Jakarta (parade.id)- Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memperingatkan potensi kekacauan (keos) nasional pada Juli hingga Agustus 2026 apabila Presiden Prabowo Subianto tidak segera mengambil kebijakan tepat di bidang ekonomi dan fiskal. Hal itu diungkapkan pengamat ekonomi dan politik Muhammad Said Didu saat diwawancarai senior wartawan, Edy Mulyadi yang kemudian tayang di kanal YouTube-nya, Sabtu (21/3/2026).
“JK menyatakan ini bisa terjadi keosan Juli Agustus apabila Pak Prabowo tidak bisa menyelesaikan dua masalah besar yang dihadapi, yaitu geopolitik dan warisan utang Jokowi,” ujar Said Didu.
Menurut Didu, JK memaparkan hitungan sederhananya. Dalam dua bulan pertama pemerintahan Prabowo, defisit sudah mencapai sekitar 200 triliun rupiah. Jika tren ini berlanjut hingga Juli-Agustus, defisit kumulatif bisa menembus 1.000 triliun rupiah, sebuah angka yang dianggap tidak lagi bisa diatasi dengan cara apapun.
Dampaknya, menurut JK sebagaimana dikutip Said Didu, akan sangat terasa di lapisan bawah: jalan-jalan di daerah rusak tidak diperbaiki, daerah kehabisan uang karena ditarik semua ke pusat, dan Puskesmas tidak mampu lagi melayani masyarakat.
JK juga menyebut dua ancaman besar yang melatarbelakangi kekhawatirannya, yakni eskalasi ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang dipastikan akan memberatkan Indonesia, serta warisan utang besar peninggalan pemerintahan Joko Widodo.







