Minggu, Mei 17, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Ketum PBNU Minta Maaf soal Nahdliyin yang Israel

Ia menyampaikan bahwa apa yang dilakukan kelima orang itu, sebagai tindakan yang tidak patut di tengah kondisi Palestina saat ini.

redaksi by redaksi
2024-07-16
in Nasional, Pendidikan, Politik, Sosial dan Budaya
0
Ketum PBNU Minta Maaf soal Nahdliyin yang Israel

Foto: konferensi pers menyoal lima Nahdliyin yang ke Israel, Selasa (16/7/2024)/tangkapan layar

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (parade.id)- Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Staquf minta maaf soal lima nahdliyin yang ke Israel dan bertemu dengan presidennya.

Ia menyampaikan bahwa apa yang dilakukan kelima orang itu, sebagai tindakan yang tidak patut di tengah kondisi Palestina saat ini.

Related posts

Masyarakat Adat Aceh (MAA) Jakarta Junjung Tinggi Toleransi dan Persatuan

Masyarakat Adat Aceh (MAA) Jakarta Junjung Tinggi Toleransi dan Persatuan

2026-05-16
Izin Masuk Ditangguhkan Arab Saudi Bisa Berdampak ke Kuota Haji

Perhatian Serius terhadap Penyelenggaraan Ibadah Haji Ditekankan Anggota Dewan

2026-05-13

Kelima orang itu ada 1 dosen dari UNUSIA, 1 dari Pagar Nusa, 1 dari PWNU Jakarta, dan juga 2 dari Fatayat NU.

“Berdasarkan info yang PBNU terima, mereka melakukan kegiatan pertemuan-pertemuan di sana tanpa mengetahui awalnya akan bertemu Presiden Israel,” kata KH Yahya Staquf atau Gus Yahya, dikutip NU Online, Selasa (16/7/2024).

Gus Yahya menekankan hal ini dikarenakan ketidaktahuan orang-orang yang berangkat tersebut terhadap peta dan geopolitik dalam konflik yang terjadi ini.

Oleh karenanya PBNU telah mengimbau kepada seluruh kader NU untuk berhati-hati dalam bersikap dalam isu-isu yang sensitif ini.

Mengenai sanksi, tentu akan diproses melalui lembaga masing-masing. Tentu hal ini melanggar, karena jelas, segala aktivitas mengenani engagement internasional seharusnya berada pada kebijakan PBNU.

Gus Yahya menegaskan kembali, terhadap apa yang dilakukan lima orang tersebut, ia meminta maaf dan memohonkan maaf sikap lima orang yang berangkat ke Israel.

Berdasar info yang didapat PBNU, yang mengundang lima orang itu adalah NGO Advokat Israel. “Banyak NGO Advojat Israel berupaya untuk melakukan engagement kepada negara-negara di dunia.”

Namun, upaya ini adalah upaya gagal. Karena tidak ada hasil yang strategis dari pertemuan ini.

Salah satu engagement strategic yang diungkap oleh Gus Yahya, sebagai tindakan strategis PBNU adalah R20 bersamaan dengan G20.

Pada pertemuan tersebut pemuka Yahudi juga diberikan kesempatan untuk berbicara. Beberapa Rabi dari Amerika menyatakan perlu rekontektualisasi ajaran Yahudi yang mencegah dari perdamaian.

Hasil pertemuan dengan pemuka-pemuka agama di dunia, termasuk dengan rabi-rabi Yahudi tersebut, dibukukan. Ini menggambarkan ada engagement strategic.

PBNU memikiki strategi yang matang dengan hasil yang nyata untuk upaya-upaya perdamaian.

“Hal inilah yang perlu diperhatikan oleh kader-kader NU. Maka, PBNU telah menetapkan, bahwa semua engagement internasional di bawah koordinasi PBNU.”

(Rob/parade.id)

Tags: #PBNU#Pendidikan
Previous Post

Nahdliyin yang Bertemu Presiden Israel Melukai Perasaan Umat Islam

Next Post

Menarik dan Luar Biasa Kalau PKS dan PDI Perjuangan Bersama di Jakarta

Next Post

Menarik dan Luar Biasa Kalau PKS dan PDI Perjuangan Bersama di Jakarta

Masyarakat Adat Aceh (MAA) Jakarta Junjung Tinggi Toleransi dan Persatuan

Masyarakat Adat Aceh (MAA) Jakarta Junjung Tinggi Toleransi dan Persatuan

2026-05-16
Izin Masuk Ditangguhkan Arab Saudi Bisa Berdampak ke Kuota Haji

Perhatian Serius terhadap Penyelenggaraan Ibadah Haji Ditekankan Anggota Dewan

2026-05-13
Bank Plat Merah  Beri Cashback di Gerai Kopi Ini

Bank Plat Merah Beri Cashback di Gerai Kopi Ini

2026-05-13
30 Kapal GSF Dibajak Israel tapi Tetap Berlayar

30 Kapal GSF Dibajak Israel tapi Tetap Berlayar

2026-05-10
JKA Aceh Tersandera Politik Anggaran

JKA Aceh Tersandera Politik Anggaran

2026-05-11
UBN Ajak Rakyat Indonesia Gaungkan #EnteringAlAqsa: 28 Hari Al Aqsa Ditutup

Dahulukan Kurban atau Akikah?

2026-05-10

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Bank Plat Merah  Beri Cashback di Gerai Kopi Ini

    Bank Plat Merah Beri Cashback di Gerai Kopi Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inilah 6 Destinasi Wisata Alam di Simalungun Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MAA Jakarta: Revisi UUPA Jangan Kikis Jati Diri Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Lindungi Akun Gmail dari Peretas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Pahlawan Bukan Akhir Kasus Pembunuhan Marsinah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In