Sabtu, Mei 16, 2026
  • Info Iklan
Parade.id
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya
Parade.id
Home Nasional Hukum

Tantangan hingga Dukungan kepada Anies untuk Menjadi Presiden oleh Buruh

redaksi by redaksi
2021-11-19
in Hukum, Nasional, Politik, Sosial dan Budaya
0

Foto: massa aksi buruh yang tergabung dalam KSPI di depan Balai Kota, Jumat (19/11/2021)

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (PARADE.ID)- Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menantang Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan untuk menetapkan upah minimun provinsi (UMP) di luar PP 36, turunan dari UU Cipta Kerja.

“Negeri ini butuh pemimpin yang mengambil risiko untuk kepentingan masyarakat banyak (buruh). Jangan berlindung di balik SE Mendagri dan Menaker,” tantang Divisi Aksi DPW FSPMI DKI Jakarta, Mubarok dalam orasinya, Jumat (19/11/2021), di depan Balai Kota, Jakarta.

Related posts

Masyarakat Adat Aceh (MAA) Jakarta Junjung Tinggi Toleransi dan Persatuan

Masyarakat Adat Aceh (MAA) Jakarta Junjung Tinggi Toleransi dan Persatuan

2026-05-16
Izin Masuk Ditangguhkan Arab Saudi Bisa Berdampak ke Kuota Haji

Perhatian Serius terhadap Penyelenggaraan Ibadah Haji Ditekankan Anggota Dewan

2026-05-13

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Winarso senada dengan Mubarok. Ia mengaku bahwa aksi kali, datang ke Balai Kota untuk meminta Gubernur Anies menetapkan UMP di luar PP 36.

Bahkan Anies ditantang untuk mengeluarkan Perda terkait upah untuk buruh Jakarta. “Beranikah, Pak Anies?” tantangnya.

Keberanian Gubernur Anies diuji oleh buruh. Tapi, menurut dia, Anies tak perlu takut untuk menaikkan UMP yang berbeda dari SE Menaker.

Alasan Winarso, karena buruh ada di belakang Anies. Mendukung Anies. Serta mendukung Anies untuk menjadi Presidsn.

“Maka buktikan kebijakan yang memiliki otonomi daerah. Dan Anies harus ingat bahwa buruh beserta keluarganya—yakin mendapatkan 50 persen suara. Maka putuskan soal upah ini. Kami mohon dengan Gubernur Anies, untuk kali ini tolong berani keluar dari PP 36,” tegasnya pinta orasi.

Orator lainnya, juga hampir senada dengan yang di atas. Adalah Sisno dari FSP FARKES-R menuntut agar Gubernur Anies menaikkan UMP buruh di atas 1 persen.

Menurut Sisno, adalah janji Anies untuk memperhatikan, mensejahterakan buruh Jakarta.

“Kami minta naik upah 10 persen. Kehidupan layak. Kalau 1,09, layaknya sebelah mana? Kami menolak SE Menaker. Pokoknya kami dukung Gubernur Anies. Mudah-mudahan amanah,” orasinya.

Anies tampaknya dituntut harus mengabulkan permintaan buruh. Pasalnya, kata Sisno, ketika dahulu Aniea ingin maju ke Jakarta menjadi Gubernur, buruh ada di belakangnya. Mendukungnya (Anies).

Namun, setelah Anies terpilih, buruh mengaku apa yang didapat belum terbukti. Misal soal kesejahteraan.

“Lapor, Pak Gubernur. Katanya buruh mau diperhatikan. Upah kok dinaikan 1 persen? Kita ini gak macam-macam permintaan. Kami hanya meminta kenaikan upah hingga 10 persen,” kata dia.

Ujian keberanian Anies juta diutarakan oleh Andri dari ASPEK Indonesia. Agar Anies berani menaikkan UMP di luar PP 36. Tidak 1,09 persen seperti SE Menaker.

Kalau Anies tidak berani, maka kata dia, buruh akan siap melakukan mogok kerja (secara nasional). Tidak hanya di Jakarta.

