Rabu, Maret 4, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Opini

Penjarahan Aya Sofya

redaksi by redaksi
2020-07-14
in Opini
0
Penjarahan Aya Sofya
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Ketika Paus Fransiskus menyatakan sedih atas kembalinya Aya Sofya menjadi Masjid, saya jadi teringat peristiwa pada April 1204; ‘The Sack Of Constantinople’.

Penjarahan tehadap Konstantinopel dan khususnya Aya Sofya dilakukan oleh Pasukan Salib IV dan koalisi Venesia-nya yang dipimpin oleh Enrico Dandolo. Ribuan penduduk Konstantinopel dibunuh, perempuan-perempuannya diperkosa, harta benda dijarah serta dirampok. Jumlah jarahan Konstantinopel oleh Pasukan Salib IV kala itu mencapai 900.000 mark perak (1 mark = 234 gram).

Related posts

Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

2026-01-20
Pembagian Peran yang Jelas di Dalam Sistem Transportasi Nasional Perkeretaapian sesuai UU

Pembagian Peran yang Jelas di Dalam Sistem Transportasi Nasional Perkeretaapian sesuai UU

2024-12-30

Bagaimana nasib Aya Sofya? Gereja Agung itu pelat-pelat emasnya dipreteli, tiang lilin dan nekarupa perabot perak diambili, patung-patung perunggunya dilebur, relik-relik sucinya diangkut ke Venesia. Pada malam hari, Aya Sofya digunakan berpesta dan mabuk-mabukan lalu dijadikan kandang kuda dan babi.

Tunggu sebentar, bukankah Pasukan Salib IV dan Kekaisaran Bizantium sesama Kristen?

Masalahnya adalah Skhisma atau perpecahan Gereja yang terjadi sejak tahun 1054. Paus Leo IX di Roma menyatakan supremasinya atas seluruh dunia Kristen, namun Patriark Konstantinopel, Michael Cerularios menolaknya. Konflik ajaran yang bermula dari klausa filioque yang disisipkan ke dalam Kredo Nicea oleh Gereja Barat memuncak. Patriak Konstantinopel menyatakan kepemimpinannya atas seluruh Kristen Ortodoks yang liturginya berbahasa Yunani dan menyatakan bahwa Gereja Roma yang berbahasa Latin adalah bidah dan sesat. Demikian pula sebaliknya.

Jika Pasukan Salib IV di bawah titah suci Paus di Roma demikian menista perlakuannya pada Aya Sofya; sebaliknya dengan Al Fatih. Begitu tiba, Sang Pembebas segera bersujud ke arah kiblat di dekat Aya Sofya dan menaburkan tanah ke kepalanya untuk membunuh kesombongannya. Dia umumkan Aya Sofya dalam kuasa pribadinya dan tak boleh seorangpun menyentuhnya, lalu dia muliakan tempat itu menjadi Masjid. Semoga Allah merahmatinya.

*Penulis, Salim A Fillah

Tags: #AyaSofya#Kolom#Religi#SalimAFillah
Previous Post

Artis Hana Hanifah Tak Berpakain saat Digerebek Bersama Pengusaha

Next Post

New Normal Diganti, Istilah ODP Dan PDP Covid-19 Dihapus

Next Post
New Normal Diganti, Istilah ODP Dan PDP Covid-19 Dihapus

New Normal Diganti, Istilah ODP Dan PDP Covid-19 Dihapus

MBG Masih Bermasalah, Pengamat: Jangan Alihkan Isu dengan Konflik Timteng

MBG Masih Bermasalah, Pengamat: Jangan Alihkan Isu dengan Konflik Timteng

2026-03-03

Amnesty Internasional Indonesia Serukan Gerakan Reformasi Jilid II

2026-03-02
Pemerintah Perkuat Kesejahteraan Guru: Insentif Naik dan Tunjangan Diperbesar

Pemerintah Perkuat Kesejahteraan Guru: Insentif Naik dan Tunjangan Diperbesar

2026-02-28
YLBHI: Draf Raperpres TNI Urus Terorisme Cacat Hukum dan Ancam Demokrasi

YLBHI: Draf Raperpres TNI Urus Terorisme Cacat Hukum dan Ancam Demokrasi

2026-02-27

Mahfud MD: Nasionalisme Luntur Bukan tanpa Sebab, Pemerintah Harus Berbenah

2026-02-26
Proses Pemilihan Adies Kadir Hakim MK Sarat Pelanggaran

Proses Pemilihan Adies Kadir Hakim MK Sarat Pelanggaran

2026-02-26

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • YLBHI: Draf Raperpres TNI Urus Terorisme Cacat Hukum dan Ancam Demokrasi

    YLBHI: Draf Raperpres TNI Urus Terorisme Cacat Hukum dan Ancam Demokrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PP 28/2024 Menghapus Praktik Sunat Perempuan, MUI: Bertentangan dengan Syariat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proses Pemilihan Adies Kadir Hakim MK Sarat Pelanggaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjanjian Dagang RI-AS Bermasalah, Didu: Kualitas Intelijen dan Diplomasi Kita Sangat Anjlok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Barisan Oposisi Indonesia (BOI) Tolak Undangan Istana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In