Minggu, Februari 15, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Opini

Ma’ruf Amin akan Diganti?

redaksi by redaksi
2020-08-11
in Opini
0
Wapres: Pemerintah Terus Lakukan Akselerasi Atasi Covid-19
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Desas desus, Makruf Amin akan diganti. Maksudnya, dilengserkan dari kursi wapres. Isunya makin santer. Bahkan kabarnya, sekenario ini sudah direncanakan sebelum pilpres 2019. Namanya juga kabar. Bisa benar, bisa tidak.

Dari sisi politik, jika benar, kabar ini tak terlalu mengejutkan. Sebab, posisi Makruf Amin lemah. Tidak punya partai, dan dianggap tidak sepenuhnya merepresentasikan kepentingan Nahdhiyin, organisasi asal Kiyai Makruf ini.

Related posts

Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

2026-01-20
Pembagian Peran yang Jelas di Dalam Sistem Transportasi Nasional Perkeretaapian sesuai UU

Pembagian Peran yang Jelas di Dalam Sistem Transportasi Nasional Perkeretaapian sesuai UU

2024-12-30

Menjadi wapres, tapi Menteri Agama malah lepas dari NU. Kerja dan dukungan PBNU untuk kemenangan Jokowi-Makruf total. Tapi, kompensasi yang diberikan kepada NU tak sebanding.

Sebagai vote getter, pilih Makruf Amin sebagai Cawapres cukup efektif. Kantong suara Nahdhiyin bisa diambil. Terutama untuk mengimbangi suara umat Islam yang anti terhadap Jokowi. Khusunya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Jika Makruf Amin diganti, bagaimana respon PKB dan PBNU? Yang pasti, Makruf Amin tidak mewakili PKB. PKB punya jatah sendiri di kabinet. Untuk PBNU, jika posisi Menteri Agama kembali diserahkan kepada kader NU, ini akan melegakan. Proporsional! Sebab, banyak garapan Kemenag itu ada di wilayah NU.

Mungkinkah posisi wapres ditukargulingkan dengan Menag? Sepertinya PBNU tak keberatan. Sebab, pegang Kemenag bagi NU bisa jadi lebih banyak manfaatnya dari pada posisi wapres.

Lalu, apa alasan konstitusional mengganti Makruf Amin? Mengundurkan diri dengan alasan udzur itu dibenarkan oleh konstitusi. Simple!

Siapa yang menggantikanya? Yang pasti bukan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) atau Kiyai Said Aqil Siroj (SAS). Kabarnya, ada dua kandidat yang sekarang sedang bersaing untuk mengincar posisi itu. Siapa? Budi Gunawan dan Prabowo Subianto.

Budi Gunawan orang dekat Megawati, ketua umum PDIP. PDIP cukup besar jumlah kursinya di DPR jika nanti terjadi pemilihan di parlemen. Tapi, Jokowi nampaknya lebih sreg ke Prabowo Subianto untuk mendampingi dirinya.

Kenapa? Pertama, selama ini Jokowi selalu berhasil menghindari koptasi Megawati. Pilihan ke Luhut Binsar Panjaitan (LBP) selama dua periode kepemimpinannya adalah bentuk nyata dari upaya Jokowi menghindari koptasi Mega. Sementara BG orang Mega.

Kedua, Prabowo tak diragukan loyalitasnya kepada atasan.  Jokowi tak perlu risau dan merasa khawatir terhadap Prabowo. Gak akan menelikung atasan. LBP adalah orang yang kenal benar siapa Prabowo. Dituduh menelikung PKS dan Umat, itu soal yang berbeda. Karena PKS dan Umat bukan atasan Prabowo. Ini yang harus dipahami.

Ketiga, Prabowo punya partai Gerindra. Jumlah kursinya juga signifikan. Ini juga bisa jadi alasan kenapa Prabowo mempertahankan posisinya sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. Selain alasan untuk persiapan pilpres 2024, Gerindra akan di garda terdepan untuk back up Jokowi. Ini sekaligus memberi pesan bahwa Jokowi merasa aman jika 2024 Prabowo jadi presiden.

Keempat, Prabowo militer. Keberadaan militer sebagai wapres akan menjadi perisai saat Indonesia dihantam krisis. Mesin militer bisa digunakan untuk menghadang jika terjadi demo besar-besaran di masa krisis.

Ingat, Indonesia sudah masuk masa resesi. Pertumbuhan ekonomi minus 5,32. Kabarnya bahkan lebih dari itu. Akhir tahun ini negara kehabisan uang. Ini bisa jadi gejolak ekonomi yang berefek pada gejolak sosial dan politik. Di situ peran Prabowo yang berlatar belakang militer menjadi penting.

Siapa yang akan menggantikan posisi Makruf Amin akan bergantung kelihaian kedua partai besar itu bermanuver. Antara PDIP vs Gerindra. Tapi, ada pertanyaan mendasar yang tak boleh diabaikan: apakah Makruf Amin akan legowo untuk mundur? Atau sebaliknya, mantan kader PPP dan PKB ini justru bermanuver untuk mengganti presiden? Ingat, politik itu tidak linier. Apa yang tampak di permukaan dan perencanaan, tak secara otomatis akan jadi kenyataan.

Jakarta, 10 Agustus 2020

*Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa, Tony Rosyid

Tags: #Kolom#TonyRosyidpolitik
Previous Post

Hal Krusial Mengapa Omnibus Law Harus Ditolak

Next Post

Terkait Tata Ruang Kota, LKIM Sultra Geruduk Wali Kota Kendari

Next Post

Terkait Tata Ruang Kota, LKIM Sultra Geruduk Wali Kota Kendari

Sekjen KPCDI: Pemblokiran BPJS PBI Pasien Cuci Darah Langgar HAM

2026-02-15
Presiden Prabowo Tekankan Integrasi Program Strategis untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Presiden Prabowo Tekankan Integrasi Program Strategis untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

2026-02-14
Dua Pilot Ditembak Mati di Papua: IPI Desak Negara Lindungi Keamanan Penerbangan

Dua Pilot Ditembak Mati di Papua: IPI Desak Negara Lindungi Keamanan Penerbangan

2026-02-13
Menko Airlangga Klaim Penyaluran KUR pada Sektor Pertanian Meningkat Pesat

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,39 Persen di Kuartal IV, Tertinggi di G20

2026-02-13
Netty Aher Angkat Suara soal Meningkatnya Kasus Diabetes pada Anak

Penghapusan Tunggakan Iuran PBPU Harus Berpihak pada Rakyat Miskin

2026-02-12
Dana Umat Bisa Capai Rp500 Triliun Setahun jika Dikelola Baik

Dana Umat Bisa Capai Rp500 Triliun Setahun jika Dikelola Baik

2026-02-09

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Senat Hukum Universitas Jayabaya Tolak Penundaan Pemilu 2024, Ini Alasannya

    Terobosan pada Sidang Etik Polri Diapresiasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CBA Desak Kejagung Panggil Presdir Astra Internasional, Menyoal Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dedi Hardianto Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Diumumkan Komisi IX

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GMKR Deklarasikan Perang terhadap Oligarki: Gibran dan Jokowi Jadi Target Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Relawan Poros Prabowo Presiden Desak Dirut Subholding Mainstream Pertamina Dicopot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In