Senin, Agustus 17, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Imbauan untuk Pejabat: Bertindaklah sebagai Guru untuk Rakyatnya

redaksi by redaksi
2021-09-02
in Nasional, Politik
0
Imbauan untuk Pejabat: Bertindaklah sebagai Guru untuk Rakyatnya

Foto: dok. republika.co.id (ilustrasi)

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Kritik itu bagian dari pengingat, sekaligus vitamin bagi siapa saja, termasuk pemerintah. Asal kritik itu disampaikan dengan bijak, maka ia rasanya perlu menjadi perhatian oleh kita, terlebih oleh pemerintah.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), yang juga merupakan Anggota DPD, Prof Jimly Asshiddiqie mengatakan bahwa kritik itu sah-sah saja. Tapi jangan selalu menyengaja mau mengkritik.

Related posts

Peringatan Hari Damai Aceh Ricuh, Bendera Bulan Bintang Berkibar di Masjid Raya

Peringatan Hari Damai Aceh Ricuh, Bendera Bulan Bintang Berkibar di Masjid Raya

2026-08-16
Solidaritas Aceh Desak DPR Sahkan Revisi UUPA Agustus 2026

Solidaritas Aceh Desak DPR Sahkan Revisi UUPA Agustus 2026

2026-08-16

Untuk kritik, sampaikanlah ide. Sampaikanlah pesan-pesan. Penilaian kepada kebijakan yang pemerintah buat.

“Misalnya tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah, ya, itu namanya orang yang mengkritik. Jadi tidak perlu meniatkan untuk mengkritik. Sampaikan saja yang benar,” dalam perbincangan dengan Ketua MUI KH Cholil Nafis, di kanal YouTube TVMUI, belum lama ini.

Kritik itu, kata dia, bukan niat untuk menjatuhkan, apalagi mengkritik itu sampai ngorek-ngorek keluarganya. Itu bukan mengkritik namanya.

Kritik Lewat Mural

Bagi Prof Jimly, kritik (lewat) mural itu ekspresi seni. Di ruang publik. Di ruang umum. Namun demikian, katanya, perlu ada aturan untuk itu. Dimana diperlukannya petugas. Tetapi petugas itu melakukan tindakan harus memakai cara yang baik dalam menindak.

“Soal pandemi ini menyangkut nasib semu kita. Sebaiknya, politik adu domba, politik permusuhan, dikurangi dulu. Fokus dulu mengenai Covid ini. Pasti juga (penanganan) Covid ini tidak sempurna juga,” katanya.

“Bagaimanapun manajemen pemerintah ini banyak kekurangannya. Kita pun kalau yang menempati posisi Pak Luhut, misalnya, pasti banyak juga kekurangannya,” sambungnya.

Jadi, kata dia, ini memang masalah yang dihadapi semua negara. Ekonomi semua negara itu turun semua. Hanya saja kalau ditambah dengan permusahan lagi, makin kacau kita. Menurut dia, keselamatan sebagai hukum tertinggi harus tetap didahulukan.

“Tapi sementara itu kalau pemerintah juga tidak mau terima kritik, ya, repot juga. Mural di sana dihapus. Bisa jadi makin banyak mural di mana-mana, karena politik ini sudah campur aduk. Ditambah masih tiga tahun lagi orang bicarakan Capres,” penglihatannya.

Ia rasa saat ini semua pejabat, presiden harus saling merangkul. Saling merukunkan. Bukan malah memberikan pembenaran permusuhan.

“Jadi, suara-suara dari istana kayak Ngabalin agak turunkan tensi. Tidak baik makin memperparah komunikasi publik. Belum lagi Moeldoko mau merebut partai orang. Ini kan orang jadi mengasosiasikan ke istana semua. Jadi tidak sehat,” sesalnya.

Menurut Prof Jimly, perlu adanya rekonstruksi dari sistem komunikasi, karena salah satu fungsi kepemimpinan itu komunikator. Komunikasinya harus efektif. Selain fungsi keteladanan, sistem building dan kemudian komunikasi, karena pemimpin itu adalah guru.

Pemimpin itu digugu dan ditiru. Jadi tidak bisa tidak dia itu harus menjadi pemimpin yang baik. Sama, guru yang baik itu pemimpin yang baik juga. Jangan mengajarkan sesuatu karena hasil survei. Tidak bisa. Ajarkan yang baik itu dengan cara yang baik seperti pemimpin.

“Maka Konghucu mengatakan, ‘Kalau kamu berpergian bertiga, satu angkat jadi guru.’ Nabi Muhammad bersabda, mirip dengan itu. ‘Apabila kamu berpergian bertiga, angkat satu jadi pemimpin’. Sebab menurut saya itu pemimpin itu, ya, guru. Guru itu, ya, memimpin,” tegasnya.

Hal itu pun bisa dimulai dari Presiden Jokowi. Lanjut ke kiai Ma’ruf Amin, yang diikuti semua menteri: bertindaklah sebagai guru untuk rakyatnya.

(Sur/PARADE.ID)

Tags: #Hukum#Nasionalpolitik
Previous Post

Penegakan Hukum atas Nama Menjaga Hehormatan Lambang Negara Bisa Diperbaiki

Next Post

Peran Ulama, Intelektual, dan Akademisi Bisa Menstabilkan Negeri

Next Post

Peran Ulama, Intelektual, dan Akademisi Bisa Menstabilkan Negeri

Peringatan Hari Damai Aceh Ricuh, Bendera Bulan Bintang Berkibar di Masjid Raya

Peringatan Hari Damai Aceh Ricuh, Bendera Bulan Bintang Berkibar di Masjid Raya

2026-08-16
Solidaritas Aceh Desak DPR Sahkan Revisi UUPA Agustus 2026

Solidaritas Aceh Desak DPR Sahkan Revisi UUPA Agustus 2026

2026-08-16
Hari Damai Aceh 2026: Rafsanjani Ajak Kibarkan Alam Peudeung

Hari Damai Aceh 2026: Rafsanjani Ajak Kibarkan Alam Peudeung

2026-08-14
Hadiah Miras Penghafal Quran Disorot Menko Yusril

Hadiah Miras Penghafal Quran Disorot Menko Yusril

2026-08-13
Kericuhan di Ilaga, Kantor Pemda Puncak Dibakar Massa

Kericuhan di Ilaga, Kantor Pemda Puncak Dibakar Massa

2026-08-12
Pertumbuhan Ekonomi Kuat di Angka, Rapuh di Fondasi

Pertumbuhan Ekonomi Kuat di Angka, Rapuh di Fondasi

2026-08-12

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • TIM Jakarta Utara Solid Dukung TIM Pusat Perjuangkan Blok Andaman

    TIM Jakarta Utara Solid Dukung TIM Pusat Perjuangkan Blok Andaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Buruh SBNI Sumut Tuntut Hapus Outsourcing di Medan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Damai Aceh 2026: Rafsanjani Ajak Kibarkan Alam Peudeung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denny Tantang Gibran Buktikan Ijazah SMA Asli, Sayembara 100 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Jabar KDM Menindas Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In