Senin, Juli 20, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Teknologi

‘Tsunami’, Pemindai Kerentanan Skala Besar Buatan Google

redaksi by redaksi
2020-07-09
in Teknologi
0

Dok: Pixabay

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Google menyediakan perkakas lunak sumber terbuka (open-source) yang berfungsi untuk memindai kerentanan (vulnerability) berskala besar untuk ribuan hingga jutaan sistem yang terkoneksi ke internet.

Google menyebutnya “Tsunami”—meski bukan dipakai sebagai nama resmi karena akan dikelola komunitas open-source—dan telah menggunakannya di internal perusahaan.

Related posts

Pembelajaran Online Melalui YukBelajar.com: Solusi Edukasi Digital di Era Modern

Pembelajaran Online Melalui YukBelajar.com: Solusi Edukasi Digital di Era Modern

2026-01-06

Onno W Purbo Luncurkan Roadmap AI Gotong Royong: Lawan AI Mahal

2025-10-10

Perkakas lunak itu kini juga telah tersedia di GitHub sejak Juni lalu. Proyek ini sama halnya ketika Google mengenalkan “Kubernet” (alat internal Google lain) yang tersedia untuk publik.

Apa yang berbeda dari “Tsunami” dengan pemindai lain? Google mengatakan, Tsunami dibuat untuk skala besar, demikian seperti dikutip dari ZDNet, diakses Kamis (9 Juli 2020).

Pemindai tersebut dirancang untuk perusahaan yang mengelola ratusan ribu server, workstation, peralatan jaringan, dan perkakas terkoneksi internet (IoT) lain.

“’Tsunami’ untuk beradaptasi dengan jaringan yang sangat beragam dan sangat besar, tanpa perlu menjalankan pemindai yang berbeda untuk setiap jenis perangkat,” kata Google.

Komponen utama “Tsunami” adalah pemindai itu sendiri atau dijuluki sebagai “modul pengintaian”. Komponen ini memindai jaringan perusahaan untuk port-port (lubang) yang terbuka.

Pemindai selanjutnya menguji masing-masing port dan mengidentifikasi protokol dan layanan yang berjalan. Di sinilah, pengujian apakah terdapat kerentanan perangkat.

Komponen kedua adalah komponen yang lebih kompleks yang berjalan berdasarkan hasil pemindaian pertama.

Modul verifikasi kerentanan juga dapat diperluas melalui plugins –berarti tim keamanan dapat menambahkan vektor serangan dan kerentanan baru untuk memeriksa di dalam jaringan.

Google mengatakan akan meningkatkan “Tsunami” melalui plugins baru untuk mendeteksi beragam eksploitasi dalam beberapa bulan mendatang. Semua pluginsakan dirilis melalui repositori GitHub kedua.

Ke depan “Tsunami” akan fokus pada tujuan klien perusahaan kelas atas dan multi-perangkat. Akurasi pemindaian akan menjadi tujuan utama sehingga memberikan hasil sedikit mungkin kesalahan pendeteksian.

Karena dalam pemindaian skala besar, sekecil apa pun kesalahan deteksi, bisa berakibat pada kesalahan tambalan (patch). Akibatnya perangkat bisa mengalami eror atau network crash.

(cyberthreat/PARADE.ID)

Tags: #Google#Siber
Previous Post

Hati-hati, Utang BUMN Bisa Picu Krisis Lebih Besar

Next Post

Rexy Mainaky Angkat Bicara soal Kandidat Bos Baru PBSI

Next Post
Rexy Mainaky Angkat Bicara soal Kandidat Bos Baru PBSI

Rexy Mainaky Angkat Bicara soal Kandidat Bos Baru PBSI

Hutan Beutong Ateuh Terancam, FRMA Desak Aksi Nyata

Hutan Beutong Ateuh Terancam, FRMA Desak Aksi Nyata

2026-07-19
Mantan Sekdes Ungkap Dugaan Tekanan di Balik Izin Tambang Beutong Ateuh

Mantan Sekdes Ungkap Dugaan Tekanan di Balik Izin Tambang Beutong Ateuh

2026-07-18
Rawa Tripa Terbakar Lagi, Habitat Orangutan Kian Terancam

Rawa Tripa Terbakar Lagi, Habitat Orangutan Kian Terancam

2026-07-17
Keluarga Abu Tgk Bataqiah Laporkan Staf Bupati ke Polisi

Keluarga Abu Tgk Bataqiah Laporkan Staf Bupati ke Polisi

2026-07-17
Limbah PLTU Batubara Rugikan Warga Sumatra

Limbah PLTU Batubara Rugikan Warga Sumatra

2026-07-17
GMKI Desak Investigasi Independen Penembakan Warga Sipil Intan Jaya

GMKI Desak Investigasi Independen Penembakan Warga Sipil Intan Jaya

2026-07-15

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Ketum DEPENAS SBNI Periode 2022-2026 Resmi Dilantik

    Ketum DEPENAS SBNI Periode 2022-2026 Resmi Dilantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Korupsi: Kronologi Kasus Febrie Adriansyah hingga Jadi Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rawa Tripa Terbakar Lagi, Habitat Orangutan Kian Terancam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menteri ESDM: Pengolahan Gas Blok Andaman di KEK Arun Masih Dikaji

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Mewujudkan Kesejahteraan Buruh Tidak Dapat Dipisahkan dari Upaya Pemberantasan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In