Selasa, September 29, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

redaksi by redaksi
2026-09-29
in Nasional
0
Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

Foto: dok. istimewa

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (parade.id)- Masyarakat adat Dayak menolak anggapan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar merupakan penyebab utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tradisi berladang yang diwariskan turun-temurun disebut memiliki aturan, pengetahuan lokal, dan mekanisme pengendalian yang dijalankan secara kolektif.

Penolakan itu disampaikan Mardiana Daren, perwakilan masyarakat adat Dayak Ma’anyan, dalam diskusi publik dan peluncuran buku Semesta Ume: Teknologi Cerdas Pertanian Leluhur bertajuk “Benarkah Masyarakat Adat Penyebab Karhutla?” di Kantor Eksekutif Nasional WALHI, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).

Related posts

Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

2026-09-28
Akar Kabut Asap Kalteng: LSM Progress Tuntut Status Darurat Nasional

Akar Kabut Asap Kalteng: LSM Progress Tuntut Status Darurat Nasional

2026-09-28

“Jangan jadikan masyarakat adat kambing hitam karhutla. Tradisi berladang punya aturan,” tegas Mardiana.

Ia mempertanyakan tudingan yang mengaitkan masyarakat adat dengan karhutla 2026. “Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, api sudah muncul sebelum masyarakat adat memasuki masa pembakaran ladang. Biasanya kami mulai pertengahan September, setelah lahan mengering,” ujarnya.

Mardiana menjelaskan bahwa pembakaran terkendali merupakan bagian dari sistem pertanian tradisional. “Pembakaran terkendali itu tidak dilakukan sembarangan. Tujuannya membersihkan lahan, mengendalikan hama, dan menghasilkan abu serta arang yang menyuburkan tanah, sehingga kami tidak terlalu bergantung pada pupuk kimia,” jelasnya.

Ia juga menyinggung kebakaran di sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan. “Kebakaran itu berdampak pada kebun karet, hutan buah-buahan, dan sumber penghidupan masyarakat adat,” katanya.

Menurut Mardiana, persoalan karhutla harus dilihat secara menyeluruh. “Aktivitas di kawasan konsesi dan dampaknya terhadap ruang hidup masyarakat juga perlu diperhatikan. Berladang tradisional tidak semestinya disamakan dengan pembukaan lahan skala besar, karena tata kelola, tujuan, dan dampak lingkungannya berbeda,” tuturnya.

Ia menambahkan, sistem perladangan Dayak tidak hanya berorientasi pada produksi pangan. “Lewat rotasi lahan dan masa pemulihan, kami menanam beragam tanaman, seperti karet, pohon buah, dan kayu untuk kebutuhan bangunan. Ladang adalah ruang penghidupan sekaligus tempat pengetahuan dan kebudayaan diwariskan antargenerasi,” ungkapnya.

Mardiana turut menyoroti tradisi Pangandrau Mu’au. “Ini kegiatan menanam bersama yang melibatkan puluhan hingga ratusan orang. Di sana kami bertukar benih dan pengetahuan, sekaligus memperkuat hubungan sosial dalam komunitas,” ucapnya.

Melalui forum tersebut, Mardiana menegaskan pentingnya pengakuan terhadap pengetahuan lokal masyarakat adat dalam pengelolaan lingkungan. “Tradisi berladang bukan sekadar praktik pertanian masa lalu. Ini bagian dari sistem pengetahuan yang menjaga keberlanjutan pangan, lingkungan, dan kehidupan komunitas adat,” pungkasnya.

Tags: Masyarakat Adat DayakPenyebab Karhutla
Previous Post

Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

Please login to join discussion
Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

Masyarakat Adat Dayak Tolak Dituding Penyebab Karhutla

2026-09-29
Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

2026-09-28
Akar Kabut Asap Kalteng: LSM Progress Tuntut Status Darurat Nasional

Akar Kabut Asap Kalteng: LSM Progress Tuntut Status Darurat Nasional

2026-09-28

Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong: Penolakan, Temuan Hunian Mewah hingga Respons Yusril

2026-09-25

APPI Desak DPR Coret Nyoman Adhi Suryadnyana Calon Anggota BPK

2026-09-24
Herdman Diuji, Timnas Indonesia Buka FIFA ASEAN Cup 2026

Herdman Diuji, Timnas Indonesia Buka FIFA ASEAN Cup 2026

2026-09-24

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    Aksi Warga Kebon Pala Kecamatan Makassar Menyoal SSI, Sebut Camat tak Netral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APPI Desak DPR Coret Nyoman Adhi Suryadnyana Calon Anggota BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lepi Ali Firmansyah Kembali Terpilih Menjadi Ketua PKB Cianjur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Asal Mula Berdirinya Kesultanan Utsmani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong: Penolakan, Temuan Hunian Mewah hingga Respons Yusril

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #MK #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In