Kamis, Oktober 15, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

KOMPAK Tolak Yandri Sutanto Masuk Kabinet Prabowo-Gibran, Alasannya Persoalan Hukum

Yandri adalah Waketeum PAN dan orang yang dipanggil Prabowo sebagai calon menteri dan atau wakil menteri

redaksi by redaksi
2024-10-18
in Nasional, Sosial dan Budaya
0
KOMPAK Tolak Yandri Sutanto Masuk Kabinet Prabowo-Gibran, Alasannya Persoalan Hukum

Foto: dok. Liputan6

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (parade.id)- Koalisi Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (KOMPAK) tolak Yandri Sutanto masuk kabinet Prabowo-Gibran. Yandri adalah Waketeum PAN dan orang yang dipanggil Prabowo sebagai calon menteri dan atau wakil menteri.

KOMPAK tolak Yandri dengan alasan dugaan tersangkut masalah hukum. “Sebab, dari 49 nama yang dipanggil, ada beberapa wajah memiliki rekam jejak yang diduga bersinggungan dengan masalah hukum,” kata KOMPAK yang diwakili Utoyo Usman, dalam keterangannya kepada media, Jumat (18/10/2024).

“Beberapa nama yang dianggap bersinggungan dengan hukum, salah satunya adalah Yandri Susanto (Waketum PAN), yang diisukan akan mengisi posisi Menteri Desa,” Usman melanjutkan.

Related posts

Bendera Bintang Bulan di Acara Maulid Pidie Picu Bentrokan Warga dan TNI

Bendera Bintang Bulan di Acara Maulid Pidie Picu Bentrokan Warga dan TNI

2026-10-14
Cara Cek Penerima Bansos Kemensos Pakai NIK KTP Lengkap

Cara Cek Penerima Bansos Kemensos Pakai NIK KTP Lengkap

2026-10-14

Yandri, kata dia, sempat disebut dalam kasus korupsi Bansos Covid-19. “Ia juga diduga  menerima jatah pengadaan bansos bahan pokok sebanyak empat kali dengan jumlah 100.000 paket, melalui perusahaan PT Total Abadi Solusindo. Ditaksir, setiap paket itu bernilai Rp300 ribu dan jika dijumlahkan menjadi Rp27,1 miliar,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, Yandri, juga diduga terlibat dalam kasus mafia hutan yang merugikan negara dan mencemari lingkungan hidup hutan Indonesia. “Kasus skandal jual beli HPH pada saat itu Zulkifli Hasan menjabat sebagai Menteri Kehutanan, posisi Yandri Susanto pada saat itu sebagai Staf Khusus Menteri dan Yandri Susanto diduga mengetahui segala seluk beluk kasus tersebut,” katanya lagi.

Padahal kata dia, harapan besar dari masyarakat Indonesia terbaik yang bisa diberikan presiden terpilih Prabowo kepada rakyat adalah mewujudkam kabinet zaken—kabinet yang bersih, profesional, dan jauh dari kepentingan politik pragmatis.

Berangkat dari persoalan itu, KOMPAK pun menuntut beberapa hal. Pertama, mendesak presiden terpilih Prabowo untuk segera membatalkan Yandri Susanto sebagai menteri di kabinet zaken, karena diduga terlibat dalam beberapa kasus di atas.

Kedua, KOMPAK mendesak KPK segera seret paksa Yandri Susanto, karena diduga saksi kunci dari kasus hak pengusahaan hutan (HPH). Ketiga, KOMPAK meminta Ketum PAN segera usulkan nama baru dan mempunyai rekam jejak yang tidak bersinggungan dengan hukum untuk menggantikan Yandri.

Keempat atau terakhir, KOMPAK tolak calon menteri yang punya rekam jejak bersinggungan dengan hukum. Agar terciptanya kabinet yang bersih, profesional, dan jauh dari kepentingan politik pragmatis.

Seperti diketahui, beberapa hari lalu sejumlah nama yang dipanggil presiden terpilih Prabowo Subianto untuk mengisi posisi menteri di kabinet pemerintahan 2024-2029. Dinilai pemannggilan itu belum sepenuhnya mencerminkan semangat pemberantasan korupsi karena hal di atas.

Padahal kata KOMPAK, komitmen Prabowo terhadap pemberantasan korupsi sudah jelas disampaikan di beberapa kesempatan. Salah satunya saat Rakornas Legislatif PKB, Kamis, 10 Oktober 2024 lalu.

“Pada Saat itu, Prabowo menegaskan kepada partai politik untuk tidak menugaskan kadernya sebagai menteri 2024-2029 dengan tujuan untuk mencari uang dari APBN dan APBD. Artinya pernyataan dan peringatan ini cukup tegas dan jelas,” Usman mengingatkan.

“Namun sayangnya, komitmen ini berujung pada pesimistis publik saat melihat wajah-wajah yang dipanggil Prabowo,” imbuhnya.

(Oct/parade.id)

Tags: #SosialKOMPAKYandri
Previous Post

Kabinet Prabowo Rasa “Instruksi Jokowi”?

Next Post

Bonus Demografi Jangan Dilihat Leterlek, Kata Praktisi Humas kepada Mahasiswa

Next Post
Bonus Demografi Jangan Dilihat Leterlek, Kata Praktisi Humas kepada Mahasiswa

Bonus Demografi Jangan Dilihat Leterlek, Kata Praktisi Humas kepada Mahasiswa

Bendera Bintang Bulan di Acara Maulid Pidie Picu Bentrokan Warga dan TNI

Bendera Bintang Bulan di Acara Maulid Pidie Picu Bentrokan Warga dan TNI

2026-10-14
Cara Cek Penerima Bansos Kemensos Pakai NIK KTP Lengkap

Cara Cek Penerima Bansos Kemensos Pakai NIK KTP Lengkap

2026-10-14
Martha Tilaar, Pendiri Martha Tilaar Group Meninggal Dunia

Martha Tilaar, Pendiri Martha Tilaar Group Meninggal Dunia

2026-10-14
SBY di Unpad: Indonesia Emas 2045 Ilusi Jika Gagal Bertransformasi

SBY di Unpad: Indonesia Emas 2045 Ilusi Jika Gagal Bertransformasi

2026-10-14
KASBI Desak TIPTOP Hentikan Intimidasi dan PHK Sepihak Buruh

KASBI Desak TIPTOP Hentikan Intimidasi dan PHK Sepihak Buruh

2026-10-14

WALHI Ungkap Sekitar 50 Persen Titik Panas Berada di Konsesi Korporasi

2026-10-14

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

    Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Siswa tak Lagi Otomatis Naik Kelas 2027, Ini Penjelasan Mendikdasmen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makasar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Bakal Gabung OECD, Dorong Kerja Sama Malaysia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecerdasan Buatan Harus Tetap di Bawah Hukum dan Konstitusi Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2026 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2026 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In