Sabtu, Februari 7, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Opini

Membaca Model Kepemimpinan Tiga Bakal Calon Presiden

Mereka adalah Anies Baswedan yang dicalonkan oleh Partai Nasdem, Ganjar Pranowo yang dideklariskan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan tentu saja Prabowo Subianto.

redaksi by redaksi
2023-05-28
in Opini
0
Membaca Model Kepemimpinan Tiga Bakal Calon Presiden

Foto: Ketum HMI Cabang Gowa 2021-2022, Ardiansyah, dok. istimewa

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ardiansyah

Ketua Umum HMI Cabang Gowa 2021-2022

Related posts

Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

2026-01-20
Pembagian Peran yang Jelas di Dalam Sistem Transportasi Nasional Perkeretaapian sesuai UU

Pembagian Peran yang Jelas di Dalam Sistem Transportasi Nasional Perkeretaapian sesuai UU

2024-12-30

Joko Widodo (Jokowi) dalam hitungan bulan akan merampungkan masa kepemimpinannya sebagai Presiden RI. Dalam kurun waktu kurang – lebih 7 tahun memimpin negeri ini, Jokowi telah menunjukkan sosoknya yang dingin, tak banyak bicara dan dipenuhi gimmick.

Tiga nama mengerucut sebagai pengganti Jokowi di istana. Mereka adalah Anies Baswedan yang dicalonkan oleh Partai Nasdem, Ganjar Pranowo yang dideklariskan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan tentu saja Prabowo Subianto.

Nama terakhir adalah orang nomor satu sekaligus simbol dari Partai Gerindra. Pesta demokrasi 2024 nanti disebut-sebut sebagian kalangan sebagai panggung Pilpres terakhir Prabowo–andai saja ia tidak terpilih lagi.

Ketiga tokoh yang digadang-gadang sebagai bakal capres merepresentasikan model kepemimpinan. Mereka berasal dari kultur dan spektrum politik yang berbeda.

Anies Baswedan: Akademisi Banyak Gelar Cenderung Tak Mendengar?

Dimulai dari Anies Baswedan. Latar belakangnya adalah seorang akademisi. Sebelum duduk sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017, Anies dikenal dari forum – forum intelektual.

Wajahnya menghiasi layar pemberitaan Doctor of Philosophy, pimpinan kampus Paramadina, sekaligus penggagas program kerelawanan pendidikan yaitu Indonesia Mengajar.

Pada umumnya sebagai seorang akademisi, Anies cenderung mengedepankan model kepemimpinan retoris. Dalam arti bahwa Anies mengedepankan kemampuan komunikasi untuk memengaruhi publik dan atau bawahannya.

Dalam banyak kasus yang dialami penulis, pemimpin dengan sederet gelar pendidikan cenderung formalistik sesuai budaya akademik yang ketat. Gaya kepemimpinan seperti ini lebih berorientasi hasil daripada sebuah proses.

Menurut penulis, pemimpin yang besar dari iklim akademik cenderung “tidak mendengar” sebab merasa lebih tahu dengan dasar legitimasi gelar akademik tersebut.

Ganjar Pranowo: Politisi, Petugas Partai

Ganjar Pranowo yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Tengah adalah sosok pure seorang politisi. Dari Senayan sebagai Anggota DPR RI, ia melenggang sebagai orang nomor wahid di provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga.

Sama seperti Jokowi, Ganjar Pranowo adalah petugas partai yang dikonstruksi oleh gagasan Marhaenisme Soekarno. Tapi, menurut penulis, keduanya sama sekali tidak merepresentasikan model kepemimpinan Bung Karno yang dikenal tegas.

Berkaitan Ganjar dan Soekarno, mengutip Feith dalam bukunya The Decline ofConstitutional Democracy in Indonesia (1962), menyebutkan Soekarno merupakan pemimpin tipe pemersatu.

Sementara Ganjar tidak bisa disebut demikian, sebab baru-baru ini, yang bersangkutan gagal mempersatukan semangat publik sepak bola yang menginginkan Piala Dunia U-20 digelar di Indonesia akibat komentarnya menolak Timnas Israel.

Komentar Ganjar menolak Israel pada pegelaran akbar tersebut, turut memengaruhi tingkat keterpilihannya yang menurun berdasarkan hasil survei LSI Denny JA.

