Rabu, April 1, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Fahri Hamzah Ingatkan Erick Thohir soal “Kebandelan” BUMN

redaksi by redaksi
2022-05-11
in Nasional, Politik
0
Said Didu Mengingatkan, Fadli Menyentil
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Waketum partai Gelora, Fahri Hamzah mengingatkan soal “kebandelan” BUMN kepada Menteri Erick Thohir. Di mana menurut Fahri, BUMN memiliki utang di mana-mana dan tidak membayarnya.

“Pak @erickthohir lupa bahwa yang bandel itu adalah BUMN. Ngutang di mana-mana nggak bayar di mana-mana. Kalau bermasalah pajak minta keringanan, kalau punya masalah hukum dengan Mitra minta tolong Kejaksaan dan polisi. Semua untuk kepentingan Kongkalikong kiri kanan..!” kata Fahri, ketika mengomentari judul berita “Erick Thohir Ancam Blacklist Mitra BUMN Bandel” di salah satu media, Rabu (11/5/2022).

Related posts

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Doa Zaitun Rasmin untuk Prajurit TNI yang Gugur Diserang Israel

2026-03-31

Perusahaan Inkabaja Presisi Sejahtera Diduga Melakukan Pelanggaran Hukum Ketenagakerjaan

2026-03-30

Kentara sekali, kata Fahri, cara kerja menyehatkan dan menyelamatkan BUMN dengan cara konsolidasi besar-besaran demi fokus dan sehatnya BUMN, dibanding kerja yang niatnya adalah menggunakan jaringan BUMN yang luas untuk popularitas dan kampanye politik.

“Politisasi BUMN adalah bahaya laten! BUMN sudah ancur-ancuran. Tiba2 nyalain mitra.. Hari gini…,” kata mantan Wakil Ketua DPR RI itu.

Secara umum, menurut dia, semua menteri yang memiliki konflik kepentingan, baik pribadi maupun jabatan sebaiknya mengundurkan diri. Sebab dalam penglihatannya, kabinet ini babak belur, padahal masih 2,5 tahun.

“Saat Krisis menghadang tapi menteri pada cari cuan dan popularitas. Akhirnya presiden menanggung beban sendiri!”

Oleh sebab itu, kata dia, adalah kesalahan yang besar memberikan izin kepada orang yang mengendalikan Kementerian BUMN untuk berkampanye untuk Pemilu yang akan datang, karena Kementerian tersebut punya jaringan lebih luas daripada pemerintah pusat. Sangat berpotensi disalahgunakan, kata dia.

Seharusnya, kata Fahri, mereka mundur demi menghormati Keputusan Presiden.

“Ada dilema diantara menunggu waktu presiden menegaskan kembali kata-katanya yang melarang pejabat merangkap jabatan dengan keharusan tau diri para menteri bahwa kalau presiden sudah maunya gitu Ya sudah.”

Kalau mereka menganggap diri profesional, baiknya profesional saja. Curahkan ilmu sedalam-dalamnya untuk membereskan kerja-kerja besar yang ditugaskan oleh Presiden. Setelah itu kembali ke dunia profesional.

“Tapi pada Aji Mumpung melihat popularitas sebagai segala2nya. Pengen berkuasa!”

“Susah kalau di kabinet justru yang berkembang adalah budaya tidak tahu diri. Pedagang menengah, tiba2 memegang jabatan politik penting (memakai istilah penjelasan UUD, ‘Bukan pejabat tinggi biasa’) harusnya tahu diri berterima kasih dan fokus kerja bantu presiden.”

Akhirnya kepercayaan yang begitu besar dari Presiden dan kekuasaan yang begitu luas justru dipakai untuk membangun popularitas dan tentunya menambah pundi-pundi dengan alasan biaya politik dan tanpa canggung mereka bangga dengan semuanya, padahal kerja tidak becus, kata Fahri.

“Saya tahu betul bahwa di negara kita aturan rangkap jabatan belum terlalu ketat diatur, tapi mereka yg merasa dirinya sekolah di Barat, harusnya tahu diri bahwa konflik kepentingan sebaiknya mereka hindari. pengabdian harus fokus tidak bisa di campur2 dengan agenda pribadi.”

“Mungkin saja mereka para pedagang ini yang juga menjadi pejabat, sukses meyakinkan presiden bahwa mereka lebih efektif kalau jadi pejabat dibandingkan birokrat atau politisi. Boleh saja, dan boleh jadi presiden percaya.
Tapi catat omongan saya ini awal bencana bagi kalian semua.”

“Oleh sebagian pengamat mereka ini diberi gelar PENGPENG, yaitu penguasa pengusaha atau secara bercanda kita sebut aja mereka itu PENGUASAHA. Gak paham makna luhur jadi abdi negara, dicampur2 sehingga kerja gak fokus. Parahnya sampai pd tahap bikin kebijakan yg untungkan pribadi.”

Namun ia berharap, semoga presiden sadar bahwa kabinet harus dipulihkan keadaannya.

“Waktu 2,5 tahun masih panjang untuk fokus mengerjakan banyak hal bagi kepentingan umum yang masih banyak terbengkalai dan apa lagi krisis global mengancam keadaan kita sekarang! Semoga presiden menyadari.!”

(Rob/PARADE.ID)

Tags: #BUMN#Gelora#Nasionalpolitik
Previous Post

Nilai-nilai Pancasila Belum Semua Menjadi Hukum, Kata Menko Polhukam

Next Post

Mantan Danjen Kopassus Keenam Meninggal Dunia, Menhan Melayat

Next Post
Mantan Danjen Kopassus Keenam Meninggal Dunia, Menhan Melayat

Mantan Danjen Kopassus Keenam Meninggal Dunia, Menhan Melayat

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Doa Zaitun Rasmin untuk Prajurit TNI yang Gugur Diserang Israel

2026-03-31

Perusahaan Inkabaja Presisi Sejahtera Diduga Melakukan Pelanggaran Hukum Ketenagakerjaan

2026-03-30
MK Cabut Hak Pensiun Seumur Hidup Pejabat Tinggi, Pengamat Mengomentari Begini

MK Cabut Hak Pensiun Seumur Hidup Pejabat Tinggi, Pengamat Mengomentari Begini

2026-03-30
UBN Ajak Rakyat Indonesia Gaungkan #EnteringAlAqsa: 28 Hari Al Aqsa Ditutup

UBN Ajak Rakyat Indonesia Gaungkan #EnteringAlAqsa: 28 Hari Al Aqsa Ditutup

2026-03-27

20 Polisi Kepung Sidang Aktivis Bali, Koalisi Sebut Intimidasi Terstruktur

2026-03-26
JK Ramal Keos Juli-Agustus jika Prabowo Salah Langkah, Kata Didu

JK Ramal Keos Juli-Agustus jika Prabowo Salah Langkah, Kata Didu

2026-03-25

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • JK Ramal Keos Juli-Agustus jika Prabowo Salah Langkah, Kata Didu

    JK Ramal Keos Juli-Agustus jika Prabowo Salah Langkah, Kata Didu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Polisi Kepung Sidang Aktivis Bali, Koalisi Sebut Intimidasi Terstruktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT BAT Instrumen Bank Internasional Diduga Beroperasi tanpa Lisensi, CBA Imbau Waspada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UBN Ajak Rakyat Indonesia Gaungkan #EnteringAlAqsa: 28 Hari Al Aqsa Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Blak-blakan Prabowo: ABS hingga Teror Aktivis Tanggung Jawab Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In