Minggu, April 19, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Gaya Hidup

Road to Indonesia Fashion Parade 2023: Rejuvination

CEO Indonesia Fashion Parade 2023, Athan Siahaan, memberikan alasan mengapa tema itu yang diambil—bertujuan untuk merespons isu Indonesia karena dinilai menjadi salah satu negara penyumbang sampah terbesar di dunia.

redaksi by redaksi
2023-03-02
in Gaya Hidup, Pariwisata
0
Road to Indonesia Fashion Parade 2023: Rejuvination

Foto: para desainer di acara Road to Indonesia Fashion Parade (IFP) 2023, kemarin, Ahad (26/2/2023). di Jakarta

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (parade.id)- Acara Road to Indonesia Fashion Parade (IFP) 2023 digelar, kemarin. Digelar di salah satu hotel di Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Tema yang diambil adalah ‘Rejuvination’.

CEO Indonesia Fashion Parade 2023, Athan Siahaan, memberikan alasan mengapa tema itu yang diambil—bertujuan untuk merespons isu Indonesia karena dinilai menjadi salah satu negara penyumbang sampah terbesar di dunia. Dimana satu bulan bisa mencapai 7 ribu ton.

Related posts

Kepadatan Trafik Pengunjung dan Standar Keamanan Mal Botani Square Bogor

2026-04-17

Penyu Ditemukan di Danau Moko, Perairan Campuran Laut dan Tawar di Desa Oempu

2025-12-31

“Kami mengambil tema itu agar pakaian-pakaian yang masih ada dan masih layak pakai itu bisa didaur ulang sehingga bisa digunakan kembali dan bisa mempunyai daya jual kembali. Dan karena penikmat fesyen beberapa tahun lalu dengan sekarang berbeda—jadi tida salah kami mengeluarkan koleksi yang lalu untuk dihidupkan kebali,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut, hadir para desainer seperti: Athan Siahaan sendiri, M Rizky Jumbriyono, Linda Panggabean, Hikmawati Arsiyd, Dewi Marda, Tru Fatmah, Ukke Wahyu, Arlinawati, dan Sari Soentoro. Masing-masing menjelaskan dan mempertunjukkan hasil karyanya.

Hasil karya tersebut diperagakan oleh seorang model. Athan menjelaskan karyanya yang digunakan model.

Karya Athan, bahannya digunakan seperti bahan ulos tetapi bukan ulos adat. Ulos tersebut ia modifikasi dengan sentuhan kekinian—dirajut kembali, sehingga memiliki daya jual kembali.

Sementara itu, hasil karya M Rizky Jumbriyono dijelaskan olehnya, bahwa konsep yang dibawa adalah konsep Kalimantan Tengah. Karyanya hasil daur ulang dari jas berwarna hitam.

“Itu baju kebesaran paskibraka yang sudah pudar warnanya. Saya cuci kembali dan saya aplikasikan dengan kain lebaran tahun lalu, sehingga sesuai dengan tema kita hari ini,” ia menjelaskan.

Linda Panggabean, menjelaskan bahwa pakaian yang diperagakan itu tampilannya bernama Ulos Sadum. Sadum, kata dia, memiliki arti kumpulan keindahan yang hidup jadi satu (motifnya).

Jadi kata dia, sadum itu motifnya sebagaimana orang Batak memandang dunia adalah indah. Dimana di kain itu pohon yang berwarna-warni, rumah, dan ada burung yang berwarna-warni

Alasan dia mengangkat ulos karena ia meyakini banyak orang Batak yang menyimpannya—untuk acara adat.

“Dan biasanya ulos akan disimpan di dalam lemari dan dibiarkan begitu. Oleh karena itu di acara ini saya menampilkan itu dengan didesain lebih modern, dengan motof klasik—untuk menggambarkan betapa indahnya dunia ini,” penjelasannya.

Hikmawati Arsiyd, menampilkan karyanya dengan butterfly. Filosofinya adalah kupu-kupu dan sains.

Dewi Marda, menampilkan karyanya dengan mengambil motif Bekasi. Dimana Bekasi itu kata dia ada unsur sejarahnya, budaya, flora dan fauna, juga warna.

Perbedaan batik Bekasi dengan batik lainnya menurut dia, batik Bekasi itu cenderung lebih ngejreng. Warnanya terang-terang.

Bahan dari hasil karyanya terbuat dari sisa-sisa batik hasil cuci gudang. Dikumpulkannya. “Sebab sampahnya itu luar biasa. Sampai berkarung-karung. Jadi saya pilih dan saya pakai untuk acara ini,” ia menjelaskan.

Tru Fatmah, menampilkan karyanya dengan tema ‘Beutiful of Tenun’. Alasan ia mengangkat tema itu pada karyanya karena merasa tenun itu sangat indah. Kali ini ia aplikasikan tenun Kalimantan.

Ukke Wahyu, menampilkan perpaduan jins dengan tenun. Kedua, ia menampilkan perpaduan rompi dengan kain tenun. Pun dengan sarung, ia katakan, dari tenun. Tenun Badui.

Arlinawati, menampilkan karya daerahnya sendiri, yakni dari Padang: Baju Kurung. Alasan dia untuk menjaga kekayaan daerahnya karena sejauh ini Baju Kurung masih dipakai oleh anak-anak sekolah pada hari Jumat.

Sari Soentoro, menampilkan karyanya dengan mengangkat tema The Power Lurik. Alasan dia mengangkat tema itu karena ia merasa bahwa kain lurik seperti termajinalkan. Ke model, ia kombinasikan kain lurik dengan syal dari berbagai daerah, seperti dari NTT.

(Juf/parade.id)

Tags: #Budaya#IFP#Nasional
Previous Post

Pelatihan dan Pengukuhan Anggota Baru Angkatan VIII PANSER KSBSI

Next Post

Karya Desainer di Indonesia Fashion Parade 2023

Next Post
Road to Indonesia Fashion Parade 2023: Rejuvination

Karya Desainer di Indonesia Fashion Parade 2023

Jala PRT Desak Pengesahan RUU PRT, Harap Jadi “Hadiah” di May Day

Jala PRT Desak Pengesahan RUU PRT, Harap Jadi “Hadiah” di May Day

2026-04-18

Menteri HAM: Pendapat Feri Amsari tak Perlu Dilaporkan ke Polisi

2026-04-18
Setahun Janji Presiden, RUU PPRT Masih Tersendat

Setahun Janji Presiden, RUU PPRT Masih Tersendat

2026-04-15
Lamdahur Pamungkas Sebut Pemberitaan NasDem Kelewat Batas: Tendensius

Lamdahur Pamungkas Sebut Pemberitaan NasDem Kelewat Batas: Tendensius

2026-04-15
May Day dan Harapan Buruh Indonesia

May Day 2026 GEBRAK: Buruh Darurat Kesejahteraan, Siap Melumpuhkan Kota

2026-04-14

Kepadatan Trafik Pengunjung dan Standar Keamanan Mal Botani Square Bogor

2026-04-17

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Lamdahur Pamungkas Sebut Pemberitaan NasDem Kelewat Batas: Tendensius

    Lamdahur Pamungkas Sebut Pemberitaan NasDem Kelewat Batas: Tendensius

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • May Day 2026 GEBRAK: Buruh Darurat Kesejahteraan, Siap Melumpuhkan Kota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KSPI-Partai Buruh Akan Kerahkan Ratusan Ribu Massa di Mayday 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepadatan Trafik Pengunjung dan Standar Keamanan Mal Botani Square Bogor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mereka yang Mau Tunda Pemilu 2024, Sekum PP Muhammadiyah Imbau Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In