Kamis, Januari 22, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Said Didu “Rela” Dicap Fahri Hamzah Bodoh

redaksi by redaksi
2020-09-19
in Nasional, Politik
0

Said Didu-Fahri Hamzah

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Gegera ada kalimat bodoh ketika memberikan respon terkait dukungan Fahri Hamzah melalui partai Gelora, Muhammad Said Didu pun rela distempel bodoh oleh mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut. Sebab ia berpendapat bahwa dukungan Fahri atau Gelora untuk anak presiden Jokowi (penguasa dan masih berkuasa) untuk jabatan politik adalah perwujudan dinasti politik.

“Biarlah saya dan yg berpendapat demikian anda cap sebagai orang bodoh. Selamat dg ‘arah barunya’,” kata Said, baru-baru ini, ketika mengomentari berita di salah satu media dengan judul: “Dituding Dukung Dinasti Politik Anak Jokowi, Fahri Sebut Itu Percakapan Orang Bodoh & Tak Berkualitas” di akun Twitter-nya.

Related posts

Aksi Buruh TGSL Akan Digelar 21 Januari di Nike dan Adidas

2026-01-20
Netty Aher Angkat Suara soal Meningkatnya Kasus Diabetes pada Anak

DPR Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu dan Tepat Sasaran

2026-01-19

Bagi Said, dinasti politik bisa lewat proses “demokrasi” atau lewat penunjukan.

“Makanya saya katakan saya rela dikatakan bodoh kalau saya berpendapat bhw pengusasa yg mencalonkan keluarganya saat berkuasa adalah perwujudan dinasty politik/kekuasaan,” katanya lagi, ketika mengomentari cuitan Fahri Hamzah.

Menurut Fahri, pertama? hal itu adala teknis di lapangan. Tidak terkait kerajaan atau dinasti. Kedua, dinasti itu menurut dia adalah pewarisan kekuasaan melalui darah.

“Sementara ini kan pemilu. Ada kemungkinan menang dan kalah. santai aja, jangan tegang menghadapi pilkada. Ini demokrasi lokal yang biasa,” responnya.

Dalam tradisi dinasti, menurut dia, pewaris kerajaan tidak mengambil risiko kalah menang. Tetapi dalam Pilkada, peserta Pilkada punya peluang kalah dan menang. Calon mengambil risiko.

“Tapi biar saja orang mengambil resiko. Anak pak jokowi dan anak pak makruf mengambil resiko. Bagus dong.”

(Robi/PARADE.ID)

Previous Post

Dugaan Pemerasan dan Pelecehan Seksual oleh Pemeriksa Kesehatan di Bandara Soeta

Next Post

Fahri Menepis bahwa Dukungan ke Anak Jokowi sebagai Dinasti Politik

Next Post
Fahri Hamzah: Tiga Tantangan Dihadapi Bangsa Indonesia

Fahri Menepis bahwa Dukungan ke Anak Jokowi sebagai Dinasti Politik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Aksi Buruh TGSL Akan Digelar 21 Januari di Nike dan Adidas

2026-01-20
Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

2026-01-20
Netty Aher Angkat Suara soal Meningkatnya Kasus Diabetes pada Anak

DPR Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu dan Tepat Sasaran

2026-01-19
Warga Tamalanrea Tolak Proyek PLTSa, Gelar Nobar Film “Tumbal Sampah”

Warga Tamalanrea Tolak Proyek PLTSa, Gelar Nobar Film “Tumbal Sampah”

2026-01-12
Pilkada melalui DPRD, Kedaulatan Rakyat di Kebiri

Pilkada melalui DPRD, Kedaulatan Rakyat di Kebiri

2026-01-11
Kroni Untung, Anak-anak Diracun

Kroni Untung, Anak-anak Diracun

2026-01-09

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

    Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aksi Buruh TGSL Akan Digelar 21 Januari di Nike dan Adidas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CBA Desak Kejagung Panggil Presdir Astra Internasional, Menyoal Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Roy Suryo Ungkap Temuan Lima Ijazah Asli UGM Angkatan 1985

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Serial Bahasa Indonesia: Apa Itu “Nyali”?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In