Pada kasus lain, Ganjar menjadi sorotan karena dianggap memberikan karpet merah terhadap tambang endesit di Wadas, Purworejo, yang memicu kecaman luas.

Selain itu, sebagai politisi, Ganjar menganut model kepemimpinan yang lebih cair dalam arti bahwa dinamis. Karakteristik demikian menurut penulis, tumbuh dari budaya seorang yang pernah bergelut di dunia aktivis (kader GMNI).

Budaya Sunda yang melekat pada Ganjar, sedikit banyak memengaruhi karakteristik kepemimpinannya sebagai politisi santun atau karunya dalam filosofi masyarakat Sunda. Ia berusaha meniru model kepemimpinan Jokowi yang juga berasal dari Jawa Tengah.

Prabowo Subianto: Kepemimpinan Ala Tentara

Dibanding dua nama sebelumnya, Prabowo Subianto dinilai menerapkan model kepemimpinan yang tegas. Latar belakang sebagai bekas tentara (militer), tentu memengaruhi karakteristik kepemimpinan Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Dalam budaya militer, sebuah keputusan diambil tidak melalui proses yang demokratis. Sebabnya, model kepemimpinan militer menerapkan konsep top – down atau dari atas ke bawah.

Kepemimpinan Prabowo sebagai bekas Letnan Jenderal TNI, mencerminkan Power and Authority (kekuasaan dan wewenang otoritas). Hal itu dapat dilihat dari kebijakan Menteri Pertahanan ini memimpin partainya.

Suksesi kepemimpinan Partai Gerindra di tingkat daerah maupun di level provinsi, diputuskan melalui hak prerogratif Prabowo sebagai “pemilik partai”. Sependek pengetahuan penulis, tak ada musyawarah cabang ataupun musyawarah daerah Partai Gerindra.

Proses kepemimpinan dilakukan secara terpusat di DPP. Hal ini disinyalir tidak lepas dari karakteristik militer yang dianut Prabowo. Padahal, idealnya,partai politik adalah laboratorium pembangunan demokrasi.

Terlepas dari model dan budaya kepemimpinan ketiga tokoh tersebut, penulis mendorong masyarakat untuk berhati – hati dalam pemimpin. Masa depan bangsa kita ke depan sangat ditentukan oleh kebijakan kepala negara.

Selamat menyambut pesta demokrasi!

Tags: #Ardiansyah#Opini
Previous Post

Hotel 88 Mangga Besar VIII Launching Promo Crazy Lunch

Next Post

Anggota Komisi II DPR RI Dukung Rencana Kenaikan Gaji ASN

Next Post
Anggota Komisi II DPR RI Dukung Rencana Kenaikan Gaji ASN

Anggota Komisi II DPR RI Dukung Rencana Kenaikan Gaji ASN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Relawan Poros Prabowo Presiden Desak Dirut Subholding Mainstream Pertamina Dicopot

Relawan Poros Prabowo Presiden Desak Dirut Subholding Mainstream Pertamina Dicopot

2026-02-06
Dedi Hardianto Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Diumumkan Komisi IX

Dedi Hardianto Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Diumumkan Komisi IX

2026-02-04
Presiden Prabowo Tekankan Swasembada Pangan dan Energi di Rakornas 2026

Presiden Prabowo Tekankan Swasembada Pangan dan Energi di Rakornas 2026

2026-02-02
GMKR Deklarasikan Perang terhadap Oligarki: Gibran dan Jokowi Jadi Target Utama

GMKR Deklarasikan Perang terhadap Oligarki: Gibran dan Jokowi Jadi Target Utama

2026-02-02
Penanggung Jawab Aksi Nasional KSPI soal Demontrasi di DPR Hari Ini

Buruh Tolak Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza

2026-01-31
Penanganan Korban Banjir Bandang Sumatra Lamban, Segera Tetapkan Status Bencana Nasional

DPR Sahkan Adies Kadir Jadi Hakim MK, Dikritik Gerakan Rakyat

2026-01-29

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Dedi Hardianto Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Diumumkan Komisi IX

    Dedi Hardianto Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Diumumkan Komisi IX

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Relawan Poros Prabowo Presiden Desak Dirut Subholding Mainstream Pertamina Dicopot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama Ananda Tohpati Terseret Isu Dugaan Pengelolaan Dana Tambang di Raja Ampat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GMKR Deklarasikan Perang terhadap Oligarki: Gibran dan Jokowi Jadi Target Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buruh Tolak Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In