Selasa, April 14, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional Politik

Kedaulatan Pangan: Ujian Nyata RI di Tengah Krisis Global

redaksi by redaksi
2026-04-14
in Politik
0
Hari Internasional Melawan Islamofobia Anugerah, UBN Ungkap Sejumlah Keuntungannya

Foto: Ustaz Bachtiar Nasir/UBN (tokoh Islam)

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (parade.id)- Ketegangan geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah antara Iran dan sekutu Israel-Amerika, kini menjadi ujian serius bagi kedaulatan pangan dan energi nasional. Meski pemerintah mengklaim Cadangan Beras Nasional (CBN) mencapai angka aman 4,6 juta ton, transparansi kebijakan tetap menjadi kunci agar stabilitas tersebut bukan sekadar kesan administratif.

Ujian Kedaulatan di Balik Angka

Related posts

Mandeknya RUU PRT di Momentum May Day Disorot Jala PRT

Mandeknya RUU PRT di Momentum May Day Disorot Jala PRT

2026-04-10
Multiplier Efek dan Swasembada Pangan Program MBG Perlu Dukungan Semua Pihak

CBA Desak Aparat Periksa Pengadaan Motor BGN Rp3,2 Triliun

2026-04-08

Tokoh agama KH Bachtiar Nasir menyoroti bahwa dampak krisis global tidak hanya berhenti pada isu militer, melainkan merambat hingga ke meja makan masyarakat melalui fluktuasi harga pangan dan BBM. Ia menekankan bahwa angka cadangan 4,6 juta ton perlu diverifikasi secara kritis terkait asal-usul stok dan keterjangkauan harganya di tingkat konsumen.

“Pertanyaannya bukan sekadar berapa banyak beras di gudang, melainkan dari mana stok itu berasal, siapa yang membiayai, serta apakah masyarakat dapat mengaksesnya dengan harga terjangkau,” ujarnya dalam sebuah catatan reflektif.

Bahaya ‘Quiet Policy’

Kebijakan pangan nasional diingatkan agar tidak terjebak dalam quiet policy atau politik senyap. Kedaulatan pangan yang substantif harus memenuhi tiga aspek utama:

1. Stok yang aman.

2. Petani yang terlindungi (harga jual layak).

3. Harga terjangkau bagi masyarakat luas.

Tanpa transparansi mengenai besaran impor dan regulasi distribusi, cadangan yang tinggi dikhawatirkan hanya menjadi kesan stabilitas sementara petani lokal tetap tertekan.

Refleksi Perang Khandaq dan Ketahanan Mental

Menghadapi tekanan ekonomi dan ketidakpastian global, masyarakat diajak mengambil pelajaran dari peristiwa Perang Khandaq yang diabadikan dalam QS. Al-Ahzab: 10. Saat itu, kaum Muslimin dikepung dari berbagai arah dan menghadapi tekanan mental yang luar biasa.

“Bangsa yang kuat bukanlah yang paling cepat panik, melainkan yang paling jernih membaca realitas dan paling disiplin menjaga ketahanan dalam negeri,” tegas Bachtiar Nasir.

Ia menambahkan bahwa selain kebijakan pemerintah yang harus dikawal berbasis data, fondasi utama menghadapi krisis adalah ketahanan mental, prasangka baik kepada Tuhan, serta menjaga persatuan nasional agar tidak terjadi perpecahan internal di tengah himpitan global.*

Tags: #UBNKrisis global
Previous Post

Kajian DDII Kota Bekasi Bahas Geopolitik Palestina

Next Post

Ratusan Akademisi PT dan Aktivis Berkumpul Bahas Permasalahan Bangsa

Next Post
Ratusan Akademisi PT dan Aktivis Berkumpul Bahas Permasalahan Bangsa

Ratusan Akademisi PT dan Aktivis Berkumpul Bahas Permasalahan Bangsa

Please login to join discussion
Ratusan Akademisi PT dan Aktivis Berkumpul Bahas Permasalahan Bangsa

Ratusan Akademisi PT dan Aktivis Berkumpul Bahas Permasalahan Bangsa

2026-04-14
Hari Internasional Melawan Islamofobia Anugerah, UBN Ungkap Sejumlah Keuntungannya

Kedaulatan Pangan: Ujian Nyata RI di Tengah Krisis Global

2026-04-14
Kajian DDII Kota Bekasi Bahas Geopolitik Palestina

Kajian DDII Kota Bekasi Bahas Geopolitik Palestina

2026-04-12

KSPI-Partai Buruh Akan Kerahkan Ratusan Ribu Massa di Mayday 2026

2026-04-12
Mandeknya RUU PRT di Momentum May Day Disorot Jala PRT

Mandeknya RUU PRT di Momentum May Day Disorot Jala PRT

2026-04-10
Kepala BGN soal Motor Berlogo BGN: Belum Dibagikan

Kepala BGN soal Motor Berlogo BGN: Belum Dibagikan

2026-04-09

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Ubedilah Badrun: Prabowo-Gibran Beban Bangsa Indonesia

    Ubedilah Badrun: Prabowo-Gibran Beban Bangsa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jokowi Minta Impor Senjata Direm

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecelakaan Kerja Fatal di Lingkar Tambang Harita, AP3LT Ungkap Dugaan Kelalaian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mereka yang Mau Tunda Pemilu 2024, Sekum PP Muhammadiyah Imbau Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CBA Desak Aparat Periksa Pengadaan Motor BGN Rp3,2 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In