di Medan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TIM Jakarta Utara Solid Dukung TIM Pusat Perjuangkan Blok Andaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Jabar KDM Menindas Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Solidaritas Aceh Desak DPR Sahkan Revisi UUPA Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In