Minggu, Oktober 11, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Teknologi

Politisi Pro-kemerdekaan Klaim Jadi Target Peretasan Spyware

redaksi by redaksi
2020-07-15
in Teknologi
0

Ilustrasi

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Seorang anggota parlemen lokal daerah otonom Catalunya di Spanyol menyebut dirinya telah menjadi target spionase politik lewat penyadapan telepon menggunakan aplikasi mata-mata bikinan NSO Grup asal Israel.

Sekedar informasi, Catalunya dengan Barcelona sebagai ibukotanya telah menggelar referendum pada 2017 dengan mayoritas penduduknya memilih merdeka dari Spanyol. Namun, pemerintah Spanyol yang tidak mengakui referendum itu, membekukan pemerintahan dan parlemen lokal Catalunya.

Related posts

Ancaman Deepfake dan Malware AI, Regulasi Indonesia Dinilai Tertinggal

Ancaman Deepfake dan Malware AI, Regulasi Indonesia Dinilai Tertinggal

2026-10-01
Presiden Hargai Riset BRIN

Presiden Hargai Riset BRIN

2026-08-08

Dilansir dari Reuters, Selasa (14 Juli 2020), politisi Catalunya bernama Roger Torrent itu mengatakan,”Di Spanyol, spionase politik dilakukan terhadap musuh-musuh politik.”

“Jika pemerintah Spanyol mengetahui hal ini, mereka terlibat dalam kejahatan. Jika tidak mengetahuinya, itu berarti gejala kelalaian politik yang sangat mengkhawatirkan dan kurangnya kesadaran terhadap dugaan praktik ilegal,” tambah Roger.

Kantor perdana menteri Spanyol pada hari Selasa mengatakan bahwa pemerintah “tidak mengetahui” adanya kegiatan mata-mata semacam itu dan menekankan bahwa,”setiap intervensi pada ponsel selalu dilakukan sesuai hukum dan membutuhkan perintah dari pengadilan.”

Seorang  juru bicara Torrent mengatakan dia “tidak terlibat dalam kegiatan kriminal seperti terorisme atau perdagangan narkoba yang bisa menjadi dasar bagi pengadilan untuk mengintervensi ponselnya.”

Kabar ini awalnya diberitakan oleh The Guardian dan El Pais. Disebutkan, Torrent bersama dua orang lainnya telah mendapat pemberitahuan dari peneliti bahwa ponsel mereka telah dibobol dengan spyware Pegasus yang dibuat oleh perusahaan Israel, NSO Group.

Pusat Intelijen Nasional Spanyol (CNI) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka bertindak “sesuai sistem hukum, dan dengan penghormatan mutlak terhadap hukum yang berlaku” di bawah pengawasan Mahkamah Agung Spanyol.

Namun, NCI tidak menanggapi pertanyaan spesifik tentang dugaan penggunaan spyware Pegasus.

John Scott-Railton, seorang peneliti senior di Citizen Lab yang telah memonitor dengan ketat penggunaan spyware Pegasus dan berkolaborasi dengan WhatsApp mengonfirmasi bahwa Torren telah menjadi sasaran penggunaan Pegasus.

“Mengingat sifat serangan ini dan informasi terbatas yang dikumpulkan oleh WhatsApp dari penggunanya, kami dapat mengonfirmasi bahwa telepon itu menjadi target. Namun, penyelidikan tambahan diperlukan untuk mengonfirmasi bahwa ponselnya telah diretas. Pada saat ini kami tidak memiliki alasan untuk tidak mempercayainya,:” kata Scott-Railton kepada The Guardian.

Dia menambahkan,”Kasus ini sangat meresahkan karena menunjukkan kemungkinan spionase politik dalam negeri sedang terjadi. Dan tentu saja kami  berharap untuk terus menyelidiki penargetan yang terjadi di Spanyol.

NSO Group sendiri saat ini sedang menghadapi gugatan dari WhatsApp di pengadilan California. Dalam dokumen gugatan, WhatsApp menuduh NSO grup telah membantu mata-mata pemerintah dengan meretas ponsel sekitar 1.400 pengguna di empat benua. Target peretasan yaitu diplomat, aktivis, jurnalis, dan pejabat senior pemerintah.

WhatsApp yang dimiliki oleh Facebook Inc menuding NSO memfasilitasi kegiatan peretasan pemerintah di 20 negara. Meksiko, India, Uni Emirat Arab dan Bahrain adalah sejumlah negara yang diidentifikasi melakukan serangan siber. Nama Indonesia juga disebut sebagai salah satu negara yang membeli alat peretasan tersebut.

NSO Grup membantah terlibat dengan mengatakan teknologi buatannya tidak dibuat untuk mematai-matai, tapi untuk membantu melawan serangan teroris.

Ketika The Guardian meminta tanggapan NSO terkait tuduhan memata-matai politisi lokal di Catalunya, seorang juru bicara perusahaan mengatakan beroperasi di bawah “kebijakan tata kelola industri terkemuka”.

Ia mengatakan tidak dapat mengkonfirmasi atau menyangkal otoritas mana yang menggunakan teknologinya karena kendala kerahasiaan.

“Sekali lagi komentar spekulatif dari CitizenLab hanya berfungsi untuk menyoroti agenda lanjutan, naif dan tersembunyi yang gagal untuk secara kompeten mengatasi tantangan yang dihadapi oleh lembaga penegak hukum,” kata juru bicara NSO Group.

Juru bicara itu menambahkan: “Namun kami menghargai Anda membawa masalah ini menjadi perhatian kami. Sejalan dengan kebijakan hak asasi manusia kita, kita mengambil tanggung jawab kita dengan serius dan jika dijamin, akan memulai penyelidikan.”

(Cyberthreat/PARADE.ID)

Tags: #Siber#Spyware#WhatsApp
Previous Post

Hotel di DIY Diminta Tanyakan Surat Keterangan Sehat Wisatawan

Next Post

Mengapa Kita Butuh Petunjuk?

Next Post

Mengapa Kita Butuh Petunjuk?

Mahasiswa Muhammadiyah Kalbar Kecam Dugaan Teror terhadap Ketum IMM Pontianak

Mahasiswa Muhammadiyah Kalbar Kecam Dugaan Teror terhadap Ketum IMM Pontianak

2026-10-11
Wantimpres Rocky Gerung: Aktivis di Istana Era Jokowi Gagal Total

Wantimpres Rocky Gerung: Aktivis di Istana Era Jokowi Gagal Total

2026-10-10
Pakar Hukum Sebut Karantina Berbeda dengan PSBB

MK Buktikan Gibran tak Punya Ijazah SMA, DPR Bisa Ajukan Pemberhentian

2026-10-10

Keadilan Harus Didahulukan atas Kepastian Hukum

2026-10-09
Integritas Lahir dari Hati Nurani, Bukan Pengawasan Polisi

Integritas Lahir dari Hati Nurani, Bukan Pengawasan Polisi

2026-10-09
Pesan Sekum PP Muhammadiyah Jelang Tahun Politik: Mengedepankan Rasionalitas-Objektif, Hindari Fanatisme

Siswa tak Lagi Otomatis Naik Kelas 2027, Ini Penjelasan Mendikdasmen

2026-10-08

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makasar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makasar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Ini Isi dan Respons Buruh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wisata Ramah Muslim Indonesia Tertinggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Drama Sidang MK dan Shadow Politics Jokowi: Ancam Demokrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yusril Tegaskan Pemerintah Tolak Konser Israel Houghton di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2026 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2026 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In