Sabtu, Januari 31, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Internasional

SBY Kritik Lambatnya Respons Dunia terhadap Gaza, ASEAN Mengalami Kemunduran

redaksi by redaksi
2025-07-27
in Internasional, Nasional, Politik
0
SBY: Belum Saatnya Kita Mengambil Keputusan ke Mana Partai Demokrat Bergabung

Foto: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat Rapat Majelis Tinggi Partai, Jumat (1/9/2023)/tangkapan layar

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (parade.id)- Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan pernyataan politik pedas pada Sabtu (26/7/2025) melalui akun media sosialnya, mengkritik lambatnya respons komunitas internasional terhadap empat isu global yang dinilainya krusial.

SBY secara tegas menyebut respons dunia terhadap situasi Gaza sebagai “sangat terlambat,” meski mengapresiasi empat negara Eropa anggota G7 – Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia – yang akhirnya menyerukan pengakhiran perang.

Related posts

Penanggung Jawab Aksi Nasional KSPI soal Demontrasi di DPR Hari Ini

Buruh Tolak Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza

2026-01-31
Penanganan Korban Banjir Bandang Sumatra Lamban, Segera Tetapkan Status Bencana Nasional

DPR Sahkan Adies Kadir Jadi Hakim MK, Dikritik Gerakan Rakyat

2026-01-29

“Makin banyak negara yang mulai bersuara bagi pengakhiran perang maupun penderitaan kemanusiaan yang ekstrem di Gaza. Meskipun hal ini sudah sangat terlambat, tetapi tetap ada baiknya,” cuit SBY.

Dalam nada yang tajam, SBY mempertanyakan kenyamanan para pengamat konflik: “Mungkin yang menonton drama kehidupan di Gaza dalam keadaan nyaman di ruangan ber-AC sambil menikmati kopi dan makanan lezat, sementara yang ditonton adalah mereka yang untuk makan dan minum sebagian tidak bisa, serta dalam ancaman keselamatan jiwanya.”

Mantan presiden keenam RI ini menyambut positif pengakuan Prancis terhadap kemerdekaan Palestina, namun implisit mempertanyakan mengapa baru sekarang. Menurutnya, kebijakan Prancis ini bisa menjadi “jembatan” untuk solusi dua negara, meski ia pesimistis dengan kompleksitas perjalanannya.

“Saya tahu jalan yang mesti ditempuh masih panjang dan tidak semudah yang dipikirkan banyak kalangan. Tetapi hal ini tetap dimungkinkan,” katanya dengan nada hati-hati.

Poin paling kritis SBY tertuju pada konflik bersenjata Kamboja-Thailand yang disebutnya sebagai “kemunduran” (set back) bagi ASEAN setelah hampir 60 tahun membangun reputasi sebagai model kerja sama regional.

“Terus terang ini sebuah kemunduran dari kisah sukses ASEAN,” ungkap SBY dengan nada kecewa. “Terjadinya eksodus penduduk di perbatasan kedua negara dalam jumlah besar tentu bukan pemandangan yang indah bagi ASEAN.”

SBY kemudian menyinggung keberhasilannya sebagai mediator pada 2011, ketika ia berhasil meredam konflik serupa selama 14 tahun. Pernyataan ini dapat dibaca sebagai kritik terhadap kepemimpinan ASEAN saat ini yang dinilai kurang efektif.

Soal negosiasi tarif AS-Uni Eropa, SBY mengajukan pertanyaan filosofis yang menohok: “Benarkah perang tarif ini harus menjadi order of the day? Adakah cara lain yang bisa ditempuh?”

Pertanyaan ini secara implisit mengkritik kecenderungan dunia yang lebih memilih konfrontasi ekonomi ketimbang diplomasi konstruktif.

Keseluruhan pernyataan SBY mencerminkan frustrasi seorang negarawan senior terhadap lambatnya respons diplomatik dunia. Kritiknya terhadap mereka yang “menonton dari ruangan ber-AC” tampak menunjuk pada ketidakseriusan elite global dalam menangani krisis kemanusiaan.

Menariknya, SBY menutup pernyataannya dengan seruan untuk “berpikir dan berbicara secara jernih, jujur dan konstruktif” – sebuah sindiran halus terhadap diplomasi yang dinilainya masih berkutat pada retorika kosong.

Pernyataan ini menunjukkan SBY tetap aktif dalam diskursus politik internasional, meski dengan nada yang semakin kritis terhadap efektivitas institusi-institusi global yang ada.*

Tags: lambat respons GazapolitikSBY kritik dunia
Previous Post

Konflik Thailand dan Kamboja Diharapkan Mereda Demi Stabilitas Kawasan

Next Post

Prabowo Gagal Memberikan Pembaruan, Tidak Meyakinkan, Hanya Melanjutkan Era Jokowi

Next Post
Prabowo Gagal Memberikan Pembaruan, Tidak Meyakinkan, Hanya Melanjutkan Era Jokowi

Prabowo Gagal Memberikan Pembaruan, Tidak Meyakinkan, Hanya Melanjutkan Era Jokowi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penanggung Jawab Aksi Nasional KSPI soal Demontrasi di DPR Hari Ini

Buruh Tolak Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza

2026-01-31
Penanganan Korban Banjir Bandang Sumatra Lamban, Segera Tetapkan Status Bencana Nasional

DPR Sahkan Adies Kadir Jadi Hakim MK, Dikritik Gerakan Rakyat

2026-01-29
Multaqa Alumni Perguruan Tinggi Arab Saudi, UBN Beberkan Hasil Penting dan Tujuannya

Board of Peace Upaya Legitimasi Penguasaan Gaza

2026-01-28
Silaturahmi Laznas dan Badan Wakaf Dewan Dakwah ke Kemenag

Silaturahmi Laznas dan Badan Wakaf Dewan Dakwah ke Kemenag

2026-01-27

26 Serikat Buruh Protes PHK di Lingkungan Kilang Pertamina Cilacap

2026-01-27
Indonesia for Palestine Movement: Sinergi Lintas Sektor Dukung Palestina

Indonesia for Palestine Movement: Sinergi Lintas Sektor Dukung Palestina

2026-01-27

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Nama Ananda Tohpati Terseret Isu Dugaan Pengelolaan Dana Tambang di Raja Ampat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CBA Desak Kejagung Panggil Presdir Astra Internasional, Menyoal Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Subianto, Objek Tokoh Politik yang Menarik untuk Diteliti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aksi Buruh TGSL Akan Digelar 21 Januari di Nike dan Adidas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In