Senin, Januari 5, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Pilkada Makassar, Pengamat: Berpotensi Bajak Partai di Detik Terakhir

redaksi by redaksi
2020-07-09
in Nasional, Politik
0
Pilkada Makassar, Pengamat: Berpotensi Bajak Partai di Detik Terakhir
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Makassar (PARADE.ID)- Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Firdaus Muhammad mengatakan para kandidat yang maju di Pilkada Makassar saat ini belum benar-benar aman untuk mendapatkan tiket dari partai politik sehingga sangat berpotensi membajak partai di detik-detik terakhir pendaftaran.

“Potensi membajak partai di detik-detik terakhir sangat memungkinkan terjadi,” katanya di Makassar, Rabu.

Related posts

Partai Buruh Tolak Pilkada Melalui DPRD, Alasannya Ini

2026-01-05
GSBK Minta Kajati Usut Dugaan Pemborosan Anggaran di Lingkungan Sekretariat DPRD DKI

GSBK Minta Kajati Usut Dugaan Pemborosan Anggaran di Lingkungan Sekretariat DPRD DKI

2026-01-04

Menurut dia, kendati sudah ada beberapa bakal pasangan calon (paslon) yang mendapatkan usungan parpol, tidak membuat parpol menolak bermanuver, sebab peta politik di Makassar masih sangat cair.

Bila melihat alur politik yang dijalankan salah seorang bakal calon wali kota yakni Munafri Arifuddin, meskipun belum secara terbuka menyampaikan parpol yang akan mengusungnya, namun bisa saja membuat kejutan di masa akhir.

“Manuver-manuver politik Pak Appi (Munafri) sekarang ditunggu, karena peluangnya bermanuver itu paling besar. Kalau benar, Appi menggunakan pola yang lalu, mengambil di detik-detik terakhir (rekomendasi partai), Paslon lain bisa buyar. Bila melihat pada sebelumnya, kemungkinan itu masih ada,” ujar dia.

Saat ini, kata dia, telah memasuki masa kritis bagi para kandidat dan parpol untuk menentukan pilihan. Bagi bakal pasangan calon yang telah mencukupi jumlah kursi untuk mendaftar calon walikota, disarankan untuk lebih fokus mempertahankan rekomendasi partai, dari berusaha menggembosi partai kandidat lain.

Berdasar dari infomasi yang beredar, sudah ada dua bakal Paslon yang mengantongi rekomendasi parpol seperti Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi Masse diusung Partai Nasdem (enam kursi) dan Partai Gerindra (lima kursi) total 11 kursi.

Kemudian Syamsu Rizal-Fadli Ananda diusung Partai PKB (satu kursi), PKS (lima kursi) dan terbaru PDIP (enam kursi) total 12 kursi. Persyaratan KPU Makassar untuk ditetapkan menjadi calon minimal mendapat 10 kursi Parpol maupun gabungan.

Sementara pengamat politik lainnya, Luhur Andi Priyanto mengungkapkan, sejauh ini sudah ada bakal calon yang menemukan pasangannya. Meski demikian, pemilihan pasangan tentu harus didasari pertimbangan bukan secara asal-asalan.

“Parpol yang menyodorkan calon wakil adalah partai yang tidak memiliki kader yang pas untuk di dorong sebagai calon kepala daerah. Kalau salah dalam memilih wakil, juga berbahaya, bisa jadi tidak bisa maju,” katanya.

Fenomena terbaru saat Partai Golkar menyodorkan Andi Zunnun diketahui anak dari Nurdin Halid, dipasangkan dengan Ramdhan Pomanto yang sudah memiliki kans, tapi belakangan konstalasi berubah, Ramdhan memilih putar haluan dan menggandeng Fatmawati istri dari Rusdi Masse, selaku Ketua NasDem Sulsel pasangannya. Walaupun begitu, arah politik masih bisa berubah.

Partai Golkar yang juga memiliki lima kursi di DPRD Kota Makassar, tidak patah arah, lalu balik memilih Irman Yasin Limpo adik dari Menteri Pertanian sekaligus mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Tetapi, Andi Zunnun masih dipertahankan sebagai calon wakil.

Sementara PAN yang juga memiliki lima kursi, tambah Luhur, karena sedari awal mendukung Irman, belum tentu legowo menerima itu, tapi sekali lagi, politik di Makassar sangat cair.

Hal senada disampaikan Sosiolog dari Universitas Hasanuddin, Sawedi Muhammad. Masih ada potensi bakal calon terjegal dengan parpol. Sebab, semua kandidat sama-sama berpotensi kehilangan dukungan partai yang sudah dipegangnya.

“Orang yang sudah mendapatkan rekomendasi partai itu belum aman. Masih terbuka peluang rekomendasi itu bisa saja berubah sewaktu-waktu,” tambah Sawedi

Sejauh ini dari sejumlah parpol yang belum menentukan sikap mengusung salah satu kandidat seperti PPP (lima kursi), Demokrat (enam kursi) Hanura (tiga kursi), Perindo (dua kursi) dan Partai Berkarya (satu kursi).

(Antara/PARADE.ID)

Tags: #Nasional#Pilkadapolitik
Previous Post

Presiden: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Akan Jadi Kunci Pemulihan

Next Post

Tol Sibanceh dan Harapan Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Next Post
Tol Sibanceh dan Harapan Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Tol Sibanceh dan Harapan Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Partai Buruh Tolak Pilkada Melalui DPRD, Alasannya Ini

2026-01-05
Dunia Masuk ‘Hukum Rimba’: RI Pantau Keselamatan WNI Usai AS Invasi Venezuela

Dunia Masuk ‘Hukum Rimba’: RI Pantau Keselamatan WNI Usai AS Invasi Venezuela

2026-01-04
GSBK Minta Kajati Usut Dugaan Pemborosan Anggaran di Lingkungan Sekretariat DPRD DKI

GSBK Minta Kajati Usut Dugaan Pemborosan Anggaran di Lingkungan Sekretariat DPRD DKI

2026-01-04
HMI Badko Sulut-Gorontalo Tolak Keras Wacana Pilkada oleh DPRD

HMI Badko Sulut-Gorontalo Tolak Keras Wacana Pilkada oleh DPRD

2026-01-03

Penyu Ditemukan di Danau Moko, Perairan Campuran Laut dan Tawar di Desa Oempu

2025-12-31
Mempertanyakan Urgensi Wacana Pilkada Melalui DPRD di Tengah Bencana Sumatra

Mempertanyakan Urgensi Wacana Pilkada Melalui DPRD di Tengah Bencana Sumatra

2025-12-31

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Difitnah atas Isu Ijazah Palsu Jokowi, SBY Pertimbangkan Somasi

    Difitnah atas Isu Ijazah Palsu Jokowi, SBY Pertimbangkan Somasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tabir Gelap Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah di Cilacap Mulai Tersingkap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PMII Makassar Tolak Keras Wacana Pilkada Lewat DPRD: Perampasan Hak Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Serial Bahasa Indonesia: Apa Itu “Nyali”?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyu Ditemukan di Danau Moko, Perairan Campuran Laut dan Tawar di Desa Oempu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In