Sabtu, Juli 25, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Ketum DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren

redaksi by redaksi
2021-10-22
in Nasional, Pendidikan
0
Ketum DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Peringatan Hari Santri yang dilaksanakan setiap tahun mesti menjadi momentum untuk menjadikan pesantren sebagai pusat kebangkitan pendidikan di Indonesia. Momentum ini penting, sebab pesantren dan santri harus mampu merespon tantangan cepatnya perubahan secara tepat agar peradaban Islam tidak tergilas zaman.

“Pesantren telah menjadi sentral kebangkitan dan perjuangan sejak zaman penjajahan dahulu,” kata Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Dr. H. Adian Husaini dalam webinar bertajuk ‘Peta Jalan Kebangkitan Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik’, Jumat (22/10/2021).

Related posts

Kolaborasi BRI dan Hachi Garden Dorong Transaksi Non-Tunai

Kolaborasi BRI dan Hachi Garden Dorong Transaksi Non-Tunai

2026-07-25
KON Tunda Aksi 277

KON Tunda Aksi 277

2026-07-25

Dr. Adian melanjutkan, banyak tokoh Islam yang berjuang melawan penjajahan Belanda dengan cara mendirikan pesantren, seperti yang dilakukan oleh Syaikh Yusuf Al-Makassari, Syaikh Abdul Samad Al-Palimbani, dan lainnya.

Menurut Dr. Adian, mengutip pernyataan pahlawan nasional Mohammad Natsir, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang dikembangkan dalam rangka perjuangan bangsa Indonesia.

“Dengan demikian, pesantren bukan saja merupakan lembaga pendidikan tetapi merupakan peran yang penting dalam perjuangan nasional,” katanya.

Konsep pesantren, lanjutnya, juga dikembangkan oleh Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara yang dahulu mendirikan Taman Siswa karena menolak keras sistem pendidikan yang dibangun Belanda.

“Ki Hajar Dewantara menolak sistem pendidikan Belanda karena dibangun hanya untuk kepentingan mereka,” ujar Dr. Adian.

Ia melanjutkan, Ki Hajar Dewantara menguraikan sifat pesantren atau pondok dan asrama yaitu sebagai rumah kiai guru, yang dipakai untuk pondokan santri-santri dan rumah pengajaran juga. Di sana setiap hari guru dan murid berkumpul jadi satu melakukan kegiatan belajar mengajar sendiri.

“Menurut Ki Hajar Dewantara, mendidik berarti menuntun tumbuhnya budi pekerti dalam hidup anak-anak kita supaya mereka kelak menjadi manusia berpibadi yang beradab dan bersusila,” jelasnya.

Ki Hajar Dewantara juga menjabarkan, pengajaran adab kepada siswa bermaksud memberikan agar jiwa anak terbangun seutuhnya bersamaan dengan pendidikan jasmaninya.

“Makanya menarik ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sejak zaman Anies Baswedan hingga Nadiem Makarim selalu menggaungkan konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara,” ujarnya.

Namun demikian, ia juga mewanti-wanti kepada orang tua siswa agar tidak menjadikan pesantren sebagai tempat ‘pelarian’ pendidikan bagi anak-anaknya yang dianggap bermasalah.

Pesantren bukan wadah untuk menjadikan anak-anak yang bermasalah menjadi lebih baik secara instan. Pendidikan harus kerjasama pesantren dan orang tua.

” Harus diingat menanamkan adab itu butuh keteladanan dan pembiasaan,” pungkas Dr. Adian. []

Tags: #DDII#HariSantri#Nasional#Pendidikan
Previous Post

IDI: Pandemi Kikis Persaingan Layanan Medis Digital dan Konvensional

Next Post

Wawasan Kebangsaan: Pancasila dan Radikalisme

Next Post
Wawasan Kebangsaan: Pancasila dan Radikalisme

Wawasan Kebangsaan: Pancasila dan Radikalisme

Kolaborasi BRI dan Hachi Garden Dorong Transaksi Non-Tunai

Kolaborasi BRI dan Hachi Garden Dorong Transaksi Non-Tunai

2026-07-25
KON Tunda Aksi 277

KON Tunda Aksi 277

2026-07-25
BRI Dukung UMKM dan Koperasi di Puncak Harkopnas 2026

BRI Dukung UMKM dan Koperasi di Puncak Harkopnas 2026

2026-07-24
ICMI Muda Sumut Bedah Sejarah Aceh dan Deli

ICMI Muda Sumut Bedah Sejarah Aceh dan Deli

2026-07-24

Pemerintah Berhasil Memulangkan WNI Korban Sindikat Online di Myanmar Diapresiasi DPR

2026-07-22
Dewan Pers Menyoal Ucapan Hotman Paris ke Wartawan

Dewan Pers Menyoal Ucapan Hotman Paris ke Wartawan

2026-07-21

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Ojol Tolak Potongan 8 Persen, KON Minta Presiden Revisi Perpres

    Ojol Tolak Potongan 8 Persen, KON Minta Presiden Revisi Perpres

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hutan Beutong Ateuh Terancam, FRMA Desak Aksi Nyata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KON Tunda Aksi 277

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Sekdes Ungkap Dugaan Tekanan di Balik Izin Tambang Beutong Ateuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Taklimat Presiden Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In