Senin, Januari 5, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Konsolidasi Relawan Anies (Anak Abah): Menuju Pilkada DKI dan Pendirian Ormas/Partai

Konsolidasi dihadiri beberapa pemateri, seperti politisi Ramadhan Pohan, pakar hukum tata negara Refly Harun, Ketum PEJABAT Eka Jaya, pemerhati Geisz Chalifah, dan eks Anggota DPR RI Rudianti Akma

redaksi by redaksi
2024-09-28
in Nasional, Politik
0

Foto: pemateri Konsolidasi Relawan Anies (Anak Abah): Menuju Pilkada DKI dan Pendirian Ormas/Partai, Sabtu (28/9/2024) di Jakarta

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (parade.id)- Telah berlangsung Konsolidasi Relawan Anies (Anak Abah): Menuju Pilkada DKI dan Pendirian Ormas/Partai pada Sabtu (28/9/2024), di White House, Pejaten Barat, Jakarta Selatan. Konsolidasi dihadiri beberapa pemateri, seperti politisi Ramadhan Pohan, pakar hukum tata negara Refly Harun, Ketum PEJABAT Eka Jaya, pemerhati Geisz Chalifah, dan eks Anggota DPR RI Rudianti Akma.

Eka Jaya dalam paparan materinya menyinggung Pilkada DKI Jakarta. Menurut dia, Pilkada 2024 di DKI Jakarta ini memiliki fenomena tersendiri.

Related posts

Partai Buruh Tolak Pilkada Melalui DPRD, Alasannya Ini

2026-01-05
GSBK Minta Kajati Usut Dugaan Pemborosan Anggaran di Lingkungan Sekretariat DPRD DKI

GSBK Minta Kajati Usut Dugaan Pemborosan Anggaran di Lingkungan Sekretariat DPRD DKI

2026-01-04

Fenomena yang dimaksud-singgung adalah adanya klaim relawan Anies yang telah mengonfirmasi mendukung salah satu paslon.

“Bisa kita katakan manuver dari orang-orang terdekat sebetulnya. Terang benderang ada yang menyatakan jubir dan sekarang jadi jubir sebelah,” ujar Eka.

Padahal kata Eka, arahan di bawah garis komando belum ada. “Arahan dari Anies belum ada karena masih menimbang, menilai, melihat perkembangan yang ada. Usai itu mestinya baru kita ambil langkah,” kata dia.

Menurut Eka, kalau masih istikamah, mestinya menunggu arahan dari Anies. “Dan ini berlaku bagi mereka yang mengaku sebagai anak abah. Kalau belum ada arahan tetapi sudah bersikap, maka mereka itu anak durhaka,” tegasnya.

Sementara itu, Ramadhan Pohan menyaksikan fenomena itu dengan santai. Ia mempersilakan bagi mereka yang telah bergabung atau mendukung salah satu paslon.

“Bagi mereka yang meninggalkan Anies seperti dari partai atau personal, biarkan saja. Persilakan mereka menjalankan hidup barunya. Kita tetap pada jalan kita,” kata dia.

Geisz Chalifah tetap pada pendiriannya. Tampak tidak mendukung siapa-siapa di Pilgu 2024. “Semoga kita tetap di jalan yang lurus, istikamah dan kita akan terselamatkan,” kata dia.

Tidak mendukungnya dia ke tiga calon, disebut sebagai bentuk perlawanan. Ia kemudian menyinggung Anies yang pada akhirnya gagal maju Pilgub DKI Jakarta.

Hampir senada disampaikan Rudianti Akma. Ia menyinggung gagalnya Gubernur 2017-2022  itu karena adanya peran oligarki yang takut Anies menjadi gubernur.

“Oligarki takut dengan Anies. Maka ia dijegal. Anies jelas misalnya berani menyetop reklamasi pantai. Maka kita heran dengan negara ini saat ini. Seperti bukan negara yang kita kenal (baca: Indonesia),” sampainya.

Refly Harun coba merangkum semua keinginan relawan Anies. Soal ini, ia mengaku pernah membedahnya dengan beberapa orang yang disebut dekat dengan Anies.

Pertama kata Refly, ada yang tidak mencoblos. Kedua ada yang netral tetapi jika diarahkan maka golput ini akan memilih sebagaimana arahan Anies.

Ketiga ada kelompok yang menunggu perintah Anies. Kalau tidak sampaikan sesuatu maka mereka tetap menunggu.

Keempat adalah orang atau kelompok yang sudah memilih. Tapi kalau mereka dapat perintah Anies untuk memilih lain maka ia akan kembali lagi.

Kelima mereka yang telah memilih dan tidak ingin kembali Anies sudah perintahkan. “Dan saya memilih netral. Bisa gercos, golput, atau kotak kosong akan saya coblos tergantung putusan MK,” ujar Refly.

“Jika demikian, maka saya dorong coblos kotak kosong,” imbuhnya.

Kepada Anies, ia mengimbau agar jangan ada referensi dukung mendukung. Alasannya karena ketiganya tidak punya basis moral.

Tampak ormas yang hadir Jaringan Aliansi Garda Amanah, PEJABAT, Relawan Anies Nasional (RAN), Jawara Betawi, dan lain-lain.

(Rob/parade.id)

Tags: #Aniespolitikrelawan Anies
Previous Post

Visi Misi Pramono-Rano

Next Post

Kenapa Ribuan Hakim Protes dengan Cuti Serempak

Next Post
Kenapa Ribuan Hakim Protes dengan Cuti Serempak

Kenapa Ribuan Hakim Protes dengan Cuti Serempak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Partai Buruh Tolak Pilkada Melalui DPRD, Alasannya Ini

2026-01-05
Dunia Masuk ‘Hukum Rimba’: RI Pantau Keselamatan WNI Usai AS Invasi Venezuela

Dunia Masuk ‘Hukum Rimba’: RI Pantau Keselamatan WNI Usai AS Invasi Venezuela

2026-01-04
GSBK Minta Kajati Usut Dugaan Pemborosan Anggaran di Lingkungan Sekretariat DPRD DKI

GSBK Minta Kajati Usut Dugaan Pemborosan Anggaran di Lingkungan Sekretariat DPRD DKI

2026-01-04
HMI Badko Sulut-Gorontalo Tolak Keras Wacana Pilkada oleh DPRD

HMI Badko Sulut-Gorontalo Tolak Keras Wacana Pilkada oleh DPRD

2026-01-03

Penyu Ditemukan di Danau Moko, Perairan Campuran Laut dan Tawar di Desa Oempu

2025-12-31
Mempertanyakan Urgensi Wacana Pilkada Melalui DPRD di Tengah Bencana Sumatra

Mempertanyakan Urgensi Wacana Pilkada Melalui DPRD di Tengah Bencana Sumatra

2025-12-31

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Difitnah atas Isu Ijazah Palsu Jokowi, SBY Pertimbangkan Somasi

    Difitnah atas Isu Ijazah Palsu Jokowi, SBY Pertimbangkan Somasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tabir Gelap Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah di Cilacap Mulai Tersingkap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PMII Makassar Tolak Keras Wacana Pilkada Lewat DPRD: Perampasan Hak Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Serial Bahasa Indonesia: Apa Itu “Nyali”?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyu Ditemukan di Danau Moko, Perairan Campuran Laut dan Tawar di Desa Oempu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In