“Jika tetap dipaksakan menggunakan PP 36, kita mogok nasional. Dan kita minta keluarkan Perda terkait upah. Kita tunggu malam ini atau besok,” ancamnya.

Dan kata Mubarok, bahwa mogok nasional itu adalah pilihan terakhir dari kaum buruh soal upah dll. Ia pun berpesan soal itu, agar semua buruh yang ada segera siap-siap. Konsolidasi di tiap daerah mana pun.

“Untuk menjalankan instruksi organisasi soal mogok nasional. Ratusan buruh yang hadir di depan Balai Kota siap jika mogok nasional,” tandasnya.

Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan ini ditetapkan Presiden Jokowi di Jakarta pada tanggal 2 Februari 2021. Kemudian diundangkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly pada tanggal 2 Februari 2021 di Jakarta.

Massa aksi tadi membawa sejumlah tuntutan selain soal kenaikan upah. Yakni meminta agar SE Menaker dicabut. Dan menuntut pencabutan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

(Sur/PARADE.ID)

Tags: #Buruh#Hukum#KSPI#Nasional#Sosial#Upahpolitik
Previous Post

Menko Perekonomian Bicara soal Target Mengentaskan Kemiskinan Ekstrim

Next Post

Menparekraf Ajak Masyarakat Bergandeng Tangan Hidupkan Sektor Seni

Next Post
Menparekraf Ajak Masyarakat Bergandeng Tangan Hidupkan Sektor Seni

Menparekraf Ajak Masyarakat Bergandeng Tangan Hidupkan Sektor Seni

Masyarakat Adat Aceh (MAA) Jakarta Junjung Tinggi Toleransi dan Persatuan

Masyarakat Adat Aceh (MAA) Jakarta Junjung Tinggi Toleransi dan Persatuan

2026-05-16
Izin Masuk Ditangguhkan Arab Saudi Bisa Berdampak ke Kuota Haji

Perhatian Serius terhadap Penyelenggaraan Ibadah Haji Ditekankan Anggota Dewan

2026-05-13
Bank Plat Merah  Beri Cashback di Gerai Kopi Ini

Bank Plat Merah Beri Cashback di Gerai Kopi Ini

2026-05-13
30 Kapal GSF Dibajak Israel tapi Tetap Berlayar

30 Kapal GSF Dibajak Israel tapi Tetap Berlayar

2026-05-10
JKA Aceh Tersandera Politik Anggaran

JKA Aceh Tersandera Politik Anggaran

2026-05-11
UBN Ajak Rakyat Indonesia Gaungkan #EnteringAlAqsa: 28 Hari Al Aqsa Ditutup

Dahulukan Kurban atau Akikah?

2026-05-10

Twitter

Facebook

Instagram

@paradeid

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Berita Populer

  • Gelar Pahlawan Bukan Akhir Kasus Pembunuhan Marsinah

    Gelar Pahlawan Bukan Akhir Kasus Pembunuhan Marsinah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MAA Jakarta: Revisi UUPA Jangan Kikis Jati Diri Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bank Plat Merah Beri Cashback di Gerai Kopi Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Lindungi Akun Gmail dari Peretas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inilah 6 Destinasi Wisata Alam di Simalungun Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tagar

#Anies #ASPEKIndonesia #Buruh #China #Cianjur #Covid19 #Covid_19 #Demokrat #Ekonomi #Hukum #Indonesia #Internasional #Jakarta #Jokowi #Keamanan #Kesehatan #Kolom #KPK #KSPI #Muhammadiyah #MUI #Nasional #Olahraga #Opini #Palestina #Pariwisata #PartaiBuruh #PDIP #Pendidikan #Pertahanan #Pilkada #PKS #Polri #Prabowo #Presiden #Rusia #RUUHIP #Siber #Sosbud #Sosial #Teknologi #TNI #Vaksin dpr politik

Arsip Berita

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
Email: redaksi@parade.id

© 2020 parade.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Opini
  • Profil
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Internasional
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Sosial dan Budaya

© 2020 parade.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In