Minggu, Oktober 18, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Teknologi

‘Tsunami’, Pemindai Kerentanan Skala Besar Buatan Google

redaksi by redaksi
2020-07-09
in Teknologi
0

Dok: Pixabay

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Google menyediakan perkakas lunak sumber terbuka (open-source) yang berfungsi untuk memindai kerentanan (vulnerability) berskala besar untuk ribuan hingga jutaan sistem yang terkoneksi ke internet.

Google menyebutnya “Tsunami”—meski bukan dipakai sebagai nama resmi karena akan dikelola komunitas open-source—dan telah menggunakannya di internal perusahaan.

Related posts

Ancaman Deepfake dan Malware AI, Regulasi Indonesia Dinilai Tertinggal

Ancaman Deepfake dan Malware AI, Regulasi Indonesia Dinilai Tertinggal

2026-10-01
Presiden Hargai Riset BRIN

Presiden Hargai Riset BRIN

2026-08-08

Perkakas lunak itu kini juga telah tersedia di GitHub sejak Juni lalu. Proyek ini sama halnya ketika Google mengenalkan “Kubernet” (alat internal Google lain) yang tersedia untuk publik.

Apa yang berbeda dari “Tsunami” dengan pemindai lain? Google mengatakan, Tsunami dibuat untuk skala besar, demikian seperti dikutip dari ZDNet, diakses Kamis (9 Juli 2020).

Pemindai tersebut dirancang untuk perusahaan yang mengelola ratusan ribu server, workstation, peralatan jaringan, dan perkakas terkoneksi internet (IoT) lain.

“’Tsunami’ untuk beradaptasi dengan jaringan yang sangat beragam dan sangat besar, tanpa perlu menjalankan pemindai yang berbeda untuk setiap jenis perangkat,” kata Google.

Komponen utama “Tsunami” adalah pemindai itu sendiri atau dijuluki sebagai “modul pengintaian”. Komponen ini memindai jaringan perusahaan untuk port-port (lubang) yang terbuka.

Pemindai selanjutnya menguji masing-masing port dan mengidentifikasi protokol dan layanan yang berjalan. Di sinilah, pengujian apakah terdapat kerentanan perangkat.

Komponen kedua adalah komponen yang lebih kompleks yang berjalan berdasarkan hasil pemindaian pertama.

Modul verifikasi kerentanan juga dapat diperluas melalui plugins –berarti tim keamanan dapat menambahkan vektor serangan dan kerentanan baru untuk memeriksa di dalam jaringan.

Google mengatakan akan meningkatkan “Tsunami” melalui plugins baru untuk mendeteksi beragam eksploitasi dalam beberapa bulan mendatang. Semua pluginsakan dirilis melalui repositori GitHub kedua.

Ke depan “Tsunami” akan fokus pada tujuan klien perusahaan kelas atas dan multi-perangkat. Akurasi pemindaian akan menjadi tujuan utama sehingga memberikan hasil sedikit mungkin kesalahan pendeteksian.

Karena dalam pemindaian skala besar, sekecil apa pun kesalahan deteksi, bisa berakibat pada kesalahan tambalan (patch). Akibatnya perangkat bisa mengalami eror atau network crash.

(cyberthreat/PARADE.ID)

Tags: #Google#Siber
Previous Post

Hati-hati, Utang BUMN Bisa Picu Krisis Lebih Besar

Next Post

Rexy Mainaky Angkat Bicara soal Kandidat Bos Baru PBSI

Next Post
Rexy Mainaky Angkat Bicara soal Kandidat Bos Baru PBSI

Rexy Mainaky Angkat Bicara soal Kandidat Bos Baru PBSI

Pakar Hukum Tara Negara Prediksi Nasib Gibran di Putusan MK

Zainal Arifin Mochtar: Rocky Gerung di Wantimpres Sulit Ubah Struktur

2026-10-17
Politisi Demokrat Sebut Ini ke Pihak yang Mewacanakan Kembali Pemilu Ditunda

Desak Komisi XI Panggil BEI dan OJK, Jansen Sitindaon: IHSG Anjlok

2026-10-17
DAD DKI Desak RUU Masyarakat Adat Disahkan

DAD DKI Desak RUU Masyarakat Adat Disahkan

2026-10-17
BerbagiLink Besutan Putra Aceh Raih Best Startup II HSDD 2026

BerbagiLink Besutan Putra Aceh Raih Best Startup II HSDD 2026

2026-10-17
Tandyo Budi Revita Jadi KSAD, Gantikan Maruli Simanjuntak

Tandyo Budi Revita Jadi KSAD, Gantikan Maruli Simanjuntak

2026-10-16
Surat BKP Viral, Instansi Diminta Unggah Capaian 2 Tahun Pemerintah

Surat BKP Viral, Instansi Diminta Unggah Capaian 2 Tahun Pemerintah

2026-10-16

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

    Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putusan MK Ijazah Gibran Bukan Pengesahan, Jalur Hukum Masih Terbuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bendera Bintang Bulan di Acara Maulid Pidie Picu Bentrokan Warga dan TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi Digital dan UMKM 2 Tahun Prabowo-Gibran: Pertumbuhan Rapuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tumbler Defect Snapy Mulai Rp5.000 Diburu Ratusan Pengunjung Blok M

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2026 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2026 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In