Kamis, Januari 22, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Opini

Ribet

redaksi by redaksi
2020-12-08
in Opini
0
Nobel Perdamaian 2021
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Saya sejak jaman Ken Arok dulu sudah bilang, jika kamu orang mau bantu rakyat miskin, maka kasih saja uang tunai. Selesai.

Kamu orang tidak perlu repot2 bikin paket sembako. Itu betul, masing2 jenis bantuan ini ada keunggulan dan kekurangannya. Tapi suer deh, bantuan tunai jelas lebih unggul dan aman.

Related posts

Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

2026-01-20
Pembagian Peran yang Jelas di Dalam Sistem Transportasi Nasional Perkeretaapian sesuai UU

Pembagian Peran yang Jelas di Dalam Sistem Transportasi Nasional Perkeretaapian sesuai UU

2024-12-30

1. Kamu orang mengurangi kesempatan korup

Sekali bantuan sosial itu berbentuk sembako, duh Gusti, itu paket isi sembako siapa yang nyiapin? Rempong. Beli dimana? Bungkusnya apa? Itu rantai mematikan yang semua titik ada kesempatan korup.

2.  Kualitas paket sembako itu kacau

Ada 10 paket sembako dibagikan, di 10 daerah, dijamin, 10-nya beda semua. Telornya beda, berasnya beda, belum lagi nanti beras bisa sama persis, eh harganya beda. Namanya juga paket sembako. Semua bisa diotak-atik.

3. Kebutuhan orang beda2

Lah, kamu orang kasih telor, memangnya semua mau makan telor? kasih masker, dia sudah punya di rumah. Kasih susu, dia nggak suka susu. Mending kasih uang. Terserah mau dia belikan apa.

4. Menghidupkan warung2 lokal

Nah, ini juga penting sekali. Kalau elu kasih ke PT atau CV, atau rekanan itu proyek paket sembako. Ambyar itu warung2 lokal. Coba elu kasih duit, itu warung2 bisa hidup. Ekonomi lebih jalan. Ngapain elu menambah kaya PT dan CV besar? Atau ehem, itu punya elu sendiri PT dan CV-nya?

5. Paket sembako itu menambah biaya

Ampun dah, dimana2, saat elu menggerakkan barang, dibuat terpusat, itu logistik, dll penuh biaya tambahan. Nggak ada jaminan kalaupun belinya banyak akan jadi murah. Malah tambah repot, karena elu jadi butuh gudang, staf yang mengemas, dll.  Nah, bantuan tunai? Cuma biaya transfer. Beres.

Seriusan, logika sesederhana ini kok susaaaah banget disetujui. Entahlah Kementerian Sosial, Pemda, Pemkot, yang ngurus bansos dan mengotot kasih paket sembako itu isi kepalanya kayak apa. Apa sih yang ada di otak kalian? Saya tahu, semua ada kelebihan dan kekurangannya. Ngasih BLT / tunai itu juga bisa dikorup, bikin susah yang nggak punya rekening bank, dll. Tapi suer deh, proyek bansos paket sembako jelas berkali2 beresiko dikorup. Lebih enak tunai, toh, hari gini, bagiin uang dengan aman itu banyak caranya. Kantor pos, loket2 bank di desa2, dll.

Atau kamu mengotot tetap pakai paket sembako, biar bisa ngembat juga?

*Tere Liye, Penulis Novel ‘Negeri Para Bedebah’

 

Previous Post

Imbauan DDII tentang Pilkada Serentak Desember 2020

Next Post

PAHAM soal Tewasnya Anggota FPI: Extra Judicial Killing

Next Post

PAHAM soal Tewasnya Anggota FPI: Extra Judicial Killing

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serikat Buruh Tuntut Nike dan Adidas Terapkan Upah Sama di Seluruh Rantai Pasok Indonesia

2026-01-22
Forjim dan Pusat Kebudayaan Turki Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Budaya

Forjim dan Pusat Kebudayaan Turki Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Budaya

2026-01-22

Aksi Buruh TGSL Akan Digelar 21 Januari di Nike dan Adidas

2026-01-20
Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

2026-01-20
Netty Aher Angkat Suara soal Meningkatnya Kasus Diabetes pada Anak

DPR Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu dan Tepat Sasaran

2026-01-19
Warga Tamalanrea Tolak Proyek PLTSa, Gelar Nobar Film “Tumbal Sampah”

Warga Tamalanrea Tolak Proyek PLTSa, Gelar Nobar Film “Tumbal Sampah”

2026-01-12

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

    Ilusi “The Art of the Deal” dan Kebangkrutan Hegemoni Amerika 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aksi Buruh TGSL Akan Digelar 21 Januari di Nike dan Adidas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CBA Desak Kejagung Panggil Presdir Astra Internasional, Menyoal Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Roy Suryo Ungkap Temuan Lima Ijazah Asli UGM Angkatan 1985

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Serial Bahasa Indonesia: Apa Itu “Nyali”?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In