Jakarta (parade.id)- Pengamat politik Muhammad Said Didu menegaskan bahwa kadar perjuangan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) harus ditingkatkan, bukan diturunkan, menyusul penilaiannya bahwa kondisi Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto semakin menjauh dari semangat patriotisme dan nasionalisme.
Pernyataan itu disampaikan Said Didu dalam sebuah pertemuan yang kemudian diunggah di kanal YouTube pribadinya, Selasa (7/4/2026).
“Kalau makin jelek maka semangat perjuangan kami harus naik,” ujar Said Didu. Ia mengibaratkan tolok ukur perjuangan seperti skala: bila keadaan membaik, kadar perjuangan diturunkan; bila memburuk, harus ditingkatkan.
Said Didu mengaku masih menghargai niat Presiden Prabowo, namun frustrasi melihat caranya menjalankan pemerintahan. Ia bahkan menyebut publik sudah mulai banyak menyebarkan meme kritik terhadap Prabowo hanya dalam setahun pertama, jauh lebih cepat dibanding era Jokowi yang baru memunculkan tren serupa di periode kedua.
“Presiden Prabowo harus waspada bahwa rakyat Indonesia sudah sangat resah melihat tidak ada harapan ke depan,” katanya.
Ia juga menyoroti kunjungan Duta Besar Iran yang memilih menemui tokoh-tokoh di luar pemerintahan, seperti Jusuf Kalla, Megawati, hingga Joko Widodo, ketimbang bertemu langsung dengan Presiden Prabowo. Menurut Said Didu, langkah itu bukan kebetulan, melainkan sinyal diplomatik internasional yang seharusnya dibaca pemerintah dengan kepekaan politik tinggi.
“Tidak mungkin seorang duta besar melakukan itu tanpa sinyal,” tegasnya.
Said Didu juga mendesak agar Presiden Prabowo segera melakukan reshuffle kabinet secara sungguh-sungguh, memilih menteri berdasarkan meritokrasi, dan memutus pengaruh pihak-pihak yang dinilai “menyandera” jalannya pemerintahan.







