Selasa, September 29, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Berilmu = Takut pada Allah

redaksi by redaksi
2021-06-07
in Nasional, Pendidikan, Uncategorized
0
Berilmu = Takut pada Allah
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Tak heran para ulama sejak dulu tak bosan mengingatkan. Mengulang-ulang kembali terkait niat belajar atau motivasi menuntut ilmu

ORANG berilmu dan tidak berilmu itu berbeda. Keduanya tidak sama. Antara orang yang mengetahui dan tidak mengetahui. Itu sudah pasti. Secara ketetapan teori ataupun realitas dalam kehidupan sehari-hari.

Related posts

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

2026-09-29
Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

2026-09-28

Orang yang tahu dan mengerti dianggap bisa mengerjakan sesuatu dengan baik dan benar. Sedangkan orang yang tidak tahu jika bekerja biasanya akan asal-asalan. Paling tidak hasil kerjanya kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Firman Allah: “Apakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Sesungguhnya hanya orang yang berakallah yang bisa mengambil pelajaran.” (QS. Az-Zumar [39]: 9). Dalam ayat lain, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama,” (QS. Al-Fathir [35]: 28).

Mukjizatnya, al-Qur’an menyebut perbedaan itu dengan uslub istifham inkari (redaksinya bertanya tapi sesungguhnya mengingkari). Apakah keduanya sama? Ya jelas tidak. Itu tak mungkin sama. Barangkali begitu nada dan kalimat ayat tersebut jika diterjemahkan kembali. Bagi orang beriman, sekadar berbeda rupanya belum cukup. Sebab masalahnya bukan asal tidak sama. Lalu selesai begitu saja.

Tapi bagaimana perbedaan itu sesungguhnya? Kalau sudah berilmu, apa setelahnya? Paling utama tentu saja mengembalikan segala sesuatu yang dipunyai manusia kepada iman. Termasuk ilmu. Patokan awal ilmu bermanfaat jika terkait dengan hidayah. Iman itu sumber kebahagiaan. Untuk itu, ilmu yang menjauhi hidayah hanyalah awal dari bencana. Ilmu tanpa hidayah berarti yang didapat bukan berkah dan merasa bahagia. Tapi bisa celaka yang berujung sengsara. Dunia dan Akhirat kelak.

Inilah pentingnya orientasi ilmu. Tak heran para ulama sejak dulu tak bosan mengingatkan. Mengulang-ulang kembali terkait niat belajar atau motivasi menuntut ilmu. Bahwa kewajiban yang digariskan dalam menuntut ilmu bukan sekadar tanpa tujuan. Perintah bersungguh-sungguh mencari ilmu tak lain beririsan dengan tujuan hidup itu sendiri. Sebab orientasi ilmu yang benar hakikatnya sama dengan kewajiban menghambakan diri kepada Sang Pencipta.

Dengan pemahaman di atas, maka orang berilmu seharusnya menjadi orang-orang yang paling takut ketika disebut nama Tuhannya.

Sebab, dengan ilmu yang dimiliki, mereka adalah kumpulan manusia yang paling paham hakikat hidup ini. Mereka dianggap sangat mengerti hukum-hukum agama dan kewajiban menegakkan syariat. Mereka juga berada di garda terdepan dalam urusan santun dan meninggikan adab ketika bermuamalah kepada sesama manusia. Serta banyak lagi manfaat positif dari ilmu tersebut.

Orang berilmu berarti punya keyakinan akan ke-MahaKuasa-an Allah Ta’ala. Imannya menjadi kuat. Ibadahnya lagi terjaga. Allah menjadi satu-satunya sandaran hidupnya. Bukan lagi bersandar kepada manusia atau ciptaan lainnya yang biasa dipertuhankan oleh manusia-manusia lalai dan tidak berilmu. Dengan bersandar keyakinan kepada-Nya, cara pandang orang berilmu niscaya ikut berubah. Jika orang-orang bekerja hanya untuk dunianya saja. Maka orang beriman mengejar nasibnya di akhirat melalui kehidupan dunianya saat ini.

Kisah tukang sihir di zaman Fir’aun layak jadi renungan sebagai penutup. Tatkala akalnya tercelup hidayah iman. Ilmu dan amalnya seketika berubah. Kalau dulu mereka adalah penyokong segala tindak tanduk dan ketetapan Fir’aun. Kini sikap itu berubah 180 derajat. Gagah ‎berani mereka mendeklarasikan keimanan di tengah lapangan terbuka. Tepat di hadapan wajah Fir’aun. Tanpa secuil rasa takut sedikitpun. Mereka sadar dan penuh yakin dengan ucapan tauhid tersebut.

Firman Allah, “Mereka berkata: Tidak masalah, sesungguhnya kepada Tuhan kamilah, kami akan kembali. ‎Sesungguhnya kami sudah sangat berharap Allah mengampuni dosa-dosa dan ‎kesalahan-kesalahan kami, dan kami betul-betul berharap menjadi orang-orang awal ‎beriman.” (QS. Asy-Syuara [26]: 50-51).

(Robi/hidayatullah/PARADE.ID)

Tags: #Berilmu#Jakarta#Religi
Previous Post

Meredam Wabah dengan Banyak Bersedekah

Next Post

Perbanyak Shalawat di Masa Wabah!

Next Post
Perbanyak Shalawat di Masa Wabah!

Perbanyak Shalawat di Masa Wabah!

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

2026-09-29
Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

2026-09-28
Akar Kabut Asap Kalteng: LSM Progress Tuntut Status Darurat Nasional

Akar Kabut Asap Kalteng: LSM Progress Tuntut Status Darurat Nasional

2026-09-28

Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong: Penolakan, Temuan Hunian Mewah hingga Respons Yusril

2026-09-25

APPI Desak DPR Coret Nyoman Adhi Suryadnyana Calon Anggota BPK

2026-09-24
Herdman Diuji, Timnas Indonesia Buka FIFA ASEAN Cup 2026

Herdman Diuji, Timnas Indonesia Buka FIFA ASEAN Cup 2026

2026-09-24

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APPI Desak DPR Coret Nyoman Adhi Suryadnyana Calon Anggota BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lepi Ali Firmansyah Kembali Terpilih Menjadi Ketua PKB Cianjur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Asal Mula Berdirinya Kesultanan Utsmani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong: Penolakan, Temuan Hunian Mewah hingga Respons Yusril

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In