Minggu, Oktober 18, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Konsolidasi Relawan Anies (Anak Abah): Menuju Pilkada DKI dan Pendirian Ormas/Partai

Konsolidasi dihadiri beberapa pemateri, seperti politisi Ramadhan Pohan, pakar hukum tata negara Refly Harun, Ketum PEJABAT Eka Jaya, pemerhati Geisz Chalifah, dan eks Anggota DPR RI Rudianti Akma

redaksi by redaksi
2024-09-28
in Nasional, Politik
0

Foto: pemateri Konsolidasi Relawan Anies (Anak Abah): Menuju Pilkada DKI dan Pendirian Ormas/Partai, Sabtu (28/9/2024) di Jakarta

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (parade.id)- Telah berlangsung Konsolidasi Relawan Anies (Anak Abah): Menuju Pilkada DKI dan Pendirian Ormas/Partai pada Sabtu (28/9/2024), di White House, Pejaten Barat, Jakarta Selatan. Konsolidasi dihadiri beberapa pemateri, seperti politisi Ramadhan Pohan, pakar hukum tata negara Refly Harun, Ketum PEJABAT Eka Jaya, pemerhati Geisz Chalifah, dan eks Anggota DPR RI Rudianti Akma.

Eka Jaya dalam paparan materinya menyinggung Pilkada DKI Jakarta. Menurut dia, Pilkada 2024 di DKI Jakarta ini memiliki fenomena tersendiri.

Related posts

Duka di Bawah Kibaran Bulan Bintang: Ketika Janji Politik Bertukar Kekerasan di Sagoe

Duka di Bawah Kibaran Bulan Bintang: Ketika Janji Politik Bertukar Kekerasan di Sagoe

2026-10-18
Pakar Hukum Tara Negara Prediksi Nasib Gibran di Putusan MK

Zainal Arifin Mochtar: Rocky Gerung di Wantimpres Sulit Ubah Struktur

2026-10-18

Fenomena yang dimaksud-singgung adalah adanya klaim relawan Anies yang telah mengonfirmasi mendukung salah satu paslon.

“Bisa kita katakan manuver dari orang-orang terdekat sebetulnya. Terang benderang ada yang menyatakan jubir dan sekarang jadi jubir sebelah,” ujar Eka.

Padahal kata Eka, arahan di bawah garis komando belum ada. “Arahan dari Anies belum ada karena masih menimbang, menilai, melihat perkembangan yang ada. Usai itu mestinya baru kita ambil langkah,” kata dia.

Menurut Eka, kalau masih istikamah, mestinya menunggu arahan dari Anies. “Dan ini berlaku bagi mereka yang mengaku sebagai anak abah. Kalau belum ada arahan tetapi sudah bersikap, maka mereka itu anak durhaka,” tegasnya.

Sementara itu, Ramadhan Pohan menyaksikan fenomena itu dengan santai. Ia mempersilakan bagi mereka yang telah bergabung atau mendukung salah satu paslon.

“Bagi mereka yang meninggalkan Anies seperti dari partai atau personal, biarkan saja. Persilakan mereka menjalankan hidup barunya. Kita tetap pada jalan kita,” kata dia.

Geisz Chalifah tetap pada pendiriannya. Tampak tidak mendukung siapa-siapa di Pilgu 2024. “Semoga kita tetap di jalan yang lurus, istikamah dan kita akan terselamatkan,” kata dia.

Tidak mendukungnya dia ke tiga calon, disebut sebagai bentuk perlawanan. Ia kemudian menyinggung Anies yang pada akhirnya gagal maju Pilgub DKI Jakarta.

Hampir senada disampaikan Rudianti Akma. Ia menyinggung gagalnya Gubernur 2017-2022  itu karena adanya peran oligarki yang takut Anies menjadi gubernur.

“Oligarki takut dengan Anies. Maka ia dijegal. Anies jelas misalnya berani menyetop reklamasi pantai. Maka kita heran dengan negara ini saat ini. Seperti bukan negara yang kita kenal (baca: Indonesia),” sampainya.

Refly Harun coba merangkum semua keinginan relawan Anies. Soal ini, ia mengaku pernah membedahnya dengan beberapa orang yang disebut dekat dengan Anies.

Pertama kata Refly, ada yang tidak mencoblos. Kedua ada yang netral tetapi jika diarahkan maka golput ini akan memilih sebagaimana arahan Anies.

Ketiga ada kelompok yang menunggu perintah Anies. Kalau tidak sampaikan sesuatu maka mereka tetap menunggu.

Keempat adalah orang atau kelompok yang sudah memilih. Tapi kalau mereka dapat perintah Anies untuk memilih lain maka ia akan kembali lagi.

Kelima mereka yang telah memilih dan tidak ingin kembali Anies sudah perintahkan. “Dan saya memilih netral. Bisa gercos, golput, atau kotak kosong akan saya coblos tergantung putusan MK,” ujar Refly.

“Jika demikian, maka saya dorong coblos kotak kosong,” imbuhnya.

Kepada Anies, ia mengimbau agar jangan ada referensi dukung mendukung. Alasannya karena ketiganya tidak punya basis moral.

Tampak ormas yang hadir Jaringan Aliansi Garda Amanah, PEJABAT, Relawan Anies Nasional (RAN), Jawara Betawi, dan lain-lain.

(Rob/parade.id)

Tags: #Aniespolitikrelawan Anies
Previous Post

Visi Misi Pramono-Rano

Next Post

Kenapa Ribuan Hakim Protes dengan Cuti Serempak

Next Post
Kenapa Ribuan Hakim Protes dengan Cuti Serempak

Kenapa Ribuan Hakim Protes dengan Cuti Serempak

Duka di Bawah Kibaran Bulan Bintang: Ketika Janji Politik Bertukar Kekerasan di Sagoe

Duka di Bawah Kibaran Bulan Bintang: Ketika Janji Politik Bertukar Kekerasan di Sagoe

2026-10-18
Pakar Hukum Tara Negara Prediksi Nasib Gibran di Putusan MK

Zainal Arifin Mochtar: Rocky Gerung di Wantimpres Sulit Ubah Struktur

2026-10-18
Politisi Demokrat Sebut Ini ke Pihak yang Mewacanakan Kembali Pemilu Ditunda

Desak Komisi XI Panggil BEI dan OJK, Jansen Sitindaon: IHSG Anjlok

2026-10-17
DAD DKI Desak RUU Masyarakat Adat Disahkan

DAD DKI Desak RUU Masyarakat Adat Disahkan

2026-10-17
BerbagiLink Besutan Putra Aceh Raih Best Startup II HSDD 2026

BerbagiLink Besutan Putra Aceh Raih Best Startup II HSDD 2026

2026-10-17
Tandyo Budi Revita Jadi KSAD, Gantikan Maruli Simanjuntak

Tandyo Budi Revita Jadi KSAD, Gantikan Maruli Simanjuntak

2026-10-16

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

    Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putusan MK Ijazah Gibran Bukan Pengesahan, Jalur Hukum Masih Terbuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bendera Bintang Bulan di Acara Maulid Pidie Picu Bentrokan Warga dan TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecerdasan Buatan Harus Tetap di Bawah Hukum dan Konstitusi Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tumbler Defect Snapy Mulai Rp5.000 Diburu Ratusan Pengunjung Blok M

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2026 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2026 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In