Minggu, Februari 15, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional Hukum

FPBI Melakukan Aksi, Kritik MK dan Minta Dibatalkannya UU Ciptaker

redaksi by redaksi
2021-12-14
in Hukum, Nasional, Politik, Sosial dan Budaya
0
FPBI Melakukan Aksi, Kritik MK dan Minta Dibatalkannya UU Ciptaker
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Hari ini, puluhan dari massa buruh dari Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) melakukan aksi unjuk rasa di Silang Monas/Patung Kuda, Jakarta. Massa mengkritik keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait judical review dan meminta agar UU Cipta Kerja (Ciptaker) dibatalkan karena inkonstitusional.

“Harapan kelompok buruh agar UU Cipta Kerja Omnibus Law dibatalkan sepenuhnya karena inkonstitusional dan berharap putusan MK terkait judicial review tidak dijadikan alat politik untuk menindas buruh,” ujar Ketua Umum FPBI, Herman Abdul Rahman, Selasa (14/12/2021).

Related posts

Sekjen KPCDI: Pemblokiran BPJS PBI Pasien Cuci Darah Langgar HAM

2026-02-15
Presiden Prabowo Tekankan Integrasi Program Strategis untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Presiden Prabowo Tekankan Integrasi Program Strategis untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

2026-02-14

Dalam pres rilis pernyataan sikap FPBI menyampaikan bahwa sejak diundangkannya Omnibus Law menjadi Undang-undang satu tahun yang lalu, arah kebijakan Ketenagakerjaan Indonesia semakin liberal dan kapitalistik.

Namun, meski demikian, UU Cipta Kerja yang mendapatkan kritik dari berbagai pihak, rezim Jokoiw tetap bersikeras mengundangkan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Masih segar diingatan kita tentang bagaimana kerasnya gerakan rakyat turun ke jalan di sepanjang tahun 2020 untuk menentang pengesahan UU Cipta Kerja,” tertulis demikian.

“Namun sekali lagi aspirasi dan tuntutan rakyat Indonesia dianggap angin lalu bahkan ditumpas melalui instrumen bersenjata dengan melakukan penyerangan dan penangkapan terhadap ratusan pejuang rakyat hampir di seluruh penjuru negeri,” kata Ketum FPBI.

Herman pun menyebut bahwa semakin jelas dan terang di hadapan rakyat Indonesia bagaimana pemerintah (Rezim Jokowi-Ma’rug) menunjukkan keberpihakannya kepada kelas pengusaha dan menjadikan keras pekerja sapi perah untuk memperkaya si tuan modal. Tidak hanya di sektor ketenagakerjaan, petani, nelayan, kaum miskin kota, mahasiswa dan pelajar, perempuan dan kelompok masyarakat ekonomi lemah lainnya juga mendapatkan perlakuan yang semena-mena dari Pemerintah melalui kebijakan yang antirakyat dan kapitalistik.

“FPBI menyerukan kepada segenap rakyat Indonesia untuk menolak keberadaan UU Cipta Kerja serta mendesak pemerintah untuk memberlakukan Upah Layak Nasional dengan membangun persatuan yang kuat dan kokoh, persatuan didasari oleh keinginan dan kepentingan kaum buruh sebagai kelas untuk mencapai kesejahteraan bersama, bukan justru persatuan yang dibangun atas dasar kepentingan dan kegenitan segelintir elit politik dan elit organisasi,” serunya.

Atas hal itu, Herman mengaku bahwa FPBI masih terus mengkaji dampak masih berlakunya aturan turunan UU Cipta Kerja dan menghimpun masukan-masukan dari serikat buruh lainnya terkait upaya ligitisasi yang akan dilakukan selanjutnya menuntut pencabutan Omnibus Law.

“Persatuan tersebut mestilah memiliki program perjuangan yang jelas dan tidak kompromis dengan pengusaha,” kata dia.

Sebab itu, pertama UU Ciptaker beserta aturan turunnya mesti dicabut. Kedua, berlakukan upah layak nasional. Ketiga, mewujudkan UU Perlindungan buruh.

“Berlakukan enam jam kerja per hari. Berikan jaminan perlindungan terhadap buruh perempuan (Hak Maternitas). Hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing. hapuskan sistem kerja magang,” pungkasnya.

Selain itu kita, kata dia, kalau ingin menuju kesejahteraan rakyat, maka mesti melakukan beberapa hal. Yakni: Nasionalisasi aset vital di bawah kontrol rakyat; Laksanakan reforma agrarian sejati ; Bangun industri nasional yang mandiri di bawah kontrol rakyat; Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis dan bervisi kerakyatan; dan Bangun Partai Massa Rakyat untuk pembebasan nasional melawan imperialisme.

(Verry/PARADE.ID)

Tags: #Ciptaker#FPBI#Hukum#Nasional#Sosialpolitik
Previous Post

Peringatan Dini Tsunami oleh BMKG Hari Ini

Next Post

PB HMI MPO Gelar Trapolnas di Jayapura

Next Post
PB HMI MPO Gelar Trapolnas di Jayapura

PB HMI MPO Gelar Trapolnas di Jayapura

Sekjen KPCDI: Pemblokiran BPJS PBI Pasien Cuci Darah Langgar HAM

2026-02-15
Presiden Prabowo Tekankan Integrasi Program Strategis untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Presiden Prabowo Tekankan Integrasi Program Strategis untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

2026-02-14
Dua Pilot Ditembak Mati di Papua: IPI Desak Negara Lindungi Keamanan Penerbangan

Dua Pilot Ditembak Mati di Papua: IPI Desak Negara Lindungi Keamanan Penerbangan

2026-02-13
Menko Airlangga Klaim Penyaluran KUR pada Sektor Pertanian Meningkat Pesat

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,39 Persen di Kuartal IV, Tertinggi di G20

2026-02-13
Netty Aher Angkat Suara soal Meningkatnya Kasus Diabetes pada Anak

Penghapusan Tunggakan Iuran PBPU Harus Berpihak pada Rakyat Miskin

2026-02-12
Dana Umat Bisa Capai Rp500 Triliun Setahun jika Dikelola Baik

Dana Umat Bisa Capai Rp500 Triliun Setahun jika Dikelola Baik

2026-02-09

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Senat Hukum Universitas Jayabaya Tolak Penundaan Pemilu 2024, Ini Alasannya

    Terobosan pada Sidang Etik Polri Diapresiasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CBA Desak Kejagung Panggil Presdir Astra Internasional, Menyoal Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dedi Hardianto Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Diumumkan Komisi IX

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GMKR Deklarasikan Perang terhadap Oligarki: Gibran dan Jokowi Jadi Target Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Relawan Poros Prabowo Presiden Desak Dirut Subholding Mainstream Pertamina Dicopot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In