Rabu, Oktober 14, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional Hukum

Tolak Omnibus Law, Massa Diapresiasi DPRD

redaksi by redaksi
2020-07-14
in Hukum, Nasional, Politik
0

Frontal Palu

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Palu (PARADE.ID)- Puluhan massa yang mengatasnamakan Front Rakyat Tolak Omnibus Law (Frontal) melakukan unjuk rasa terkait penolakannya terhadap RUU Omnibus Law.

Sejumlah tuntutan pun yang disampaikan olej massa aksi. Di antaranya menolak pengesahan Omnibus Law, hentikan eksploitasi buruh, Penuhi Hak-Hak Buruh Migran, setop Perampasan Lahan Petani, setop Liberalisasi dan Privatisisasi Dunia Pendidikan, dan Tolak Kenaikan luran BPJS serta gratiskan rapied test.

Related posts

Kapolri Ajak MUI Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas lewat “Polisi Bersama Masyarakat”

2026-10-14
KPK OTT BNPB: 14 Orang Diamankan, Sestama Rustian Terseret

KPK OTT BNPB: 14 Orang Diamankan, Sestama Rustian Terseret

2026-10-14

Massa aksi menduga bahwa negara berpihak kepada kelas pebisnis.

“Tanggal 16 Maret 2020 DPR perlu tahu bahwa terkait RUU yang menghimpun kurang lebih 74 Undang-undang dalam regulasi itu, akan menghasilkan KL 1200 pasal dalam aturan baru tersebut,” demikian keterangan yang redaksi parade.id terima, Selasa (14/7/2020).

Di awal pelantikan di periode kedua sebagai Presiden, Jokowi disebutkan oleh massaa, bahwa akan menyederhanakan regulasi yang dianggap berbelit dalam produk perundang undangan negara. Namun bila diperiksa, kata pendemo, justru argumentasi Jokowi itu makin membuktikan bahwa penghambaan negara pada kelas pebisnis makin terang.

“Apa di balik Omnibus Law? Sejak awal diwacanakan, RUU Cipta Kerja terkesan ditutup-tutupi oleh negara. Karena desakan dari rakyat, maka draft rancangan RUU tersebut dapat diakses.

Setelah draft itu diakses, satu persatu kepentingan iblis-iblis yang rakus akan sumber daya alam terkuak.”

“Menolak RUU Cipta Kerja (Omnibus Law). Menyelamatkan Negara dari cengkraman oligarki. Sudah terlalu banyak persoalan yang belum tuntas di negeri ini, jangan lagi ditambah!”

RUU yang awalnya diduga oleh masaa disembunyikan dari pantauan publik ini, akhirnya membuka tabir gelap akan kepentingan kelas serakah atas sumber daya alam kita. Negara yang seharusnya hadir sebagai representasi rakyat justru memberikan ruang bagi kelas pebisnis atas RUU ini.

Massa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulteng.

Massa sempat masuk dan diterima oleh Alimudin Paada (Anggota DPRD Prov sulteng/Ketua komisi IV/fraksi Gerindra), Erwin Burase (Fraksi Golkar), Faisal Lahaja (Fraksi Golkar), Inyoman Slamet (Fraksi PDI P), Rahmawati (Fraksi PKB) , Fatimah(Fraksi PKS), Hidayat Fakamundi (Demokrat) dan Ibrahim Hafid (Fraksi Nasdem).

Anggota DPRD di atas, kabarnya mengapresiasi tuntutan atau keberatan massa dengan RUU Omnibus Law ini. Namun demikian, mereka bukan penentu mutlak atas keberatan tersebut.

Mereka pun berjanji akan menyampaikan hal ini ke pemerintah Pusat.

Aksi dikomandoi oleh Agus Rondi.

(Verry/PARADE.ID)

Tags: #Hukum#Makassar#Nasional#OmnibusLaw#RUUpolitik
Previous Post

Tolak Penambangan, APNS Ngadu ke Gubernur Sulsel

Next Post

Pasien Sembuh dari Covid-19 Bertambah 947 Jadi 37.636

Next Post
Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 29.919 Orang dari 64.958 Kasus

Pasien Sembuh dari Covid-19 Bertambah 947 Jadi 37.636

Kapolri Ajak MUI Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas lewat “Polisi Bersama Masyarakat”

2026-10-14
KPK OTT BNPB: 14 Orang Diamankan, Sestama Rustian Terseret

KPK OTT BNPB: 14 Orang Diamankan, Sestama Rustian Terseret

2026-10-14
Politik Uang Ambang Batas Pilpres

Seret KPU ke Pengadilan, Buntut Ijazah Gibran Disidangkan

2026-10-13
Prabowo Kirim 200 Pompa Air Atasi Karhutla Tanjung Puting

Prabowo Kirim 200 Pompa Air Atasi Karhutla Tanjung Puting

2026-10-13

Tumbler Defect Snapy Mulai Rp5.000 Diburu Ratusan Pengunjung Blok M

2026-10-13
Nelayan Gugat Perpanjangan IUP PT Timah di Teluk Kelabat Dalam

Nelayan Gugat Perpanjangan IUP PT Timah di Teluk Kelabat Dalam

2026-10-12

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

    Paradoks Putusan MK soal Ijazah Gibran, Pemakzulan Wapres Terbuka?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Drama Sidang MK dan Shadow Politics Jokowi: Ancam Demokrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Siswa tak Lagi Otomatis Naik Kelas 2027, Ini Penjelasan Mendikdasmen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Ini Isi dan Respons Buruh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Bakal Gabung OECD, Dorong Kerja Sama Malaysia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2026 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2026 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In