Rabu, Januari 21, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Teknologi

Politisi Pro-kemerdekaan Klaim Jadi Target Peretasan Spyware

redaksi by redaksi
2020-07-15
in Teknologi
0

Ilustrasi

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Seorang anggota parlemen lokal daerah otonom Catalunya di Spanyol menyebut dirinya telah menjadi target spionase politik lewat penyadapan telepon menggunakan aplikasi mata-mata bikinan NSO Grup asal Israel.

Sekedar informasi, Catalunya dengan Barcelona sebagai ibukotanya telah menggelar referendum pada 2017 dengan mayoritas penduduknya memilih merdeka dari Spanyol. Namun, pemerintah Spanyol yang tidak mengakui referendum itu, membekukan pemerintahan dan parlemen lokal Catalunya.

Related posts

Pembelajaran Online Melalui YukBelajar.com: Solusi Edukasi Digital di Era Modern

Pembelajaran Online Melalui YukBelajar.com: Solusi Edukasi Digital di Era Modern

2026-01-06

Onno W Purbo Luncurkan Roadmap AI Gotong Royong: Lawan AI Mahal

2025-10-10

Dilansir dari Reuters, Selasa (14 Juli 2020), politisi Catalunya bernama Roger Torrent itu mengatakan,”Di Spanyol, spionase politik dilakukan terhadap musuh-musuh politik.”

“Jika pemerintah Spanyol mengetahui hal ini, mereka terlibat dalam kejahatan. Jika tidak mengetahuinya, itu berarti gejala kelalaian politik yang sangat mengkhawatirkan dan kurangnya kesadaran terhadap dugaan praktik ilegal,” tambah Roger.

Kantor perdana menteri Spanyol pada hari Selasa mengatakan bahwa pemerintah “tidak mengetahui” adanya kegiatan mata-mata semacam itu dan menekankan bahwa,”setiap intervensi pada ponsel selalu dilakukan sesuai hukum dan membutuhkan perintah dari pengadilan.”

Seorang  juru bicara Torrent mengatakan dia “tidak terlibat dalam kegiatan kriminal seperti terorisme atau perdagangan narkoba yang bisa menjadi dasar bagi pengadilan untuk mengintervensi ponselnya.”

Kabar ini awalnya diberitakan oleh The Guardian dan El Pais. Disebutkan, Torrent bersama dua orang lainnya telah mendapat pemberitahuan dari peneliti bahwa ponsel mereka telah dibobol dengan spyware Pegasus yang dibuat oleh perusahaan Israel, NSO Group.

Pusat Intelijen Nasional Spanyol (CNI) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka bertindak “sesuai sistem hukum, dan dengan penghormatan mutlak terhadap hukum yang berlaku” di bawah pengawasan Mahkamah Agung Spanyol.

Namun, NCI tidak menanggapi pertanyaan spesifik tentang dugaan penggunaan spyware Pegasus.

John Scott-Railton, seorang peneliti senior di Citizen Lab yang telah memonitor dengan ketat penggunaan spyware Pegasus dan berkolaborasi dengan WhatsApp mengonfirmasi bahwa Torren telah menjadi sasaran penggunaan Pegasus.

“Mengingat sifat serangan ini dan informasi terbatas yang dikumpulkan oleh WhatsApp dari penggunanya, kami dapat mengonfirmasi bahwa telepon itu menjadi target. Namun, penyelidikan tambahan diperlukan untuk mengonfirmasi bahwa ponselnya telah diretas. Pada saat ini kami tidak memiliki alasan untuk tidak mempercayainya,:” kata Scott-Railton kepada The Guardian.

Dia menambahkan,”Kasus ini sangat meresahkan karena menunjukkan kemungkinan spionase politik dalam negeri sedang terjadi. Dan tentu saja kami  berharap untuk terus menyelidiki penargetan yang terjadi di Spanyol.

NSO Group sendiri saat ini sedang menghadapi gugatan dari WhatsApp di pengadilan California. Dalam dokumen gugatan, WhatsApp menuduh NSO grup telah membantu mata-mata pemerintah dengan meretas ponsel sekitar 1.400 pengguna di empat benua. Target peretasan yaitu diplomat, aktivis, jurnalis, dan pejabat senior pemerintah.

WhatsApp yang dimiliki oleh Facebook Inc menuding NSO memfasilitasi kegiatan peretasan pemerintah di 20 negara. Meksiko, India, Uni Emirat Arab dan Bahrain adalah sejumlah negara yang diidentifikasi melakukan serangan siber. Nama Indonesia juga disebut sebagai salah satu negara yang membeli alat peretasan tersebut.

NSO Grup membantah terlibat dengan mengatakan teknologi buatannya tidak dibuat untuk mematai-matai, tapi untuk membantu melawan serangan teroris.

Ketika The Guardian meminta tanggapan NSO terkait tuduhan memata-matai politisi lokal di Catalunya, seorang juru bicara perusahaan mengatakan beroperasi di bawah “kebijakan tata kelola industri terkemuka”.

Ia mengatakan tidak dapat mengkonfirmasi atau menyangkal otoritas mana yang menggunakan teknologinya karena kendala kerahasiaan.

“Sekali lagi komentar spekulatif dari CitizenLab hanya berfungsi untuk menyoroti agenda lanjutan, naif dan tersembunyi yang gagal untuk secara kompeten mengatasi tantangan yang dihadapi oleh lembaga penegak hukum,” kata juru bicara NSO Group.

Juru bicara itu menambahkan: “Namun kami menghargai Anda membawa masalah ini menjadi perhatian kami. Sejalan dengan kebijakan hak asasi manusia kita, kita mengambil tanggung jawab kita dengan serius dan jika dijamin, akan memulai penyelidikan.”

(Cyberthreat/PARADE.ID)

Tags: #Siber#Spyware#WhatsApp
Previous Post

Hotel di DIY Diminta Tanyakan Surat Keterangan Sehat Wisatawan

Next Post

Mengapa Kita Butuh Petunjuk?

Next Post

Mengapa Kita Butuh Petunjuk?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Aksi Buruh TGSL Akan Digelar 21 Januari di Nike dan Adidas

2026-01-20
Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

2026-01-20
Netty Aher Angkat Suara soal Meningkatnya Kasus Diabetes pada Anak

DPR Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu dan Tepat Sasaran

2026-01-19
Warga Tamalanrea Tolak Proyek PLTSa, Gelar Nobar Film “Tumbal Sampah”

Warga Tamalanrea Tolak Proyek PLTSa, Gelar Nobar Film “Tumbal Sampah”

2026-01-12
Pilkada melalui DPRD, Kedaulatan Rakyat di Kebiri

Pilkada melalui DPRD, Kedaulatan Rakyat di Kebiri

2026-01-11
Kroni Untung, Anak-anak Diracun

Kroni Untung, Anak-anak Diracun

2026-01-09

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

    Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CBA Desak Kejagung Panggil Presdir Astra Internasional, Menyoal Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Roy Suryo Ungkap Temuan Lima Ijazah Asli UGM Angkatan 1985

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Serial Bahasa Indonesia: Apa Itu “Nyali”?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT BAT Instrumen Bank Internasional Diduga Beroperasi tanpa Lisensi, CBA Imbau Waspada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In