Senin, Januari 26, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Teknologi

‘Tsunami’, Pemindai Kerentanan Skala Besar Buatan Google

redaksi by redaksi
2020-07-09
in Teknologi
0

Dok: Pixabay

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Google menyediakan perkakas lunak sumber terbuka (open-source) yang berfungsi untuk memindai kerentanan (vulnerability) berskala besar untuk ribuan hingga jutaan sistem yang terkoneksi ke internet.

Google menyebutnya “Tsunami”—meski bukan dipakai sebagai nama resmi karena akan dikelola komunitas open-source—dan telah menggunakannya di internal perusahaan.

Related posts

Pembelajaran Online Melalui YukBelajar.com: Solusi Edukasi Digital di Era Modern

Pembelajaran Online Melalui YukBelajar.com: Solusi Edukasi Digital di Era Modern

2026-01-06

Onno W Purbo Luncurkan Roadmap AI Gotong Royong: Lawan AI Mahal

2025-10-10

Perkakas lunak itu kini juga telah tersedia di GitHub sejak Juni lalu. Proyek ini sama halnya ketika Google mengenalkan “Kubernet” (alat internal Google lain) yang tersedia untuk publik.

Apa yang berbeda dari “Tsunami” dengan pemindai lain? Google mengatakan, Tsunami dibuat untuk skala besar, demikian seperti dikutip dari ZDNet, diakses Kamis (9 Juli 2020).

Pemindai tersebut dirancang untuk perusahaan yang mengelola ratusan ribu server, workstation, peralatan jaringan, dan perkakas terkoneksi internet (IoT) lain.

“’Tsunami’ untuk beradaptasi dengan jaringan yang sangat beragam dan sangat besar, tanpa perlu menjalankan pemindai yang berbeda untuk setiap jenis perangkat,” kata Google.

Komponen utama “Tsunami” adalah pemindai itu sendiri atau dijuluki sebagai “modul pengintaian”. Komponen ini memindai jaringan perusahaan untuk port-port (lubang) yang terbuka.

Pemindai selanjutnya menguji masing-masing port dan mengidentifikasi protokol dan layanan yang berjalan. Di sinilah, pengujian apakah terdapat kerentanan perangkat.

Komponen kedua adalah komponen yang lebih kompleks yang berjalan berdasarkan hasil pemindaian pertama.

Modul verifikasi kerentanan juga dapat diperluas melalui plugins –berarti tim keamanan dapat menambahkan vektor serangan dan kerentanan baru untuk memeriksa di dalam jaringan.

Google mengatakan akan meningkatkan “Tsunami” melalui plugins baru untuk mendeteksi beragam eksploitasi dalam beberapa bulan mendatang. Semua pluginsakan dirilis melalui repositori GitHub kedua.

Ke depan “Tsunami” akan fokus pada tujuan klien perusahaan kelas atas dan multi-perangkat. Akurasi pemindaian akan menjadi tujuan utama sehingga memberikan hasil sedikit mungkin kesalahan pendeteksian.

Karena dalam pemindaian skala besar, sekecil apa pun kesalahan deteksi, bisa berakibat pada kesalahan tambalan (patch). Akibatnya perangkat bisa mengalami eror atau network crash.

(cyberthreat/PARADE.ID)

Tags: #Google#Siber
Previous Post

Hati-hati, Utang BUMN Bisa Picu Krisis Lebih Besar

Next Post

Rexy Mainaky Angkat Bicara soal Kandidat Bos Baru PBSI

Next Post
Rexy Mainaky Angkat Bicara soal Kandidat Bos Baru PBSI

Rexy Mainaky Angkat Bicara soal Kandidat Bos Baru PBSI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Solusi Kepemilikan Kendaraan Roda Dua Melalui Pembiayaan tanpa Bunga

Solusi Kepemilikan Kendaraan Roda Dua Melalui Pembiayaan tanpa Bunga

2026-01-23

MUI Desak Pemerintah Evaluasi Keterlibatan Indonesia di ‘Board of Peace’

2026-01-23

Serikat Buruh Tuntut Nike dan Adidas Terapkan Upah Sama di Seluruh Rantai Pasok Indonesia

2026-01-22
Forjim dan Pusat Kebudayaan Turki Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Budaya

Forjim dan Pusat Kebudayaan Turki Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Budaya

2026-01-22

Aksi Buruh TGSL Akan Digelar 21 Januari di Nike dan Adidas

2026-01-20
Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

2026-01-20

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

    Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aksi Buruh TGSL Akan Digelar 21 Januari di Nike dan Adidas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Serikat Buruh Tuntut Nike dan Adidas Terapkan Upah Sama di Seluruh Rantai Pasok Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT BAT Instrumen Bank Internasional Diduga Beroperasi tanpa Lisensi, CBA Imbau Waspada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MUI Desak Pemerintah Evaluasi Keterlibatan Indonesia di ‘Board of Peace’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In