Jakarta (parade.id)- Presiden BEM Tanri Abeng University Beatrix Cristiani Halim mengatakan bahwa di sembilan tahun Jokowi berkuasa, kita telah dipertontonkan kerusakan, kemunduran, dan kebobrokan—terutama dari agenda-agenda reformasi yang dicita-citakan.
“Cukup sudah selama sembilan tahun kita terus menerus dipertontonkan dengan perampasan tanah rakyat, kekerasan aparat, perusakan lingkungan, pelanggaran HAM, komersialisasi pendidikan, represifitas aparat, konflik agraria, investasi yang membelakangi hak-hak rakyat dan hal-hal lainnya yang merusak tatanan negara,” kata dia, kepada media, kemarin malam.
BEM Tanri Abeng University kata dia pada prinsipnya menyatakan tegas menolak dengan keras segala bentuk penyimpangan-penyimpangan yang berkaitan dengan hak-hak masyarakat.
“Dan untuk ke depannya kami akan terus membersamai segala bentuk perjuangan yang akan dilakukan oleh teman-teman mahasiswa lainnya dalam menyuarakan dan membela hak-hak masyarakat,” ia menegaskan.
BEM Tanri Abeng University sendiri, kemarin malam bergabung bersama ribuan mahasiswa lainnya yang tergabung dalam Aliansi BEM SI, di dekat Patung Kuda Arjua Wiwaha, terkait sembilan tahun Pemerintahan Jokowi. Ada ratusan mahasiswa Tanri Abeng University yang mengikuti aksi kemarin itu.
Tanri Abeng University, kemarin, dibersamai dengan Indonesia Banking School, Universitas Budi Luhur, Universitas Trilogi, dan beberapa elemen kampus lainnya juga melakukan aksi simbolik, yaitu dengan melakukan pembakaran ban, sebagai bentuk perlawanan terhadap berbagai kebobrokan selama sembilan tahun rezim Jokowi.
Selain dari mahasiswa, kata Beatrix, ada elemen lainhya seperti masyarakat. Mereka turut hadir, dan sepakat bahwa aksi evalusi sembilan tahun rezim Jokowi itu diharapkan menjadi momentum awal mula pembaruan untuk negeri yang lebih baik.
(Verry/parade.id)